//
you're reading...
Ketikanku

KEMISKINAN; ANTARA SEBAB, AKIBAT DAN PANDANGAN ISLAM

poverty_children

Lonjakan Kemiskinan Yang Mencemaskan Bank Dunia

Krisis keuangan global yang terjadi saat ini membuat Bank Dunia cemas terhadap lonjakan kemiskinan yang terjadi. Bank Dunia menilai bahwa hanya seperempat dari negara-negara berkembang yang memiliki sumber daya yang cukup untuk mencegah lonjakan kemiskinan. Persoalannya menurut Bank Dunia, kekeringan likuiditas membuat kucuran kredit dari sektor swasta untuk pasar-pasar berkembang tersumbat (Koran Tempo/10 Maret 2009).

Lebih lanjut Presiden Bank Dunia, Robert H. Zoelick, menyatakan bahwa ”Kita harus bergerak cepat sejalan dengan berkembangnya krisis yang semakin menyengsarakan warga di negara berkembang”. Disamping itu, Bank Dunia juga menyadari bahwa krisis saat ini yang menyebabkan lonjakan kemiskinan dinegara-negara berkembang akan mengakibatkan ketidakstabilan politik dan ekonomi.

Siapa Yang Menciptakan Kemiskinan?

Pernyataan yang disampaikan Bank Dunia, dalam hal ini Presiden Robert H. Zoelick di atas, tentu menggelikan bagi yang memahami bahwa hal ini ibarat seorang pembunuh yang mencemaskan nasib anak-istri orang yang dibunuhnya. Karena pada kenyataannya lonjakan kemiskinan merupakan hasil kerja dan buah tangan dari Bank Dunia sebagai salah satu lembaga pengatur keuangan dunia saat ini. Sehingga pernyataan tersebut seakan-akan memposisikan Bank Dunia sebagai pihak yang membela negara-negara berkembang dalam menghadapi krisis yang terjadi. Padahal Bank Dunia adalah salah satu aktor yang menyebabkan terjadinya krisis demi krisis dalam perekonomian global. Karena pada hakikatnya, Bank Dunia adalah lembaga yang mencari keuntungan dengan memberikan pinjaman kepada negara-negara, terutama negara-negara berkembang, yang membutuhkan dengan imbalan rente atau bunga.
fakir-miskinLonjakan kemiskinan merupakan akibat dari rentetan krisis yang terjadi saat ini. Ribuan pekerja diberbagai belahan dunia, terutama di negara-negara berkembang, kehilangan mata pencahariannya. Produksi-produksi yang kehilangan pasar memaksa pemilik usaha memberhentikan sebagian besar pekerjanya agar mampu bertahan ditengah kondisi pasar yang lesu. Ditambah lagi sulitnya modal didapatkan dan kalaupun ada maka harga modal (cost of fund) sangat tinggi untuk mampu dibayar oleh pengusaha-pengusaha tersebut. Sehingga lambat-laun usaha-usaha inipun tersendat bahkan berhenti sama sekali dan mengakibatkan bertambahnya jumlah kemiskinan.
Secara normal dalam memproduksi barang/jasa, pengusaha membutuhkan barang-barang modal dan sebagainya yang dikenal dengan faktor produksi. Salah satu yang menjadi faktor produksi adalah faktor modal atau dana/uang yang berfungsi untuk membeli kebutuhan-kebutuhan untuk menjalankan produksi sehingga menghasilkan barang-barang/jasa-jasa untuk memenuhi permintaan yang ada. Dengan penerapan sistem ekonomi saat ini maka pemenuhan faktor modal sebagian besar bersumber dari pinjaman melalui lembaga perbankan dengan sistem rente atau bunga. Sehingga pemilik usaha pun akan memasukkan beban rente atau bunga ini dalam harga jual barang atau jasa yang dihasilkannya.
Harga merupakan instrumen yang menjadi pembatas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Jumlah penghasilan menentukan harga mana yang mampu dibayar oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam kenyataannya, memang banyak pilihan harga yang ditawarkan sesuai kualitas barang/jasa pemenuhan kebutuhan tersebut. Namun menjadi masalah ketika harga untuk kebutuhan primer pun tidak mampu dicapai oleh sekelompok masyarakat sehingga menciptakan kemiskinan. Selain faktor penghasilan yang rendah terdapat faktor lain yang membentuk harga yang menyebabkan tingkat daya beli masyarakat menjadi demikian rendah. Dalam hal ini masalah kemiskinan adalah bagaimana memenuhi seluruh kebutuhan primer setiap anggota masyarakat secara menyeluruh kemudian membantu masing-masing individu tersebut untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder atau tersiernya. Oleh karena itu, kemiskinan yang harus segera dipecahkan adalah kemiskinan akibat tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan primer manusia dalam kapasitasnya sebagai manusia, bukan akibat tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan (sekunder dan tersier) yang terus meningkat seiring dengan berkembanganya taraf kehidupan.
miskin-antriSejak sistem ekonomi kapitalisme menguasai dunia maka kemiskinan yang terlihat dari ketimpangan/kesenjangan ekonomi demikian luas terjadi. Dapat dikatakan tidak terjadi pemerataan distribusi kekayaan ditengah-tengah masyarakat dunia. Terjadi penumpukan kekayaan disatu pihak dan kesulitan modal disisi yang lain. Ketidakadilan kondisi ekonomi ini melahirkan raja-raja yang tidak menggunakan senjata fisik sebagai alat untuk menghancurkan lawan. Namun ternyata senjata non-fisik yang bernama utang rente justru lebih menghancurkan lawan sampai fondasi-fondasi kehidupannya. Kondisi ini menyebabkan masyarakat di negara-negara berkembang tidak memiliki banyak pilihan dalam mendapatkan modal. Sekalipun mereka sadar bahwa utang rente yang mereka dapatkan untuk menjalankan usahanya bukanlah sumber modal yang dapat diandalkan untuk menopang usaha dan perkembangan usahanya tersebut. Posisi tawar (bargaining position) yang rendah terhadap pemilik modal, menjatuhkan pengusaha-pengusaha ini kedalam lingkaran setan sistem utang/modal yang berbasis rente/bunga.
Kemiskinan semakin mudah ditemukan ketika kenyataan membuktikan bahwa persoalan permintaan dan penawaran di pasar tidak lagi berjalan normal. Banyak faktor yang menyebabkan proses jual beli tidak berjalan dengan baik. Kompleksitas permasalahan merupakan buah dari berkuasanya sistem ekonomi kapitalisme dalam mengatur perekonomian dunia.
Oleh karena itu, kemiskinan yang menjadi masalah dalam pembahasan ini adalah kemiskinan yang tercipta bukan secara alami, misalnya kondisi geografis yang kurang baik maupun kekurangan fisik dari seseorang atau sekelompok orang. Kemiskinan dalam pembahasan ini adalah kemiskinan yang terjadi, yang ada dan tercipta dari berjalannya sebuah sistem ekonomi kapitalisme atau dapat dikatakan sebagai kemiskinan sistemik/struktural karena merupakan buah dari diterapkannya sebuah sistem yang bernama kapitalisme.

Islam Menjauhkan Manusia Dari Kemiskinan

scholars1Dalam menghadapi kemiskinan, Islam memecahkannya dengan cara yang unik. Secara pribadi atau individu, Islam mencegah manusia jatuh kepada kemiskinan dengan mekanisme sebagai berikut :
– Mewajibkan bagi laki-laki yang mampu untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan pokok hidupnya dan orang-orang yang wajib dia nafkahi (Q.S. al-Mulk : 15);
– Mewajibkan para ayah untuk menanggung nafkah apabila tidak mampu maka beralih kepada ahli warisnya (Q.S. al-Baqarah 233);
– Apabila tidak ada yang mampu menanggung kebutuhan-kebutuhan tersebut maka negaralah yang wajib menanggungnya, sebagaimana yang dipraktekan oleh Rasulullah saw dan para khalifah setelah Beliau saw.
Hal ini karena masalah kemiskinan tidak akan terpecahkan kecuali dengan cara mendistribusikan kekayaan kepada setiap anggota masyarakat yaitu dengan cara memenuhi seluruh kebutuhan primer setiap individu secara menyeluruh sekaligus membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya.
Dalam Islam terdapat jaminan pemenuhan seluruh kebutuhan-kebutuhan pokok bagi setiap individu secara menyeluruh dan pemberian peluang kepada individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkap menurut kemampuannya. Sehingga Islam tidak memperumit cara yang digunakan manusia untuk mendapatkan harta. Islam menetapkan dengan cara sederhana, yakni membatasi sebab-sebab kepemilikan dan membatasi akad-akad dalam transaksi atau pertukaran kepemilikan (tidak riba, gharar, dan maisyir serta tidak mendzalimi). Islam membiarkan manusia untuk berkreasi dalam hal cara dan sarana yang digunakan untuk memperoleh harta.

beras
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, kemiskinan yang menjadi permasalahan dalam pembahasan ini adalah kemiskinan sistemik atau struktural yaitu kemiskinan karena penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Sehingga kemiskinan tersebut tercipta bukan karena satu atau dua kebijakan yang diterapkan oleh sistem kapitalisme tersebut. Akan tetapi merupakan akumulasi dari seluruh kebijakan yang didasari oleh pemikiran-pemikiran kapitalisme yang saling terkait dan berhubungan satu dengan yang lain sehingga menghasilkan akibat yang dirasakan dunia saat ini.
Dalam hal ini, Islam memandang bahwa negara berperan aktif dalam mencegah terjadinya kemiskinan diantara rakyatnya. Negara merupakan pihak yang berkewajiban untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat, negara yang memelihara urusan-urusan rakyatnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya secara wajar. Sehingga layak disebut sebagai Negara Pemelihara (Dawlah ri’ayah) dan bukan negara pemungut harta (Dawlah jibayah) sebagaimana negara dalam sistem Kapitalisme. Secara garis besar Islam menetapkan beberapa kebijakan yang dilakukan oleh negara dalam menghadapi bahaya kemiskinan terhadap rakyatnya, antara lain (al-Waie edisi 102 tahun IX, hal. 14) :
– Memandang uang sebagai alat tukar dan bukan sebagai komoditas yang diperjual belikan;
– Pengharaman riba secara keras (Q.S. al-Baqarah : 275 – 279) yang dapat menjamin ekonomi masyarakat pada aktifitas sektor riil, melindungi harta rakyat dari kerugian aktifitas riba, dan kerugian akibat kebangkrutan lembaga keuangan. Disamping itu, negara mendorong aktifitas perekonomian dengan menyediakan bantuan dana yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menjamin produksi barang/jasa.
– Pengaturan kepemilikan harta; kepemilikan umum, kepemilikan negara, dan kepemilikan individu;
– Pengaturan jual beli sesuai syariah; pelarangan aktifitas bursa saham, tindakan-tindakan spekulasi, dan penipuan.
– Pengawasan terhadap aktifitas ekonomi rakyat, yaitu pembentukan lembaga hisbah yang akan mengawasi pasar, alat timbangan, takaran dan proses jual beli di pasar, pembentukan lembaga pengadilan yang menyelesaikan perselisihan secara cepat dan tidak berbiaya tinggi.
Dari kebijakan-kebijakan negara yang diatur di dalam Islam tersebut maka kemiskinan rakyat dapat dihindari. Hal ini karena secara prinsip sistem Islam memang mengatur agar tidak terjadinya kondisi-kondisi yang menyebabkan terjadinya krisis atau dapat disebut sistem yang menjauhi krisis. Dengan demikian, hanya sistem Islamlah yang saat ini pantas untuk mengatur dunia, setelah keruntuhan sistem sosialis pada tahun 1990-an dan semakin terbukanya kebobrokan sistem sekulerisme-kapitalisme yang sedang berkuasa saat ini.
Akhirnya perlu kita renungkan bersama peringatan Allah SWT terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi diatas permukaan bumi ini agar kita mampu memegang amanah Khalifah fi al-ardhi :
”telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagaian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Q.S. ar-Rum : 41)
Wallahu a’alam bishshawwab.

Jagakarsa, 18 Rabiul awal 1430 H/15 Maret 2009
Panca Kurniawan,  Syabab Hizbut Tahrir Indonesia

About these ads

About admin

just an ordinary people who will shake the world with khilafah

Discussion

6 thoughts on “KEMISKINAN; ANTARA SEBAB, AKIBAT DAN PANDANGAN ISLAM

  1. SUMBANGAN GRATIS dari negara terkemuka dalam rangka memerangi kemiskinan.bukan pinjaman!!
    ini bukan iklan.dont worry be happy,021-87902688.
    gratis bea siswa study di luar negeri,atau
    gratis modal usaha,SUMBANGAN tanpa syarat gratis
    probleem anda tak ada yang tak teratasi dengan baik,pemerang kemiskinan dinegara ketiga mendapat donatur dari negara terkemuka hub:021-87902688.umar.buruan yang lambat jangan menyesal

    Posted by umar hadad | December 27, 2009, 12:40 pm
  2. pak umar,termakasih atas bantuan bapak kini kami sudah punya ruko yang alhamdulilah sudah banyak pelanggan,bahkan kami insyaallah akan naik haji serta tanah lebih dibelakang ruko akan kamijadikan surou.sampaikan juga terimakasih kami pada para donatur nun jauh diluar negeri sana.itu baru sesuai hadis tangan kanan memberi tangan kiri tidak tau.terima kasih

    Posted by ali ahmadi | December 27, 2009, 12:52 pm
    • SUMBANGAN GRATIS dari negara terkemuka dalam rangka memerangi kemiskinan.
      ini bukan iklan.dont worry be happy,021-87902688
      gratis bea siswa study di luar negeri,atau
      gratis modal usaha,SUMBANGAN tanpa syarat gratis
      probleem anda tak ada yang tak teratasi dengan baik,pemerang kemiskinan dinegara ketiga mendapat donatur dari negara terkemuka khusus jawabarat 021-87902688.umar.

      Posted by umar | December 27, 2009, 12:55 pm
  3. Coba cek bos .. IP addres umar hadad ama ali ahmadi ?

    hati-hati !

    Terima kasih gan, buat masukanya

    Posted by kopral cepot | January 10, 2010, 5:42 pm
  4. kita lawan kapitalis.

    Posted by kang.jalal | March 31, 2010, 5:16 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Laporan Khusus

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Analisa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Strugle for syariah

  • Evaluation of the Turkish Resolution Process aimed at resolving problems with Kurds in Turkey
    News: AK Party Deputy Prime Minister said: "We are determined to pursue the resolution process until the end. Whoever wants to terminate it; 90% of the job is done already. 90% of the river has passed; there is no turning back. We are almost there."
  • DAILY HADITH
    Ibn `Abbas رضي الله عنه narrated that the Prophet صلى الله عليه وسلم said: "All the nations were made to pass before me, and I saw a Prophet with a small group, and a Prophet with only one or two men, and a Prophet with none. Then there was shown to me a large number of people which I thought to be my Ummah, but it was said to me: "This is Moosa an […]
  • Where is the Hijab Culture Heading?
    It is undeniable that numerous Muslim sisters in various walks of life have begun to wear the hijab. Not only in Malaysia, but in neighboring countries such as in Southern Thailand and Indonesia, more women are starting to wear the hijab. According to statistics, more than 70% of Muslim women in Malaysia consistently wear the headscarf. This is surely a posi […]
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: