<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>:.: HEPYES :.: &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://hepyes.wordpress.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hepyes.wordpress.com</link>
	<description>Bring Back My Life&#039;s</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Dec 2009 13:40:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hepyes.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/45448418869fa6e6958410d31de61bf3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>:.: HEPYES :.: &#187; Uncategorized</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hepyes.wordpress.com/osd.xml" title=":.: HEPYES :.:" />
		<item>
		<title>PUISI NEGERI PARA BEDEBAH</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2009/11/28/puisi-negeri-para-bedebah/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2009/11/28/puisi-negeri-para-bedebah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 17:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bedebah]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[
oleh: Adhie M Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=450&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://hepyes.files.wordpress.com/2009/11/negeribedebah.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-481" title="negeri+bedebah" src="http://hepyes.files.wordpress.com/2009/11/negeribedebah.jpg?w=282&#038;h=237" alt="" width="282" height="237" /></a></p>
<p><a href="http://hepyes.files.wordpress.com/2009/11/negeribedebah.jpg"></a>oleh: Adhie M Massardi</p>
<p>Ada satu negeri yang dihuni para bedebah</p>
<p>Lautnya pernah dibelah tongkat Musa</p>
<p>Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah</p>
<p>Dari langit burung-burung kondor</p>
<p>menjatuhkan bebatuan menyala-nyala</p>
<p><span id="more-450"></span></p>
<p>Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?</p>
<p>Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah</p>
<p>Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah</p>
<p>Atau menjadi kuli di negeri orang</p>
<p>Yang upahnya serapah dan bogem mentah</p>
<p>Di negeri para bedebah</p>
<p>Orang baik dan bersih dianggap salah</p>
<p>Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan</p>
<p>Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah</p>
<p>Karena hanya penguasa yang boleh marah</p>
<p>Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah</p>
<p>Maka bila negerimu dikuasai para bedebah</p>
<p>Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah</p>
<p>Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum</p>
<p>Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya</p>
<p>Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah</p>
<p>Usirlah mereka dengan revolusi</p>
<p>Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi</p>
<p>Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi</p>
<p>Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/450/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=450&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2009/11/28/puisi-negeri-para-bedebah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hepyes.files.wordpress.com/2009/11/negeribedebah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">negeri+bedebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paus Memusuhi Kaum Muslim Menyakiti Umat Kristen Timur Tengah</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2009/05/14/paus-memusuhi-kaum-muslim-menyakiti-umat-kristen-timur-tengah/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2009/05/14/paus-memusuhi-kaum-muslim-menyakiti-umat-kristen-timur-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 05:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[
Hizbut Tahrir menilai kunjungan Paus Vatikan ke Yordania dan ke wilayah Palestina adalah “untuk memberkati pemberian tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi oleh kaum Salibis dalam sebuah deklarasi yang bernama deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang membawa malapetaka”. Dalam keterangan pers yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Hizbut Tahrir Palestina yang disebarkan di wilayah Palestina, dan kami memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=411&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone" title="paus" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/05/paus-benedictus.jpg" alt="" width="248" height="165" /></p>
<p>Hizbut Tahrir menilai kunjungan Paus Vatikan ke Yordania dan ke wilayah Palestina adalah “untuk memberkati pemberian tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi oleh kaum Salibis dalam sebuah deklarasi yang bernama deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang membawa malapetaka”. Dalam keterangan pers yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Hizbut Tahrir Palestina yang disebarkan di wilayah Palestina, dan kami memiliki salinan naskahnya.</p>
<p><span id="more-411"></span>Dalam penjelasan persnya, Hizbut Tahrir menyebutkan beberapa pernyataan Paus yang dinilainya sebagai bentuk permusuhan…. Ketika dia mengumumkan kunjungannya ini di sela-sela pertemuannya di Vatikan dengan delegasi dari Konferensi Para Pemimpin Senior Organisasi Yahudi Amerika, pada tanggal 12 Pebruari 2009 M. Sebelumnya dia juga telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW ketika dia mengeluarkan perkataan Kaisar Byzantium dalam pidato yang disampaikan di Jerman, pada tanggal 13 September 2006. Dan pernyataannya ini telah menimbulkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia”.</p>
<p>Hizbut Tahrir menegaskan dalam penjelasan persnya mengenai beberapa hal terkait dengan Paus: “Seandainya Paus ini menyaksikan reaksi keras dari para penguasa Arab dan kaum Muslim atas kejahatannya yang pertama, yang menggoncangkan pilar-pilar utama Vatikan, sebagaimana tuntutan kaum Muslim pada saat pembukaan Roma dimana kaum Muslim bereaksi keras, tentu dia tidak akan berani melakukan kejahatan yang kedua kalinya ini dengan menyatakan bahwa tanah suci Palestina adalah milik orang-orang Yahudi dan kaum Salibis, dan mengabaikan kaum Muslim”.</p>
<p>Di akhir penjelasannya, Hizbut Tahrir mengatakan: “Sesungguhnya umat Islam tidak akan pernah memaafkan siapapun yang menyambut orang ini; tidak akan pernah memaafkan Paus, dan Vatikan yang tak henti-hentianya mereka menyakiti kaum Muslim dan umat Kristen Timur Tengah, namun hari pembalasannya di dunia akan datang tidak lama lagi dengan izin Allah, dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang kedua”.</p>
<p>Berikut keterangan pers Kantor Berita Hizbut Tahrir di Palestina:</p>
<p>Keterangan Pers: Kaum Salibis menyerahkan Palestina kepada orang-orang Yahudi dan Paus memberkatinya. Ini adalah bentuk permusuhan atas kaum Muslim dan penghinaan bagi umat Kristen Timur Tengah.</p>
<p>Paus Vatikan, Benedict XVI datang berkunjung ke Yordania dan akan berkunjung ke Palestina melalui undangan dari para pemimpin entitas Yahudi. Dia akan menjadi tamu kehormatan Kepala Negara Yahudi, Shimon Peres. Kemudian dia akan mengunjungi al-Quds (Yerusalem), Betlehem dan Nazareth. Dia telah mengumumkan rencana kunjungannya ini di sela-sela pertemuannya di Vatikan dengan delegasi dari Konferensi Para Pemimpin Senior Organisasi Yahudi Amerika, pada tanggal 12 Pebruari 2009 M. Di antara yang dia katakan kepada mereka tentang Palestina; “Tanah Suci itu adalah milik umat Kristen dan Yahudi, keduanya sama-sama berhak atasnya”.</p>
<p>Sebelumnya dia juga telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW ketika dia mengeluarkan perkataan Kaisar Byzantium dalam pidato yang disampaikan di Jerman, pada tanggal 13 September 2006: “Tunjukkan pada saya apa yang baru, yang dibawa Muhammad? Saya sama sekali tidak menemukan apapun selain hal-hal buruk dan tidak manusiawi, seperti perintannya untuk menyebarkan agama—yang dia sampaikan—dengan tajamnya pedang!” Dan pernyataannya ini telah menimbulkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Dan dalam hal ini kami menegaskan sebagai berikut:</p>
<p>1. Seandainya Paus ini menyaksikan reaksi keras dari para penguasa Arab dan kaum Muslim atas kejahatannya yang pertama, yang menggoncangkan pilar-pilar utama Vatikan, sebagaimana tuntutan kaum Muslim pada saat pembukaan Roma dimana kaum Muslim bereaksi keras, tentu dia tidak akan berani melakukan kejahatan yang kedua kalinya ini dengan menyatakan bahwa tanah suci Palestina adalah milik orang-orang Yahudi dan kaum Salibis, dan mengabaikan kaum Muslim. Dia datang dengan undangan dari Shimon Peres untuk mengkonfirmasikan kepada Yahudi tentang tanah Palestina seperti yang diinginkan orang-orang Yahudi.</p>
<p>2. Sungguh, dengan pernyataannya ini, Paus telah mengumumkan permusuhannya kepada kaum Muslim dan penghinaannya terhadap umat Kristen Timur Tengah. Dia telah melupakan atau pura-pura bodoh dengan Perjanjian Umariyah yang telah memberikan Palestina kepada umat Kristen, yang menegaskan bahwa Yahudi tidak boleh hidup berdampingan dengan umat Kristen al-Quds (Yerusalem). Seharusnya dia datang untuk mengkonfirmasikan kebenaran ini kepada umat Kristen, justru sebaliknya, dia datang untuk memberkati orang Yahudi menduduki al-Quds (Yerusalem) dan melakukan pengusiran terhadap umat Kristen dan kaum Muslim darinya. Lebih dari itu, dia datang untuk memberkati orang Yahudi menduduki Palestina dan mengusir penduduknya.</p>
<p>3. Siapa saja yang menyambut dan menerima orang ini, yang telah menghina dan melecehkan Rasulullah Muhammad yang mulia di antara kaum Muslim, maka sungguh dia telah berkhianat kepada Allah, Rasulullah, dan seluruh kaum Muslim. Sehingga karena sikapnya itu, dia berhak dan layak untuk dilaknat dan dijatuhi sanksi di dunia, dan siksa yang lebih berat dan keras kelak di akhirat. Allah SWT berfirman: “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau keluarga mereka” (TQS. Al-Mujadalah [58] : 22).</p>
<p>4. Siapa saja yang menyambut dan menerima orang ini, di antara umat Kristen Timur Tengah yang telah menjadi ahli dzimmah bagi kami, maka sungguh dia telah menghinakan dirinya sendiri dan kaumnya, serta para tetangganya di antara kaum Muslim, bahkan dengan sikapnya itu, dia telah merusak Perjanjian Umariyah, dimana dengan perjanjian itu Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab RA telah memuliakan mereka.</p>
<p>5. Sesungguhnya umat Islam tidak akan pernah memaafkan siapapun orangnya yang menyambut orang ini; tidak akan pernah memaafkan Paus, dan Vatikan yang tak henti-hentianya mereka menyakiti kaum Muslim dan umat Kristen Timur Tengah, namun hari pembalasannya di dunia akan datang tidak lama lagi dengan izin Allah, dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang kedua.</p>
<p>Allah berfirman: “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya” (TQS. Yusuf [12] : 21).</p>
<p>Kantor Berita Hizbut Tahrir</p>
<p>Otoritas Palestina</p>
<p>Tanggal 9 Mei 2009 M</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=411&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2009/05/14/paus-memusuhi-kaum-muslim-menyakiti-umat-kristen-timur-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/05/paus-benedictus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>undangan</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2009/03/24/undangan/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2009/03/24/undangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 05:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=381&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-full wp-image-380" title="und-esti-hepy" src="http://hepyes.files.wordpress.com/2009/03/und-esti-hepy.jpg?w=460&#038;h=317" alt="und-esti-hepy" width="460" height="317" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=381&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2009/03/24/undangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hepyes.files.wordpress.com/2009/03/und-esti-hepy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">und-esti-hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Berani Adili The Real Terorist Israel dan Amerika?</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2009/02/08/siapa-berani-adili-the-real-terorist-israel-dan-amerika/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2009/02/08/siapa-berani-adili-the-real-terorist-israel-dan-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 03:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[ Amerika Serikat dan Israel adalah the real terrorist. Kedua negara tersebut pantas disebut teroris mengingat kebiadabannya selama ini di Palestina. Teroris Israel yang didukung oleh negara Teroris Amerika Serikat sejak 27 Desember 2008 telah membantai lebih dari 1350 orang warga Gaza yang tidak berdosa di mana sebagiannya wanita dan anak-anak sehingga syahid, dan lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=305&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" title="zionisme" src="http://swaramuslim.net/images/uploads/laknatullah/Philosophy_of_zionism2.jpg" alt="" width="297" height="149" /> Amerika Serikat dan Israel adalah the real terrorist. Kedua negara tersebut pantas disebut teroris mengingat kebiadabannya selama ini di Palestina. Teroris Israel yang didukung oleh negara Teroris Amerika Serikat sejak 27 Desember 2008 telah membantai lebih dari 1350 orang warga Gaza yang tidak berdosa di mana sebagiannya wanita dan anak-anak sehingga syahid, dan lebih dari 6000 luka-luka.<span id="more-305"></span></p>
<p>Sebagian pembantaian itu malah dilakukan dengan cara yang paling sadis, yakni dengan menggunakan senjata yang mengandung phosphor dan logam berat. Akibatnya sebagian korban kehilangan kakinya, tangannya, kulitnya dan dagingnya bahkan ada seorang anak yang sampai otaknya keluar. Teroris Israel juga telah menghancurkan sekitar 20.000 bangunan yang terdiri dari rumah-rumah warga, masjid, sekolah, rumah sakit, kantor pemerintahan dan lainnya. Kebiadaban yang dilakukannya jelas telah pelanggaran berat terhadap Hak Asasi Manusia. Mereka telah menggunakan berbagai senjata canggih untuk membantai warga sipil yang tidak bersalah dengan cara yang sangat biadab, termasuk anak-anak.</p>
<p>Padahal sebelumnya, warga Gaza sudah mengalami penderitaan yang luar biasa akibat blokade teroris Israel sejak Hamas memenangkan Pemilu di Palestina. Dan sekarang pun setelah Israel hengkang dari Gaza menjelang pelantikan Obama, warga Gaza belum bisa tenang hidupnya, karena teror yang dilakukan teroris Israel. Sesekali tentara-tentara dan pesawat teroris Israel bisa saja kembali menyerang Gaza. Ini yang pertama kalai dilakukan teroris Israel. Berbagai pembantaian lainnya dilakukan sejak Zionis merampas tanah Palestina tahun 1948.</p>
<p>Apa yang dilakukan Negara Teroris Amerika Serikat juga tidak jauh berbeda. Selain mendukung teroris Zionis Israel baik secara politik maupun persenjataan, teroris Amerika juga yang paling bertanggung jawab atas meninggalnya lebih dari satu juta orang warga di Iraq dan Afghanistan. Gedung putih juga harus bertanggung jawab atas pelanggaran berat HAM di penjara Abu Gharib dan Guantanamo.</p>
<p>Kejahatan Perang yang Dilakukan Zionis di Gaza</p>
<p>Kebiadaban yang dilakukan Israel benar-benar sangat keterlaluan. Para pejabat Israel harus diseret ke pengadilan internasional untuk mempertanggungjawabkan semua tindakan barbarnya itu. Berikut ini beberapa pelanggaran perang yang dilakukan teroris Zionis Israel di Gaza:</p>
<p>* Menggunakan bom senjata kimia mematikan seperti bom kimia fosfor, dan DIME ( Dense Inert Metal Explosives)<br />
* Teroris Zionis Israel secara sistematis menghancurkan infrastruktur Palestina dan menjadikan warga sipil, wanita, anak-anak serta fasilitas medis sebagai target serangan<br />
* Para warga sipil Palestina yang menjadi sasaran penembakan teroris Israel dan kebijakan teroris Israel yang sengaja mengabaikan anak-anak dan membuat kelaparan anak-anak yang ibunya tewas akibat serangan yang mereka lakukan.<br />
* Melakukan penembakan terhadap para petani dan nelayan Palestina.<br />
* Menghancurkan tempat-tempat ibadah, yakni Masjid.<br />
* Menembak mati wartawan dan tim relawan medis<br />
* Menutup perbatasan-perbatasan di jalur Gaza sehingga warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makanan, air dan obat-obatan.<br />
* Tidak menghormati gencatan senjata.</p>
<p>Ternyata apa yang dilakukannya itu sesuai dengan keyakinan mereka terhadap Talmud. Wajar bila Pembantaian yang dilakukan Zionis Israel di Gaza mendapat restu dari Rabbi Yahudi-Zionis. Koran Saudi Al-Watan yang terbit, Sabtu (17/01/2009) seperti dikutip eramuslim.com, melaporkan seorang Rabbi Yahudi-Zionis telah mengeluarkan maklumat yang isinya mengizinkan tentara Zionis untuk membunuh perempuan dan anak-anak Palestina. Menurut Rabbi tersebut, setiap orang Yahudi akan membebaskan mereka dari setiap tuduhan atas tindakan yang mengerikan itu bagi mereka yang sudah melakakukan kejahatan pembantaian terhadap orang Palestina.</p>
<p>Pembantaian Israel di Jalur Gaza, katanya, sudah sesuai dengan ajaran agama Yahudi yang menganggap pembantaian seperti itu sebagai: ” Bentuk hukuman kepada musuh”.</p>
<p>Bahkan pemimpin Rabbi Yahudi tersebut menyatakan bahwa tak akan ada masalah sama sekali dalam hal pembantaian terhadap orang Palestina. “dan bahkan jika satu juta atau lebih dari mereka tewas di tangan pasukan pendudukan Israel, itupun tidak ada masalah,” ujar Rabbi itu.</p>
<p>Rabbi Mordachi Elyaho juga mengutip ayat dalam Kitab Talmud, yang merupakan pedoman dari agama yang sekarang populer di kalangan Yahudi-Zionist. Rabbi Mordachi telah mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, berisi artikel yang memungkinkan orang-orang Yahudi, melaksanakan gagasan besar , tentang hukuman terhadap musuh sesuai dengan etika perang dalam Taurat.</p>
<p>“Pandangan Rabbi Mordachi telah diterapkan terhadap penduduk Gaza, dan orang Palestina yang tinggal di Gaza harus menanggung akibatnya, dan mereka semua harus memikul tanggung jawab, karena mereka tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan serangan roket yang dilakukan Brigade al-Qassam” kata Elyaho, dalam suratnya ke Olmert. Rabbi Yahudi. Mordachi kemudian meminta pemerintah Israel, terutama Olmert melanjutkan agresi militer ke Gaza.</p>
<p>Mordach beralasan bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Perdana Menteri Olmert, yang bertujuan untuk : “Menghancurkan orang-orang Palestina yang sudah bersalah, merupakan tindakan yang sah”. Yesrael Rozin, seorang panganut Talmud yang fanatik, seperti dikutip koran al watan juga mengatakan bahwa hukum Taurat menetapkan pembunuhan laki-laki, anak-anak, perempuan, tua, bayi, dan hewan [dari musuh], tambahnya.</p>
<p>Mengutip bagian dari Kitab Talmud, Rabbi Sholomon Elyaho menyatakan: “Jika kita membunuh 100 orang Palestina, tetapi orang Palestina itu tetap menolak untuk menghentikan serangan roketnya, kita harus membunuh orang Palestina 1000, dan jika kita membunuh orang Palestina 1000, tetapi orang Palestina tidak menghentikan serangan roketnya ke Israel, maka kita harus membunuh 10.000 orang Palestina, dan kami harus terus membunuh orang Palestina, meskipun jumlah orang Palelstina yang dibunuh sudah mencapai satu juta, dan waktu harus dihabiskan  membunuh orang-orang Palelstina “, tegas Rabbi Sholomon.</p>
<p>Meski begitu toh masih ada sebagian kecil orang Yahudi yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintahnya. Salah atunya Profesor Ilan Pappe, pengarang buku The Ethnic Cleansing of Palestine. Menurutnya, Zionisme adalah sebuah idelogi yang memakai pembunuhan etnik, pendudukan, dan sekarang pembantaian massal. Apa yang dihasilkan oleh Israel di Jalur Gaza bukan saja mengutuk atas apa yang dilakukan Israel tapi juga menghilangkan semua nilai ideologi Yahudi.</p>
<p>Zionisme, kata Pappe, telah diangkat menjadi sebuah ‘ideologi rasis dan hegemonik. Ini, tentu saja, bukan berita baru buat orang Palestina, ataupun pada bangsa Arab dan Muslim lainnya. “Mudah-mudahan, suara kecaman dari seluruh dunia akan mengubah Israel bahwa ideologi ini dan semua yang telah dilakukannya merupakan suatu hal yang tidak bisa lagi ditoleransi dan tak bisa diterima. Israel akan diboikot dan terjerat sanksi,” ujarnya.</p>
<p>Jihad dan Khilafah Untuk Menghukum Israel</p>
<p>Saat ini sejumlah pengacara dan aktivis HAM baik di Timur Tengah dan Uni Eropa berusaha untuk menyeret para pejabat Israel ke Mahkamah Internasional atas kejahatan perang yang dilakukan negara penjajah tersebut. Namun tampaknya upaya mereka sangat sulit direalisasikan mengingat Amerika Serikat di bawah presiden Barack Obama akan selalu mendukung Israel dan melindungi Israel dari berbagai ancaman. Karena itu dipastikan Amerika Serikat tentu akan selalu berusaha menghalangi berbagai upaya untuk menyeret Israel ke Mahkamah intenasional.</p>
<p>Apa yang dilakukan Zionis Israel memang layak mendapat hukuman setimpal. Namun berharap kepada lembaga internasional semacam PBB dan lainnya untuk menghukum Israel sulit terealisasi. Diketahui sudah ratusan resolusi dikelurkan lembaga PBB namun tak ada satu pun yang ditaati Israel. Itu wajar saja, sebab PBB sendiri dahulu yang merestui pendiriaan negara Israel di tanah Palestina. Keberadaan PBB sendiri faktanya hanyalah sebagai alat bagi negara yang menang dalam perang dunia III seperti Amerika Serikat untuk tetap mengendalikan dunia. Jadi siapa nanti yang berani menghukum teroris Israel termasuk Amerika?</p>
<p>Jalan satu-satunya untuk menghukum dan membalas kebiadaban Israel adalah dengan jihad. Jihad harus terus digelorakan untuk mengusir Israel dan merebut kembali tanah Palestina. Karenanya umat Islam di Palestina khususnya dan umat Islam di seluruh dunia harus bersatu untuk merebut kembali tanah milik kaum muslimin tersebut.</p>
<p>Untuk mengoodinir pasukan jihad tersebut tentukan dibutuhkan seorang pemimpin yang kuat dan tangguh. Dia hanya takut kepada Allah semata dalam hidupnya. Dialah Khalifah. Dia yang nanti akan memimpin negara khalifah yang akan menyatukan umat Islam seluruh dunia, kemudian berjuang untuk melaksanakan semua perintah Allah SWT. Salah satu perintah Allah adalah berjihad untuk merebut tanah Palestina dari tangan Zionis Israel yang didukung AS dan Uni Eropa. Jadi hanya Khilafah yang nanti akan menghukum seberat-beratnya atas berbagai kebiadaban yang dilakukan oleh Zionis Yahudi Israel dan AS serta sekutu sejak tahun 1948 hingga pembantain di Gaza awal tahun ini. Insya Allah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=305&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2009/02/08/siapa-berani-adili-the-real-terorist-israel-dan-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.net/images/uploads/laknatullah/Philosophy_of_zionism2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zionisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bacakan Doa Qunut Nazilah Bagi Gaza</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2009/01/09/bacakan-doa-qunut-nazilah-bagi-gaza/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2009/01/09/bacakan-doa-qunut-nazilah-bagi-gaza/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 06:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[

Ketika agresi udara Zionis atas kota Gaza pertama kali pecah sabtu yang lalu tanggal 27 Desember 2008 kami menerima e-mail dari seorang kawan di Damaskus, Suriah. Beginilah sebagian isi suratnya:
”Masjid-masjid di seantero Damaskus basah oleh air mata para jama&#8217;ah, ketika para imam menutup rakaat terakhir solat Asar tadi dengan Qunut Nazilah yang menggetarkan. Para imam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=291&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2></h2>
<div class="garis-bawah">
<p class="MsoNormal"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3048/2328536528_90f3495625_m.jpg" border="2" alt="" width="200" height="133" align="left" />Ketika agresi udara Zionis atas kota Gaza pertama kali pecah sabtu yang lalu tanggal 27 Desember 2008 kami menerima e-mail dari seorang kawan di Damaskus, Suriah. Beginilah sebagian isi suratnya:</p>
<p class="MsoNormal"><em>”Masjid-masjid di seantero Damaskus basah oleh air mata para jama&#8217;ah, ketika para imam menutup rakaat terakhir solat Asar tadi dengan Qunut Nazilah yang menggetarkan. Para imam itu mengangkat tangan ke langit dan berdoa,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,<span id="more-291"></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em>turunkan para Malaikatmu untuk membantu para Mujahidin di Gaza dan Seluruh Palestina,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>sebagaimana telah kau turunkan ribuan Malaikat di Badar, di Khandaq dan di Tabuk.</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>ringankanlah penderitaan saudara-saudara kami di Gaza,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>kuatkanlah terus generasi baru dari antara anak-anak mereka,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>menjadi generasi yang akan membawa kami pada kejayaan Islam lewat Jihad fii Sabiilillah.</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>janganlah Kau biarkan kami termasuk orang-orang yang berpangku tangan melihat kezaliman atas saudara-saudara kami.</em></p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2035/2479273165_79f5ac1d8a_m.jpg" border="2" alt="" width="200" height="150" align="left" /><em>Daftarkan nama-nama kami dalam daftar panjang para Mujahidin Mukhlisin dan para Syuhada yang menjemput Syurga-Mu.</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Jangan Kau biarkan dunia yang hina ini melingkupi kehidupan kami sampai lupa pada Negeri Akhirat-Mu.</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>anugerahkan kepada kami kesabaran memegang teguh agama-Mu dan wafatkan kami dalam keadaan Muslim.&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">Seiring waktu dimana perang ini telah memasuki hari ke sepuluh, semakin banyak masjid di seantero dunia yang mengharuskan pembacaan doa Qunut Nazilah setiap sholat lima waktu. Doa Qunut Nazilah merupakan Qunut yang dibaca Nabi Muhammad <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> untuk mendoakan kebaikan suatu kaum atau untuk kebinasaan suatu kaum yang lain. Doa ini dibaca pada saat sholat berjamaah. Doa ini dibaca pada rakaat terakhir sesudah ruku terakhir setelah berdiri i’tidal setelah membaca kalimat:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="ArabCenter">سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Lalu dalam posisi berdiri Imam sholat dan seluruh ma’mum mengangkat kedua tangan lalu mengaminkan doa Qunut Nazilah yang dipimpin  Imam sholat berjamaah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Saudaraku, ketahuilah bahwa doa merupakan salah satu senjata penting kaum muslimin. Itulah sebabnya menjelang Perang Badar Nabi <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> mengawali perang dengan berdoa memohon pertolongan Allah bagi kemenangan pasukan Islam. Sedemikian khusyu’nya beliau berdoa sehingga sempat tiga kali surbannya jatuh dan setiap kali jatuh diangkat kembali oleh sahabat Abu Bakar.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3237/2954313281_83f0c833f9_m.jpg" border="2" alt="" align="left" />Saudaraku, jangan pernah remehkan pengaruh doa Anda apalagi jika mendoakan saudara muslim tanpa sepengetahuan fihak yang didoakan. Doa Qunut Nazilah yang kita bacakan sekarang berkaitan dengan pembantaian pasukan Zionis Israel atas saudara-saudara kita kaum muslimin di Gaza, Palestina. Intinya kita memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar menolong dan memenangkan kaum muslimin dan mujahidin Palestina di Gaza sembari mengharapkan kekalahan bahkan kehancuran fihak Yahudi Zionis Israel.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Biasanya doa Qunut Nazilah diawali dengan pembacaan doa Qunut seperti biasa oleh Imam Sholat berjamaah. Lalu sesudah itu barulah sang Imam memimpin doa yang lebih spesifik berkenaan dengan penderitaan saudara-saudara kita di Gaza. Doa Qunut yang biasa berbunyi sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="ArabCenter">اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنَا فِيمَنَ عَافَيْتَ ، وتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ ،</p>
<p class="ArabCenter">وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ ،</p>
<p class="ArabCenter">وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ</p>
<p class="MsoNormal"><em>“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Selamatkanlah kami dalam golongan orang-orang yang Engkau telah pelihara. Uruslah kami di antara orang-orang yang telah Engkau urus.  Berkahilah kami dalam segala sesuatu yang Engkau telah berikan. Hindarkanlah kami dari segala bahaya yang Engkau telah tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan. Sesungguhnya tidak akan jadi hina orang yang telah Engkau lindungi. Engkau wahai Rabb kami adalah Maha Mulia dan Maha Tinggi.” (HR Thabrani 3/123)</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">Sesudah itu barulah Imam berdoa sambil diamini oleh jamaah. Doa spesifik ini bisa berbeda antara satu Imam dengan Imam lainnya. Ia boleh mengembangkannya sendiri. Yang penting isinya adalah mengharapkan kebaikan bagi fihak kaum muslimin dan kekalahan atas fihak musuh yang menganiaya atau memerangi kaum muslimin. Di antaranya ia bisa berbunyi seperti di bawah ini:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="ArabCenter">اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ</p>
<p class="ArabCenter">اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ إِسْرَآئِل</p>
<p class="ArabCenter">وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّين بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ</p>
<p class="MsoNormal"><em>“Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin. Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina. Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka. Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin. Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama dengan RahmatMu, Wahai Yang Maha Pengasih. Dan sampaikanlah Sholawat kami  kepada Nabi Muhammad.”</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">Saudaraku, tidak banyak yang bisa kita lakukan. Sungguh, kita sangat geram, sedih sekaligus menyesal bahwa tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk kaum Muslimin Palestina di Gaza. Mereka dizalimi oleh kekuatan terlaknat pasukan Zionis Israel. Mereka diharuskan berada di dalam sebuah pertempuran tidak seimbang. Hanya doa yang bisa kita kirim untuk mereka. Ingatlah, doa bukan perkara ringan. Ia merupakan senjata orang beriman. Marilah kita mengharuskan diri membaca doa Qunut Nazilah dalam sholat-sholat kita pada hari-hari ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><img src="http://www.infopalestina.com/ms/DataFiles/Cache/TempImgs/2009/1/tnkremuk_300_0.jpg" border="2" alt="" width="200" height="132" align="left" />Sekedar kabar gembira, berdasarkan informasi dari <em>Al-Markaz Al-Filistini Al-I’lamy</em> dikabarkan bahwa Batalion Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas menegaskan Ahad malam kemarin bahwa mereka berhasil membunuh 11 serdadu Israel dan melukai 48 lainnya dalam 24 jam sejak operasi darat Israel dimulai di Jalur Gaza. Di antara korban yang tewas itu ada seorang komandan dengan pangkat kolonel. Sementara itu Jubir Batalion Al-Quds, sayap militer Jihad Islami, Abu Hamd menegaskan bahwa faksi-faksi perlawanan Palestina di wilayah perkampungan Zaitun berhasil   menghancurkan tujuh tank dan ada puluhan serdadu Israel tewas dan lainnya luka-luka. Ia menegaskan bahwa serdadu Israel terjebak dalam banyak ranjau bom.</p>
<p>Saudaraku, doa Anda tidak ada yang diabaikan oleh Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengbulkan doa hamba-hambaNya yang beriman dan beramal sholeh. Percayalah, kemenangan Islam dan Ummat Islam pasti terjadi, sebab itulah skenario Allah&#8230;.</p>
<p><em> Allahu Akbar wa lillahilhamd&#8230;!!!</em></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=291&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2009/01/09/bacakan-doa-qunut-nazilah-bagi-gaza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3048/2328536528_90f3495625_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2035/2479273165_79f5ac1d8a_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3237/2954313281_83f0c833f9_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.infopalestina.com/ms/DataFiles/Cache/TempImgs/2009/1/tnkremuk_300_0.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu AS</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2008/11/05/pemilu-as/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2008/11/05/pemilu-as/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 02:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Polling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=211&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><a name="pd_a_1077313"></a><div class="PDS_Poll" id="PDI_container1077313" style="display:inline-block;"></div><script type="text/javascript" language="javascript" charset="utf-8" src="http://static.polldaddy.com/p/1077313.js"></script>
		<noscript>
		<a href="http://answers.polldaddy.com/poll/1077313/">View This Poll</a><br/><span style="font-size:10px;"><a href="http://answers.polldaddy.com">polling</a></span>
		</noscript>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=211&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2008/11/05/pemilu-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Pornografi dalam RUU Masih Belum Konkrit</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2008/09/19/pengertian-pornografi-dalam-ruu-masih-belum-konkrit/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2008/09/19/pengertian-pornografi-dalam-ruu-masih-belum-konkrit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 07:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Porno]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[
Mengacu pada draft UU Pornografi yang akan disahkan pekan depan, dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=178&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" title="Anti Porno" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/09/tindak-tegas-maksiyater-091.jpg" alt="" width="136" height="146" /><br />
Mengacu pada draft UU Pornografi yang akan disahkan pekan depan, dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar kesusilaan masyarakat.<br />
<span id="more-178"></span><br />
Yang termasuk dalam cakupan pornografi menurut RUU ini adalah materi seksualitas yang mengandung unsur: (1) yang dapat membangkitkan hasrat seksual, dan/atau (2) melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam mayarakat.</p>
<p>Menurut Lajnah Tsaqafiyah Hizbut Tahrir Indonesia pengertian ini masih belum konkrit sehingga bisa menimbulkan multiinterpretasi masing-masing orang. Misalnya pada unsur pertama, apa batasannya membangkitkan hasrat seksual itu? Siapa yang berhak menentukan bahwa suatu materi seksual itu dinilai telah membangkitkan hasrat seksual?</p>
<p>Demikian juga dengan unsur kedua, apa yang dijadikan sebagai standar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat? Masyarakat yang mana? Bukankah di Indonesia terdapat banyak suku dan budaya yang memiliki standar nilai kesusilaan yang berbeda-beda?</p>
<p>Dalam pasal-pasal berikutnya memang dijelaskan beberapa jenis materi pornografi yang dilarang. Namun sayangnya, materi pornografi yang dilarang itu sangat sempit dan sedikit sehingga memberikan peluang lolosnya banyak materi pornografi di masyarakat.</p>
<p>Di samping mencakup materi seksualitas yang dibuat manusia, pengertian pornografi dalam RUU ini juga mencakup ’pertunjukan di muka umum’. Tampaknya, pengertian tersebut berusaha mencakup wilayah ’pornoaksi’. Akan tetapi jangkauannya amat sempit. Karena yan disebutkan hanya ’pertunjukan’ saja. Berbagai tindakan yang termasuk dalam ’pornoaksi’, tidak bisa dijerat dalam RUU ini. Sempitnya cakupan pornoaksi ini tentu akan berakibat banyak perbuatan yang sebenarnya termasuk dalam pornoaksi lolos dari larangan undang-undang ini.</p>
<p>Demikianlah ketika standar UU yang sudah lama umat menghendaki adanya UU yang tegas terhadap pornografi dan pornoaksi diserahkan kepada standar manusia yang bersifat lemah dan terbatas. Padahal Allah Swt., Pencipta manusia Yang Mahatahu, telah menggariskan peraturan yang jelas terkait masalah ini.</p>
<p>Seperti yang disampaikan Lajnah Tsaqafiyah Hizbut Tahrir Indonesia yang menegaskan bahwa Islam memiliki konsep yang jelas untuk mengubur maraknya pornografi dan pornoaksi tersebut.</p>
<p>Islam memang tidak secara jelas memberikan pengertian tentang pornografi. Namun, Islam memiliki konsep tentang aurat yang jelas dan baku. Aurat laki-laki, baik terhadap sesama laki-laki maupun terhadap wanita adalah antara pusar dan lutut. Sementara aurat wanita terhadap laki-laki asing (bukan suami dan mahramnya) adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Di samping itu, pakaian yang dikenakannya sudah ditentukan yakni: jilbab dan kerudung—adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.</p>
<p>Aurat tersebut wajib ditutup dan tidak boleh dilihat kecuali orang yang berhak, terlepas terlihatnya aurat itu dapat membangkitkan birahi atau tidak. Konsep ini jauh bermartabat daripada konsep mengenai pornografi.</p>
<p>Islam juga melarang beberapa tindak yang berkaitan dengan tata pergaulan pria dan wanita. Di antaranya Islam melarang tabarruj (berhias berlebihan di ruang publik), berciuman, berpelukan, bercampur-baur antara pria-wanita, berkhalwat dengan wanita bukan mahram, dan segala perbuatan yang dapat mengantarkan perzinaan. Konsep ini jauh bermartabat daripada konsep mengenai pornoaksi</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=178&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2008/09/19/pengertian-pornografi-dalam-ruu-masih-belum-konkrit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/09/tindak-tegas-maksiyater-091.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anti Porno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Penguasa Tidak Boleh Ditaati?</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2008/08/26/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2008/08/26/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 17:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Penguasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Taat Kepada Penguasa
Mentaati penguasa merupakan salah satu kewajiban seorang Muslim. Allah swt berfirman:
 
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
 “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=164&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Taat Kepada Penguasa</span></strong></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Mentaati penguasa merupakan salah satu kewajiban seorang Muslim.<span> </span>Allah swt berfirman:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:center;text-indent:0;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;font-weight:normal;">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"><span> </span>“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kalian.<span> </span>Kemudian, jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.<span> </span>Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya.”</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"> </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">[</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">TQS. </span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">al-Nisaa’:59</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">]</span><span id="more-164"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Ketika menafsirkan surat al-Nisa’:59, Imam Nasafiy menyatakan: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">ودلت الآية على أن طاعة الأمراء واجبة إذا وافقوا الحق فإذا خالفوه فلا طاعة لهم لقوله عليه السلام ” لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق ” . وحكي أن مسلمة بن عبد الملك بن مروان قال لأبي حازم : ألستم أمرتم بطاعتنا بقوله : و«أولي الأمر منكم»؟ فقال أبو حازم : أليس قد نزعت الطاعة عنكم إذا خالفتم الحق . بقوله «فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى الله» أي القرآن و«الرسول» في حياته وإلى أحاديثه بعد وفاته { ذلك } إشارة إلى الرد أي الرد إلى الكتاب والسنة</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">“<em>Ayat ini menunjukkan bahwa taat kepada para pemimpin adalah wajib, jika mereka sejalan dengan kebenaran.<span> </span>Apabila ia berpaling dari kebenaran, maka tidak ada ketaatan bagi mereka.<span> </span>Ketetapan semacam ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw, “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiyatan kepada Allah.”</em>[HR. Ahmad].<span> </span><em>Dituturkan bahwa Maslamah bin Abdul Malik bin Marwan berkata kepada Abu Hazim,” Bukankah engkau diperintahkan untuk mentaati kami, sebagaimana firman Allah, “dan taatlah kepada ulil amri diantara kalian..”</em><span> </span><em>Ibnu Hazim menjawab, “Bukankah ketaatan akan tercabut dari anda, jika anda menyelisihi kebenaran, berdasarkan firman Allah,<strong> </strong>“jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah, yakni kepada<span> </span>Rasul pada saat beliau masih hidup, dan kepada hadits-hadits Rasul setelah beliau saw wafat..”</em><a name="_ftnref1" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[1]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Pendapat senada juga dikemukakan oleh al-Hafidz al-Suyuthi dalam kitab Tafsirnya, <em>al-Durr al-Mants</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">û</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">r, </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Imam Syaukani dalam <em>Fat<span style="text-decoration:underline;">h</span> al-Qad</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">î</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">r</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">, dan serta kalangan mufassir lainnya.<span> </span>Ibnu al-‘Arabiy, dalam kitab <em>A<span style="text-decoration:underline;">h</span>k</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">m al-Qur’</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">n, </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">menyatakan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">“<em>Kemudian mereka diperintahkan untuk mentaati pemimpin (ulil amri) yang telah diperintahkan oleh Rasulullah. Ketaatan kepada mereka bukanlah ketaatan mutlak, akan tetapi yang dikecualikan dalam hal ketaatan dan apa yang diwajibkan kepada mereka….”</em><a name="_ftnref2" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[2]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Dalam kitab <em>Minh</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">j al-Sunnah</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">, Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">“<em>Sesungguhnya, Nabi saw telah memerintahkan untuk taat kepada imam (pemimpin) legal yang memiliki kekuasaan, dan mampu mengatur urusan masyarakat.<span> </span>Tidak ada ketaatan bagi pemimpin yang tidak dikenal dan tidak legal.<span> </span>Tidak ada ketaatan bagi orang yang tidak memiliki kekuasaan dan tidak memiliki kemampuan apapun, secara asal. “<a name="_ftnref3" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;">[3]</span></strong></span></span></span></a></em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Di dalam hadits-hadits shahih juga dituturkan mengenai kewajiban mentaati penguasa (<em>ulil amriy</em>), baik yang adil maupun fasik.<span> </span>Imam Bukhari menuturkan sebuah riwayat dari Abi Salamah bin ‘Abdirrahman, bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;font-weight:normal;">مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيرِي فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ عَصَى أَمِيرِي فَقَدْ عَصَانِي</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"><span> </span>“<em>Rasulullah saw telah bersabda</em>, “<em>Siapa saja yang mentaati aku, maka dia telah mentaati Allah swt, dan barang siapa bermaksiyat kepadaku, sungguh dia telah bermaksiyat kepada Allah.<span> </span>Siapa saja yang mentaati pemimpinku, maka dia telah mentaatiku; dan barangsiapa tidak taat kepada pemimpinku, maka dia telah berbuat maksiyat kepadaku..”</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"> </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">[</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">HR. Bukhari</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">]</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Hisyam bin ‘Urwah meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ra, bahwasanya ia menyatakan, bahwa Rasulullah saw bersabda:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">سَيَلِيْكُمْ بَعْدِي وُلَاةٌ فَيَلِيْكُمُ الْبِرَّ بِبِرِّهِ وَالْفَاجِرُ بِفُجُوْرِهِ فَاسْمَعُوْا لَهُمْ وَأَطِيْعُوْا فِي كُلِّ مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَصَلُّوْا وَرَاءَهُمْ فَإِنْ أَحْسَنُوْا فَلَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ أًَسَاءُوْا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ</span><strong></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span><span> </span>“<em>Setelahku akan ada para penguasa, maka yang baik akan memimpin kalian dengan kebaikannya, sedangkan yang jelek akan memimpin kalian dengan kejelekannya.<span> </span>Untuk itu, dengar dan taatilah mereka dalam segala urusan bila sesuai dengan yang haq.<span> </span>Apabila mereka berbuat baik, maka kebaikan itu adalah hak bagi kalian.<span> </span>Apabila mereka berbuat jelek maka kejelekan itu hak bagi kalian untuk mengingatkan mereka, serta kewajiban mereka untuk melaksanakannya.”</em></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Imam Bukhari menuturkan sebuah hadits dari ‘Abdullah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda kepada kami:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">سَتَكُونُ أَثَرَةٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ تُؤَدُّونَ الْحَقَّ الَّذِي عَلَيْكُمْ وَتَسْأَلُونَ اللَّهَ الَّذِي لَكُمْ</span><strong></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>“<em>Kalian akan melihat pada masa setelahku, ada suatu keadaan yang tidak disukai serta hal-hal yang kalian anggap mungkar.<span> </span>Mereka (para shahabat) bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami, wahai Rasulullah?<span> </span>Beliau menjawab, “Tunaikanlah hak mereka, dan memohonlah kepada Allah hak kalian.”</em></span><em><span> </span></em><span>[</span><strong><span>HR. Bukhari</span></strong><span>]</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Abu Raja’, dari Ibnu ‘Abbas, dinyatakan, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ لَيْسَ أَحَدٌ مِنْ النَّاسِ خَرَجَ مِنْ السُّلْطَانِ شِبْرًا فَمَاتَ عَلَيْهِ إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>“<em>Barangsiapa membenci sesuatu yang ada pada pemimpinnya, hendaklah ia bersabar.<span> </span>Sebab, tak seorangpun boleh memisahkan diri dari jama’ah, sekalipun hanya sejengkal, kemudian dia mati, maka matinya adalah seperti mati jahiliyyah</em>.”</span><span> </span><span>[<strong>HR. Bukhari</strong>]</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dalam <em>Syar<span style="text-decoration:underline;">h</span> an-Nawawi ‘al<span>â</span> Shahiih Muslim</em> telah dinyatakan, “<em>Memisahkan diri dari mereka —maksudnya, para penguasa— hukumnya jelas haram, berdasarkan ijma’ kaum Muslim, walaupun para penguasa itu orang yang fasik dan zalim. Banyak hadits yang menunjukkan pengertian seperti <span> </span>pendapat saya ini”</em>.<a name="_ftnref4" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[4]</span></span></span></span></a><span> </span></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Hadits-hadits di atas merupakan hujjah<span> </span>yang sangat jelas wajibnya seorang Muslim mentaati penguasa meskipun ia terkenal fasik dan dzalim.<span> </span>Bahkan di dalam riwayat-riwayat lain, Rasulullah saw telah memberikan penegasan (<em>ta’k</em></span><em><span>î</span></em><em><span>d</span></em><span>) agar kaum Muslim tetap mentaati penguasa dalam kondisi apa pun.<span> </span></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span>Kapan Penguasa Tidak Boleh Ditaati?</span></strong></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Meskipun kaum Muslim diperintahkan untuk tetap mentaati penguasa dzalim dan fasiq<a name="_ftnref5" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[5]</span></span></span></span></a>, dan dilarang memerangi dengan pedang, akan tetapi dalam satu kondisi; kaum mukmin wajib memisahkan diri dari mereka, tidak memberikan ketaatan kepada mereka, dan<span> </span>diperbolehkan memerangi mereka dengan pedang, yaitu, jika mereka telah menampakkan kekufuran yang nyata.<span> </span>Ketentuan semacam ini didasarkan pada riwayat-riwayat berikut ini.<span> </span>Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">سَتَكُونُ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span>“Akan datang<span> </span>para penguasa, lalu kalian akan mengetahui kemakrufan dan kemungkarannya, maka siapa saja yang membencinya akan bebas (dari dosa), dan siapa<span> </span>saja yang mengingkarinya dia akan selamat, tapi siapa saja yang rela dan mengikutinya (dia akan celaka)”. Para shahabat bertanya, “Tidaklah kita perangi mereka?” Beliau bersabda, “Tidak, selama mereka masih menegakkan sholat” </span></em><span>Jawab Rasul.” [</span><strong><span>HR. Imam Muslim</span></strong><span>]<em></em></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Tatkala berkomentar terhadap hadits ini, Imam Nawawi, dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">“</span><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">قوله صلى الله عليه وسلم : ( ستكون أمراء فتعرفون وتنكرون فمن عرف فقد برئ ومن أنكر سلم , ولكن من رضي وتابع , قالوا : أفلا نقاتلهم ؟ قال : لا . . . ما صلوا ” هذا الحديث فيه معجزة ظاهرة بالإخبار بالمستقبل , ووقع ذلك كما أخبر صلى الله عليه وسلم . وأما قوله صلى الله عليه وسلم : ( فمن عرف فقد برئ ) وفي الرواية التي بعدها : ( فمن كره فقد برئ ) فأما رواية من روى ( فمن كره فقد برئ ) فظاهرة , ومعناه : من كره ذلك المنكر فقد برئ من إثمه وعقوبته , وهذا في حق من لا يستطيع إنكاره بيده لا لسانه فليكرهه بقلبه , وليبرأ . وأما من روى ( فمن عرف فقد برئ ) فمعناه &#8211; والله أعلم &#8211; فمن عرف المنكر ولم يشتبه عليه ; فقد صارت له طريق إلى البراءة من إثمه وعقوبته بأن يغيره بيديه أو بلسانه , فإن عجز فليكرهه بقلبه . وقوله صلى الله عليه وسلم : ( ولكن من رضي وتابع ) معناه : لكن الإثم والعقوبة على من رضي وتابع . وفيه : دليل على أن من عجز عن إزالة المنكر لا يأثم بمجرد السكوت . بل إنما يأثم بالرضى به , أو بألا يكرهه بقلبه أو بالمتابعة عليه . وأما قوله : ( أفلا نقاتلهم ؟ قال : لا , ما صلوا ) ففيه معنى ما سبق أنه لا يجوز الخروج على الخلفاء بمجرد الظلم أو الفسق ما لم يغيروا شيئا من قواعد الإسلام .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">“Sabda Nabi saw, “(<em>Satuk</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">û</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">nu umar</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">u fa ta’rif</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">û</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">a wa tunkir</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">û</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">n faman ‘arifa faqad bari`a wa man ankara salima, wa lakin man radhiya wa t</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">ba’a, q</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">l</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">û</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">: afal</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> nuq</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">tiluhum? Q</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">la: L</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">…m</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> shall</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">û</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">)”, hadits ini, di dalamnya terkandung mukjizat yang sangat nyata mengenai informasi yang akan terjadi di masa mendatang, dan hal ini telah terjadi sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi saw.<span> </span>Adapun sabda Rasulullah saw, “(<em>faman ‘arafa faqad bari`a</em>) dan dalam riwayat lain dituturkan, “(<em>faman kariha faqad bari`a</em>).<span> </span>Adapun riwayat dari orang yang meriwayatkan, “(<em>faman kariha faqad bari`a</em>), maka hal ini sudah sangat jelas. Maknanya adalah, ”Siapa saja yang membenci kemungkaran tersebut, maka terlepaslah dosa dan siksanya.<span> </span>Ini hanya berlaku bagi orang yang tidak mampu mengingkari dengan tangan dan lisannya, lalu ia mengingkari kemungkaran itu dengan hati.<span> </span>Dengan demikian, ia telah terbebas (dari dosa dan siksa). Adapun orang yang meriwayatkan dengan redaksi ”(<em>faman ’arafa bari`a</em>), maknanya adalah –Allah swt yang lebih Mengetahui–, ”Siapa saja yang menyaksikan kemungkaran, kemudian ia tidak mengikutinya, maka ia akan mendapat jalan untuk terlepas dari dosa dan siksanya dengan cara mengubah kemungkaran itu dengan tangan dan lisannya.<span> </span>Dan jika tidak mampu, hendaknya ia mengingkari kemungkaran itu dengan hatinya.<span> </span>Sedangkan sabda beliau, ”(<em>walakin man radhiya wa t</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">ba’a</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">)”, maknanya adalah, akan tetapi, dosa dan siksa akan dijatuhkan kepada orang yang meridloi dan mengikuti.<span> </span>Hadits ini merupakan dalil, bahwa orang yang tidak mampu melenyapkan kemungkaran tidak akan berdosa meskipun hanya <em>suk</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">û</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">t</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> (mengingkari kemungkaran dengan diam).<span> </span>Namun, ia berdosa jika ridlo dengan kemungkaran itu, atau jika<span> </span>tidak membenci kemungkaran itu, atau malah mengikutinya.<span> </span>Adapun sabda Rasulullah saw, ”(<em>Afal</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> nuq</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">tiluhum? Q</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">la” L</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">, m</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> shalluu</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">), di dalamnya terkandung makna sebagaimana disebutkan sebelumnya, yakni tidak boleh memisahkan diri dari para khalifah, jika sekedar dzalim dan fasik, dan selama mereka<span> </span>tidak mengubah salah satu dari sendi-sendi Islam”.<a name="_ftnref6" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;">[6]</span></strong></span></span></strong></span></a></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Dalam hadits ‘Auf bin Malik yang diriwayatkan Imam Muslim, juga<span> </span>diceritakan:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;font-weight:normal;">قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ لَا مَا أَقَامُوا فِيكُمْ الصَّلَاةَ</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">“Ditanyakan,”Ya Rasulullah, mengapa kita tidak memerangi mereka dengan pedang?!</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">‘ <em>Lalu dijawab, ”Tidak, selama di tengah kalian masih ditegakkan shalat</em>.” [</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">HR. Imam Muslim</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">]</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Dalam riwayat lain, mereka berkata:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"> </span></em></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:130%;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">“Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, mengapa kita tidak mengumumkan perang terhadap mereka ketika itu?!</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">‘ Beliau menjawab, <em>‘Tidak, selama mereka masih sholat.”</em></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Ubadah bin Shamit, bahwasanya dia berkata:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;font-weight:normal;">دَعَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعْنَاهُ فَقَالَ فِيمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةً عَلَيْنَا وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنْ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">“<em>Nabi SAW mengundang kami, lalu kami mengucapkan baiat kepada beliau dalam segala sesuatu yang diwajibkan kepada kami bahwa kami berbaiat kepada beliau untuk selalu mendengarkan dan taat [kepada Allah dan Rasul-Nya], baik dalam kesenangan dan kebencian kami, kesulitan dan kemudahan kami dan beliau juga menandaskan kepada kami untuk tidak mencabut suatu urusan dari ahlinya kecuali jika kalian (kita) melihat kekufuran secara nyata [dan] memiliki bukti yang kuat dari Allah.”</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"> </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">[</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">HR. Bukhari</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">]</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Hadits-hadits ini telah mengecualikan larangan untuk memisahkan diri dan memerangi penguasa dengan pedang pada satu kondisi, yakni ”kekufuran yang nyata”.<span> </span>Artinya, jika seorang penguasa telah melakukan kekufuran yang nyata, maka kaum Mukmin wajib melepaskan ketaatan dari dan diperbolehkan memerangi mereka dengan pedang.<span> </span></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Al-Hafidz Ibnu Hajar, tatkala mengomentari hadits-hadits di atas menyatakan, jika kekufuran penguasa bisa dibuktikan dengan ayat-ayat, nash-nash, atau berita shahih yang tidak memerlukan takwil lagi, maka seorang wajib memisahkan diri darinya.<span> </span>Akan tetapi, jika bukti-bukti kekufurannya masih samar dan masih memerlukan takwil,<span> </span>seseorang tetap tidak boleh memisahkan diri dari penguasa.<a name="_ftnref7" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[7]</span></span></span></span></a> <em></em></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Imam al-Khathabiy menyatakan; yang dimaksud dengan “<em>kufran bawahan</em>“<span> </span>(kekufuran yang nyata) adalah “<em>kufran dz</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">hiran b</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">diyan</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">” (kekufuran yang nyata dan terang benderang)<a name="_ftnref8" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[8]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">‘Abdul Qadim Zallum, dalam <em>Nidz</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">m al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>ukmi fi al-Isl</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">m, </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">menyatakan, bahwa maksud dari sabda Rasulullah saw “<em>selama mereka masih mengerjakan sholat</em>“, adalah selama mereka masih memerintah dengan Islam; yakni menerapkan hukum-hukum Islam, bukan hanya mengerjakan sholat belaka.<span> </span>Ungkapan semacam ini termasuk dalam <em>majaz</em> <em>ithl</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">q al-juz`iy wa ir</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">d</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">t al-kulli</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"> (disebutkan sebagian namun yang dimaksud adalah keseluruhan).<a name="_ftnref9" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[9]</span></span></span></span></a> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Masih menurut ‘Abdul Qadim Zallum, riwayat yang dituturkan oleh ‘Auf bin Malik, Ummu Salamah, dan ‘Ubadah bin Shamit, seluruhnya berbicara tentang <em>khuruj ‘ala al-imaam</em> (memisahkan diri dari imam), yakni larangan memisahkan diri dari imam.<span> </span>Ini termaktub dengan jelas pada redaksi hadits: “<em> Para shahabat bertanya, “Tidaklah kita perangi mereka?” Beliau bersabda, “Tidak, selama mereka masih menegakkan sholat” </em>Jawab Rasul.” [HR. Imam Muslim].<span> </span>Dengan demikian, hadits ini merupakan larangan bagi kaum Muslim untuk memisahkan diri dari penguasa, meskipun ia terkenal fasiq dan dzalim.<a name="_ftnref10" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[10]</span></span></span></span></a><span> </span></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Masih menurut ‘Abdul Qadim Zallum; akan tetapi, larangan memisahkan diri dari penguasa telah dikecualikan oleh potongan kalimat berikutnya, yakni,”<em> kecuali jika kalian (kita) melihat kekufuran secara nyata dan memiliki bukti yang kuat dari Allah.”</em>[HR. Bukhari].<span> </span>Ini menunjukkan, bahwa seorang Muslim wajib memisahkan diri dari penguasa, bahkan boleh memerangi mereka dengan pedang, jika telah terbukti dengan nyata dan pasti, bahwa penguasa tersebut telah terjatuh ke dalam “kekufuran yang nyata.” <a name="_ftnref11" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[11]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Bukti-bukti yang membolehkan kaum Muslim memerangi khalifah haruslah bukti yang menyakinkan (qath’iy).<span> </span>Ini didasarkan pada kenyataan, bahwa kekufuran adalah lawan keimanan.<span> </span>Jika keimanan harus didasarkan pada bukti-bukti yang menyakinkan (qath’iy), demikian juga mengenai kekufuran.<span> </span>Kekufuran harus bisa dibuktikan berdasarkan bukti maupun fakta yang pasti, tidak samar, dan tidak memerlukan takwil lagi.<span> </span>Misalnya, jika seorang penguasa telah murtad dari Islam, atau mengubah sendi-sendi ‘aqidah dan syariat Islam berdasarkan bukti yang menyakinkan, maka ia tidak boleh ditaati, dan wajib diperangi.<span> </span>Sebaliknya, jika bukti-bukti kekufurannya tidak pasti, samar, dan masih mengandung takwil, seorang Muslim tidak diperkenankan mengangkat pedang di hadapannya.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Imam Nawawiy, di dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;font-weight:normal;">قال القاضي عياض : أجمع العلماء على أن الإمامة لا تنعقد لكافر , وعلى أنه لو طرأ عليه الكفر انعزل , قال : وكذا لو ترك إقامة الصلوات والدعاء إليها , ….. قال القاضي : فلو طرأ عليه كفر وتغيير للشرع أو بدعة خرج عن حكم الولاية , وسقطت طاعته , ووجب على المسلمين القيام عليه , وخلعه ونصب إمام عادل إن أمكنهم ذلك.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Imam Qadliy ‘Iyadl menyatakan, “<em>Para ulama telah sepakat bahwa imamah tidak sah diberikan kepada orang kafir.<span> </span>Mereka juga sepakat, seandainya seorang penguasa terjatuh ke dalam kekafiran, maka ia wajib dimakzulkan.<span> </span>Beliau juga berpendapat, “Demikian juga jika seorang penguasa meninggalkan penegakkan sholat dan seruan untuk sholat…Imam Qadliy ’Iyadl berkata, ”Seandainya seorang penguasa terjatuh ke dalam kekufuran dan mengubah syariat, atau terjatuh dalam bid’ah yang mengeluarkan dari hukm al-wilayah (tidak sah lagi mengurusi urusan pemerintahan), maka terputuslah ketaatan kepadanya, dan wajib atas kaum Muslim untuk memeranginya, memakzulkannya, dan mengangkat seorang imam adil, jika hal itu memungkinkan bagi mereka”.<a name="_ftnref12" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;">[12]</span></strong></span></span></span></a></em></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Patut dicatat, kewajiban memerangi penguasa yang telah terjatuh ke dalam “kekufuran yang nyata” berlaku bagi penguasa yang sebelumnya menerapkan sistem Islam, kemudian ia mengubahnya menjadi sistem kufur.<span> </span>Pada saat itu, umat Islam harus mencegah tindakan tersebut sekalipun dengan mengangkat senjata.<span> </span>Sedangkan apabila penguasa itu sejak awal menerapkan sistem kufur, maka tindakan yang dilakukan terhadapnya tidak dengan mengangkat senjata.<span> </span>Namun, melalui aktivitas dakwah yang mengikuti thariqah dakwah Rasulullah saw dalam mengubah masyarakat kufur menjadi masyarakat Islam. Dan thariqah dakwah Rasulullah saw dalam mengubah masyarakat kufur menjadi masyarakat Islam tidak menggunakan kekerasan dan senjata.<span> </span>Beliau saw melakukan pembinaan (<em>tatsqif</em>), berinteraksi dengan umat (<em>tafaa’ul ma’a al-ummah</em>), dan<span> </span>pengambilalihan kekuasaan (<em>istilaam al-hukm</em>).</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Status Penguasa Dalam Sistem Kufur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Para ulama telah sepakat; seorang Muslim wajib memisahkan diri dari penguasa yang telah terjatuh kepada kekufuran yang nyata, berdasarkan hadits-hadits shahih di atas.<span> </span>Mereka juga sepakat mengenai bolehnya memerangi penguasa yang telah terjatuh kepada kekufuran yang nyata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Di dalam <em>Syar<span style="text-decoration:underline;">h</span> an-Nawawi ‘al</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> Shah</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">î</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">h Muslim</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">, dijelaskan sebagai berikut,” <em>al-Q</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">dhi ‘Iy</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">dh berkata, “Para ulama’ telah sepakat, bahwa jabatan imamah tidak boleh diserahkan kepada orang kafir, kalau tiba-tiba kekufuran itu menimpa dirinya.<span> </span>Dalam kondisi semacam ini ia wajib dipecat. Beliau berkata,” Ketentuan ini juga berlaku jika ia meninggalkan penegakkan sholat dan dakwah untuk mendirikan sholat.<span> </span>Lalu, Imam Nawawi berkata,” al-Qaadhi berkata,” “Seandainya khalifah terjatuh ke dalam kekufuran, atau mengubah syariat, atau melakukan bid’ah yang bisa mengeluarkan dirinya dari jabatan kepala negara; maka ia tidak wajib ditaati.<span> </span>Kaum Muslim wajib mengangkat senjata, mencopotnya, dan mengangkat imam adil yang baru, jika mereka mampu melakukan hal itu.”</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">.<a name="_ftnref13" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[13]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Pertanyaannya, kapan seorang penguasa dianggap telah terjatuh kepada ”kekufuran yang nyata”, sehingga kaum Muslim harus melepaskan ketaatan kepada mereka?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Dr. Muhammad Khair Haekal menyatakan; penguasa dianggap telah terjatuh kepada kekufuran yang nyata, jika ia berada dalam kondisi-kondisi berikut ini;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Kekufuran nyata yang terjadi pada diri penguasa itu sendiri.<span> </span>Para ulama berpendapat mengenai wajibnya “<em>mun</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">za’ah</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">” (merebut kekuasaan) dari penguasa yang telah keluar dari Islam<a name="_ftnref14" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[14]</span></span></span></span></a>.<span> </span>Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari ‘Ubadah bin Shaamit ra, bahwasanya ia berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">دَعَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعْنَاهُ فَقَالَ فِيمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةً عَلَيْنَا وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنْ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">“<em>Nabi SAW mengundang kami, lalu kami mengucapkan baiat kepada beliau dalam segala sesuatu yang diwajibkan kepada kami bahwa kami berbaiat kepada beliau untuk selalu mendengarkan dan taat [kepada Allah dan Rasul-Nya], baik dalam kesenangan dan kebencian kami, kesulitan dan kemudahan kami dan beliau juga menandaskan kepada kami untuk tidak mencabut suatu urusan dari ahlinya kecuali jika kalian (kita) melihat kekufuran secara nyata [dan] memiliki bukti yang kuat dari Allah.”</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;"> </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">[</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">HR. Bukhari dan Muslim</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Kekufuran nyata yang terjadi pada individu-individu kaum Muslim karena kemurtadan mereka dari Islam, namun hal ini tidak diingkari atau dicegah oleh penguasa.<span> </span>Ketentuan ini didasarkan pada riwayat-riwayat yang bertutur wajibnya merebut kekuasaan ketika telah terjadi kekufuran yang nyata pada individu-individu kaum Muslim, dan penguasa tidak mengingkari kekufuran ini.<span> </span>Menurut Dr. Mohammad Khair Haekal, kekufuran tersebut tidak dibatasi hanya kepada penguasa saja atau selain penguasa.<span> </span>Hadits-hadits itu hanya di<em>taqyiid</em> (dibatasi) dengan kata “<em>bawahan</em>” (nyata) belaka; yakni kekufuran tersebut terjadi secara terang-terangan, telah tersebar luas, dan sudah tidak bisa diingkari lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"><span>3.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Kekufuran nyata yang berasal dari sistem pemerintahannya, yakni, ketika penguasa tersebut menegakkan sistem pemerintahan di atas aqidah kufur, walaupun penguasa itu belum dianggap kafir.<span> </span>Ketentuan ini didasarkan pada riwayat-riwayat yang menuturkan wajibnya merebut kekuasaan dari penguasa jika telah tampak kekufuran yang nyata.<span> </span>Frase “<em>kekufuran nyata</em>” yang terdapat di dalam nash-nash tersebut tidak hanya diterapkan kepada penguasa yang jatuh kepada kekufuran maupun kepada selain penguasa; akan tetapi juga bisa diberlakukan pada sistem pemerintahan yang ditegakkan di atas aqidah kufur, misalnya atheisme maupun sekulerisme; dan selanjutnya, sistem ini dipaksakan dan diberlakukan di tengah-tengah masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Oleh karena itu, jika seorang penguasa memerintahkan rakyatnya melakukan kemaksiyatan, namun selama sistem aturannya menganggap kemaksiyatan itu sebagai tindak penyimpangan terhadap aturan, maka dalam kondisi semacam ini belum terwujud apa yang disebut dengan “kekufuran yang nyata”, baik pada penguasa maupun sistem pemerintahannya. Namun, bila kemaksiyatan yang dilakukannya berpijak kepada sistem aturan yang justru melegalkan dan mensahkan tindak kemaksiyatan tersebut, misalnya, karena sistem aturannya dibangun berdasarkan sekulerisme–, maka kemaksiyatan semacam ini dianggap sebagai “<em>kekufuran yang nyata</em>“<a name="_ftnref15" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[15]</span></span></span></span></a>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Kesimpulan</span></strong></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Berdasarkan penjelasan Dr. Muhammad Khair Haekal di atas dapatlah disimpulkan bahwa penguasa-penguasa yang menjadikan aqidah kufur sebagai asas negara –semacam demokrasi dan sekulerisme–, serta menerapkan aturan-aturan kufur telah terjatuh kepada tindak ”kekufuran yang nyata” (<em>kufran shurahan</em>), walaupun secara individu mereka masih mengerjakan sholat. <span> </span>Begitu pula jika mereka tidak lagi menyeru rakyat untuk menegakkan sholat dengan cara menegakkan sanksi bagi orang yang tidak mengerjakan sholat; atau jika mereka sudah mengubah salah satu sendi dari Islam; maka dalam kondisi semacam ini mereka tidak boleh ditaati, bahkan kaum Muslim wajib memisahkan diri dari mereka dan memakzulkan mereka jika memungkinkan. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-weight:normal;">Pendapat ini sejalan dengan penjelasan Imam Syaukaniy ketika menafsirkan firman Allah swt, surat An Nisa’ ayat 59; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">“</span></strong><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">وأولي الأمر هم : الأئمة ، والسلاطين ، والقضاة ، وكل من كانت له ولاية شرعية لا ولاية طاغوتية</span><span style="font-size:16pt;line-height:130%;">”</span><span style="font-size:16pt;line-height:130%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">“Ulil amriy adalah para imam, sultan, qadliy, dan setiap orang yang memiliki kekuasaan syar’iyyah<a name="_ftnref16" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;">[16]</span></strong></span></span></span></a> bukan kekuasaan thaghutiyyah<a name="_ftnref17" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;">[17]</span></strong></span></span></span></a>”.<a name="_ftnref18" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftn18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:10pt;">[18]</span></strong></span></span></span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Walhasil, penguasa-penguasa di negeri-negeri kaum Muslim saat ini telah terjatuh ke dalam kekufuran yang nyata.<span> </span>Kaum Muslim wajib memisahkan diri dari mereka, tidak memberikan ketaatan kepada mereka, dan dengan sekuat tenaga berjuang untuk mengganti system kufur tersebut menjadi system Islam.<span> </span>Inilah pendapat yang lurus, suci, dan dipegang oleh para ulama-ulama wara’.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">Sayangnya, ketentuan semacam ini telah dikaburkan dan diselewengkan oleh ulama-ulama <em>salatin</em> yang rela berkhianat terhadap umat Islam untuk melanggengkan eksistensi penguasa dan pemerintahan kufur melalui fatwa-fatwa culas dan penuh dengan pengkhianatan.<span> </span><span> </span>Ulama-ulama ini tidak segan-segan dan malu-malu menyerukan kepada umat Islam agar mereka tetap mentaati penguasa-penguasa sekarang, padahal para penguasa itu telah terjatuh ke dalam “<em>kekufuran yang nyata</em>”.<span> </span><em>WaLl</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">hu al-H</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">diy al-Muwaffiq ila Aqw</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">m al-Th</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">â</span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">riq</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;">.<em> </em><strong>(Syamsuddin Ramadhan, Lajnah Tsaqafiyyah Hizbut Tahrir Indonesia).</strong></span></p>
<div>
<hr size="1" />
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[1]</span></span></span></span></a><span lang="ES"> Imam Nasafiy, <em>Madaarik al-Tanziil wa Haqaaiq al-Ta`wiil</em>, surat al-Nisaa’:59</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[2]</span></span></span></span></a><span lang="ES"> Ibnu al-‘Arabiy, <em>Ahkaam al-Quran, tafsir surat al-Nisaa’:59</em></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn3" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[3]</span></span></span></span></a><span> <em><span lang="ES">Minhaaj al-Sunnah</span></em><span lang="ES">, juz 1/115</span></span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn4" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[4]</span></span></span></span></a> Imam al-Nawawi, <em>Syarh Shahih Muslim, </em>juz VIII, hal. 35.<em> </em></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn5" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[5]</span></span></span></span></a><span lang="ES"><span> </span>Yang dimaksud penguasa fasiq dan dzalim yang tetap harus ditaati adalah penguasa-penguasa yang masih menerapkan sistem Islam untuk mengatur urusan negara dan rakyat, namun berbuat dzalim dan fasiq.<span> </span>Dengan kata lain, selama mereka masih menerapkan sistem pemerintahan Islam, menjadikan aqidah Islamiyyah sebagai landasan dasar negara dan masyarakat, serta menerapkan syariat Islam untuk mengatur urusan rakyat; kaum Muslim wajib mentaati mereka, meskipun penguasa tersebut dzalim dan fasiq.</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn6" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[6]</span></span></span></span></a> Imam al-Nawawiy, <em>Syarah Shahih Muslim</em>, juz<span> </span>12/243-244</p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn7" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[7]</span></span></span></span></a><span lang="ES"> Al-Hafidz Ibnu Hajar, <em>Fath al-Baariy, </em>juz 13/8-9<em></em></span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn8" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[8]</span></span></span></span></a><span lang="ES"> Ibid, juz 13/8</span></p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn9" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[9]</span></span></span></span></a><span lang="ES"> ‘Abdul Qadim Zallum, <em>Nidzam al-Hukmi fi al-Islaam, </em>hal. 257-258</span></p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn10" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[10]</span></span></span></span></a> Ibid, hal. 258-260</p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn11" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[11]</span></span></span></span></a> Ibid, hal. 259-260</p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn12" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[12]</span></span></span></span></a> Imam Muslim, Syarah Shahih Muslim, juz 8, hal. 35-36</p>
</div>
<div id="ftn13">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn13" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[13]</span></span></span></span></a> Imam al-Nawawiy, Syarah Shahih Muslim, juz VIII, hal. 35-36.</p>
</div>
<div id="ftn14">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn14" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[14]</span></span></span></span></a><span dir="rtl"> </span>Imam al-Nawawiy, <em>Syarah Shahih Muslim, </em>juz 8, hal. 35-36.<span> </span><span lang="ES">Al-Hafidz Ibnu Hajar, <em>Fath al-Baariy, </em>juz 13, hal. 8</span></p>
</div>
<div id="ftn15">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn15" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[15]</span></span></span></span></a> Dr. Mohammad Khair Haekal, <em>al-Jihaad wa al-Qitaal fi al-Siyaasah al-Syar’iyyah, </em>juz 1, hal. 130-131.<span> </span>Buku ini merupakan desertasinya untuk meraih gelar doctor dari Kuliah al-Imam al-Auza’iy, pada al-Dirasah al-Islaamiyyah di Beirut pada tahun 1412 H. Desertasi ini meraih gelar <em>imtiyaaz ma’ al-tanwiih</em> (<em>summa cum laude</em>); bahkan jika ada gelar yang lebih tinggi daripada <em>summa cum laude</em> tentu beliau akan meraihnya.</p>
</div>
<div id="ftn16">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn16" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[16]</span></span></span></span></a> K<span>ekuasaan atau pemerintahan yang didasarkan pada aqidah dan syariat Islam.</span></p>
</div>
<div id="ftn17">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn17" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[17]</span></span></span></span></a> K<span>ekuasaan atau pemerintahan yang didasarkan pada aqidah dan system kufur.</span></p>
</div>
<div id="ftn18">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn18" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/23/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/#_ftnref18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[18]</span></span></span></span></a> Imam al-Syaukaniy, <em>Fath al-Qadiir, </em>juz 2, hal. 166.</p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hepyes.wordpress.com/164/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hepyes.wordpress.com/164/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=164&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2008/08/26/kapan-penguasa-tidak-boleh-ditaati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AS Memimpin Dunia Menuju Krisis Pangan Dan Energi</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2008/07/10/as-memimpin-dunia-menuju-krisis-pangan-dan-energi/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2008/07/10/as-memimpin-dunia-menuju-krisis-pangan-dan-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 02:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Sistem kapitalisme Barat dan berbagai kebijakan pemerintahan konservatif kanan AS yang arogan telah memicu terjadinya krisis harga minyak dan krisis pangan yang melanda dunia. Kedua krisis ini telah menyebabkan dunia diambang krisis kelaparan  yang mengancam jutaan rakyat di berbagai Negara, khususnya  di negara-negara miskin.
Terkait situasi krisis pangan, Presiden Bank Dunia, Robert  Zoellick [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=80&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sistem kapitalisme Barat dan berbagai kebijakan pemerintahan konservatif kanan AS yang arogan telah memicu terjadinya krisis harga minyak dan krisis pangan yang melanda dunia. Kedua krisis ini telah menyebabkan dunia diambang krisis kelaparan  yang mengancam jutaan rakyat di berbagai Negara, khususnya  di negara-negara miskin.<span id="more-80"></span></p>
<p>Terkait situasi krisis pangan, Presiden Bank Dunia, Robert  Zoellick dalam pidatonya yang disampaikan dalam forum pertemuan  Negara-negara G-8 di Jepang pada (3/7) lalu menyerukan para pemimpin negara-negara industri besar  untuk segera melakukan tindakan-tindakan nyata guna menghindarkan jutaan umat manusia mati kelaparan,  akibat naiknya harga minyak dunia dan terjadinya krisis pangan. Dalam pidatonya tersebut, Zoelik mengatakan “Bantuan pangan dan kemanusiaan yang dibutuhkan  untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan kelaparan di sejumlah Negara-negara mencapai 10 milyar USD”. Robert Zoelich  bahkan mengatakan “Dunia dan umat manusia saat ini tengah memasuki fase yang berbahaya ”.</p>
<p>Dalam pidatonya yang  dikirimkan kepada  Presiden AS, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Rusia dan Sekjen PBB itu, Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick mengakui bahwa “Apa yang terjadi di dunia saat ini sesungguhnya merupakan hasil ulah tangan manusia”.</p>
<p>Statemen Presiden Bank Dunia tersebut di atas mengilustrasikan betapa  parahnya krisis yang akan dihadapi umat manusia saat ini. Selain itu, statemen tersebut  menekankan perlunya umat islam untuk mengetahui peran sistem kapitalisme  yang dikomandoi AS dan Barat dalam menjerumuskan umat manusia kedalam krisis pangan.</p>
<p>Berikut ini beberapa fakta yang menunjukan sejauh mana AS terlibat dalam terjadinya krisis  yang menimpa umat manusia dewasa ini:</p>
<p>Pertama; Harga minyak dunia ketika berada pada level 28 – 35 USD per barel,  pertumbuhan  ekonomi   di negara-negara di kawasan EURO, Asia Timur (Jepang, China dan Korsel) berkembang pesat, bahkan negara-negara berkembang dan miskin kondisi perkenomiannya membaik. Namun sejak AS dengan sikap arogansi dan kepongahannya mengeluarkan kebijakan membolehkan sejumlah perusahaan minyak raksasa AS  untuk diberi kewenangan menaikan harga minyak dan melakukan spekulan di pasar modal, situasi harga minyak dunia terus melambung. Dengan  memanfaatkan kebijakan politis pemerintah AS ini, perusahaan-perusahaan minyak AS meraup keuntungan trilyunan dollar AS, namun di sisi lain jutaan rakyat di negara-negara lemah dan miskin  semakin terpuruk dan berkubang dengan kelaparan dan kemiskinan dan didera dengan berbagai macam wabah penyakit.  Munculnya kebijakan tersebut sesungguhnya didorong oleh  keingingan kubu Presiden George.W. Bush dan kelompok neo-konservatifnya untuk melepaskan ketergantungan suplai minyak dari Timur Tengah dalam jangka waktu 20 tahun ke depan.</p>
<p>Kedua; Agar tidak tergantung dengan suplai minyak Timur Tengah, Pemerintah AS terus mendorong individu-individu dan perusahaan-perusahaan minyak untuk mencari sumber energi alternatif baru yang lebih murah. Agar  harga energi alternatif ini lebih murah dari minyak, maka perlu dikondisikan agar harga  minyak dunia selalu pada level tertinggi, sehingga diharapkan dengan meningginya harga minyak dunia, pemerintah AS dan Barat  akan mendorong maraknya pengeluaran dana bagi riset pengadaan sumber energi alternatif, disamping agar harga energi alternatif tersebut mampu bersaing dengan harga minyak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan harga minyak dunia yang mencapai 144 USD  merupakan kesengajaan dari AS dan Barat yang bersekongkol dengan perusahaan-perusahaan minyak dunia  untuk tujuan memuluskan rencana mereka mengurangi ketergantungan dari suplai minyak Timur Tengah, selain untuk tujuan mendorong para eksplorasi besar-besaran riset energi alternatif.</p>
<p>AS memandang kawasan Timur Tengah sebagai kawasan yang tidak stabil, sehingga suatu waktu, Timur Tengah akan dapat lepas kendali dari kontrol AS. Jika Timur Tengah lepas diluar kontrol AS, maka dapat mengancam ketersediaan sumber energi di AS.  Oleh karena itu, AS sangat mengkhawatirkan jika di kawasan ini,  berkuasa suatu rezim baru yang cenderung membangkang kebijakan politiknya. Presiden AS, George.W. Bush dalam suatu pernyataannya mengatakan “Kita wajib menjamin pemenuhan kebutuhan energi kita, karena pabrik, kapal-kapal induk, tank-tank, pesawat-pesawat tempur kita tidak akan bisa bekerja tanpa sumber energi.  Ketersediaan sumber-sumber energi juga menjadi kunci bagi keberlangsungan hegemoni dan kesejahteraan rakyat AS”.</p>
<p>Ketiga; tatanan dunia yang dikendalikan sistem kapitalisme, dengan pemimpinnya AS tidak akan memperhatikan kepentingan fakir dan miskin serta golongan masyarakat lemah. Standar penilaian  berdasar manfaat dan  kepentingan. Kepentingan negara-negara kaya lebih diutamakan dari  segala kepentingan negara-negara miskin. Kepentingan orang-orang kaya (investor) dalam satu negara lebih diutamakan dari kepentingan kelompok masyarakat miskin. Akibatnya,  kendali tatanan dunia dan masa depan umat manusia hanya dipegang oleh 2 persen dari 4 milyar penduduk dunia saat ini.</p>
<p>Maka  dari itu, satu-satunya solusi untuk dapat keluar dari masa depan suram ini adalah  umat manusia sudah saatnya mencari sistem alternatif baru untuk menggantikan kapitalisme yang jahat dan biadab. Sebuah sistem dunia yang harus menempatkan manusia sebagai manusia, serta mampu menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat di dunia.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hepyes.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hepyes.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=80&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2008/07/10/as-memimpin-dunia-menuju-krisis-pangan-dan-energi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AS Ikut Dalangi Insiden Monas</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/19/as-ikut-dalangi-insiden-monas/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/19/as-ikut-dalangi-insiden-monas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 05:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Forum Umat Islam melihat indikasi bahwa terdapat bentuk intervensi asing yakni Amerika serikat untuk memecahbelah umat Islam dalam Insiden Monas 1 Juni lalu. Karena itu, umat Islam diminta untuk senantiasa mewaspadainya
&#8220;Apa maksudnya kuasa usaha AS John A Hefern yang datang membesuk para korban dari kalangan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), apakah ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=41&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://hepyes.files.wordpress.com/2008/06/apec_us_flag_burnt.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-42" src="http://hepyes.files.wordpress.com/2008/06/apec_us_flag_burnt.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Forum Umat Islam melihat indikasi bahwa terdapat bentuk intervensi asing yakni Amerika serikat untuk memecahbelah umat Islam dalam Insiden Monas 1 Juni lalu. Karena itu, umat Islam diminta untuk senantiasa mewaspadainya</p>
<p>&#8220;Apa maksudnya kuasa usaha AS John A Hefern yang datang membesuk para korban dari kalangan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), apakah ini upaya untuk mendramatisir agar FPI dibubarkan, &#8221; ujar Dewan Penasehat FUI Ahmad Sumargono kepada wartawan, di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, Kamis(5/6).<span id="more-41"></span></p>
<p>Ia juga mempertanyakan sikap Kedubes AS yang menggelar jumpa pers mengecam insiden tersebut dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak terkait kasus itu.</p>
<p>Ahmad mengutarakan keinginannya agar pemerintah memeriksa berbagai sokongan dana asing yang diduga diperoleh sejumlah tokoh dan berbagai lembaga yang mendukung AKKBB.</p>
<p>Di tempat yang sama, Sekjen FUI Al-Khaththath mengatakan pemerintah sebaiknya tidak berlebihan dalam merespon kasus insiden Monas yang menyebabkan puluhan korban luka-luka. Pemerintah diharapkannya bisa berlaku adil dalam menangani kasus tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami menuntut pemerintah dan aparat bertindak adil dalam menangani insiden Monas, &#8221; tukasnya.</p>
<p>Forum Umat Islam (FUI) akan terus mendesak agar Ahmadiyah segera dibubarkan dan dilarang di Indonesia karena menurut pengurus FUI, aliran tersebut merupakan pangkal masalah dari terjadinya Insiden Monas 1 Juli 2008.</p>
<p>&#8220;Kami menuntut kepada pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah sehingga terwujud ketentraman di masyarakat, sebab keterlambatan pemerintah dalam membubarkan Ahmadiyah menjadi pangkal masalah, &#8221; kata Ahmad Sumargono.</p>
<p>Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) itu juga menyesalkan, karena berbagai pihak yang menjadi pelaku inti dalam pengeluaran Surat Keputusan Bersama (SKB) Pembubaran Ahmadiyah kerap tidak bisa memberikan jawaban pasti kapan SKB itu akan benar-benar dikeluarkan.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, mereka menginginkan para tokoh alim ulama beserta pimpinan ormas merapatkan barisan meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi segala bentuk provokasi yang memecahbelah.</p>
<p>Pernyataan FUI itu senada dengan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Pemerintah segera menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait masalah penyelesaian kasus Jamaah Ahmadiyah.</p>
<p>&#8220;SKB tentang Ahmadiyah sebagai suatu langkah arif sesuai dengan koridor hukum, sebagai penawar emosi masyarakat, khususnya umat Islam, &#8221; demikian pernyataan resmi MUI Sekretaris MUI Anwar Abbas, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis.</p>
<p>Desakan itu, menurut Abbas, disampaikan karena pendapat MUI bersama ormas-ormas Islam memandang, akar permasalahan dari berbagai konflik dalam masyarakat akhir-akhir ini, termasuk insiden di lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, adalah penundaan pengeluaran SKB tentang Ahmadiyah.</p>
<p>Penundaan pengeluaran SKB tersebut, menurut MUI menimbulkan situasi tidak menentu yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan propaganda pembelaan Ahmadiyah serta kemudian menyulut api permusuhan di tengah-tengah masyarakat yang sedang didera berbagai beban sosial ekonomi berat.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hepyes.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hepyes.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=41&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/19/as-ikut-dalangi-insiden-monas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hepyes.files.wordpress.com/2008/06/apec_us_flag_burnt.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>