<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>:.: HEPYES :.:</title>
	<atom:link href="http://hepyes.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hepyes.wordpress.com</link>
	<description>Bring Back My Life&#039;s</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Nov 2011 06:43:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hepyes.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>:.: HEPYES :.:</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hepyes.wordpress.com/osd.xml" title=":.: HEPYES :.:" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hepyes.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hubungan Perjuangan Melawan Penjajah Belanda di Indonesia dengan Khilafah Islam</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/10/21/hubungan-perjuangan-melawan-penjajah-belanda-di-indonesia-dengan-khilafah-islam/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/10/21/hubungan-perjuangan-melawan-penjajah-belanda-di-indonesia-dengan-khilafah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 04:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi rahasia umum di kalangan orang/pejabat Belanda bahwa banyak sultan-sultan di Indonesia memberikan baiatnya (sumpah kesetiaan dan kepatuhan) kepada Khalifah di Istanbul. Dengan itu secara efektif kaum Muslim di wilayah Sultan itu menjadi warga negara Khilafah [Negara Islam]. Kaum Muslim di Aceh adalah yang paling menyadari akan status mereka. Koran Sumatera Post menulis tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=760&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah menjadi rahasia umum di kalangan orang/pejabat Belanda bahwa banyak sultan-sultan di Indonesia memberikan baiatnya (sumpah kesetiaan dan kepatuhan) kepada Khalifah di Istanbul. Dengan itu secara efektif kaum Muslim di wilayah Sultan itu menjadi warga negara Khilafah [Negara Islam].</p>
<p>Kaum Muslim di Aceh adalah yang paling menyadari akan status mereka. Koran Sumatera Post menulis tentang ini pada tahun 1922: “Sesungguhnya kaum Muslim Aceh mengakui Khalifah di Istanbul.”</p>
<p>Bukan hanya itu, mereka juga mengakui fakta bahwa tanah mereka adalah bagian dari Negara Islam. Ini adalah salah satu alasan atas perlawanan sengit mereka melawan Belanda. Sebagaimana yang diakui Koran Sumatra Post tahun 1922: “Pada hari ini, serangan-serangan atas kami menjadi hal penting karena merupakan sikap mentalitas atas ide Perang Suci.”</p>
<p>Pan-Islamisme: Konsulat Belanda di Konstantinopel telah memperingatkan pemerintah bahwa utusan rahasia Kaum Muhammedan telah dikirim dari Turki ke Indonesia yang dikuasai, dengan tugas memotivasi orang-orang Islam (untuk memberontak).</p>
<p>“Pan-Islamisme: Konsulat Belanda di Konstantinopel telah memperingatkan pemerintah bahwa utusan rahasia Kaum Muhammedan telah dikirim dari Turki ke Indonesia yang dikuasai, dengan tugas memotivasi orang-orang Islam (untuk memberontak).” Ini adalah artikel Koran Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, tanggal 11 November 1912.</p>
<p>Ada kontak teratur antara kaum Muslim Aceh dan Khalifah di Istanbul. Sebagai contoh, kaum Muslim Aceh mengirim delegasi kepada Khalifah untuk memberitahu situasi mereka dan meminta bantuan dan dukungan Khalifah. Pada tahun 1915, Sumatera Post kembali menyebutkan satu delegasi tersebut, yang dikirim ke Istanbul pada tahun 1868:</p>
<p>Yang lebih penting adalah kontak langsung antara penduduk asli Aceh dan pemerintah Turki. Tidak kurang dari 68 orang bangsawan memohon kepada Khalifah selama tahun 1868 untuk ‘membebaskan mereka dari perbudakan asing, yakni dari orang Belanda. Karena, mereka mengatakan, ‘hal ini semakin besar dan semakin berbahaya dari hari ke hari, dan pada saatnya mereka akan mengendalikan seluruh Aceh’. Karena itu, mereka, orang-orang Aceh itu, meminta ‘dikirimkan tentara dan prajurit, dan mengumumkan kepada semua orang-orang asing bahwa kami (orang-orang Aceh) berada di bawah perlindungan dan merupakan warga negara Khalifah’.</p>
<p>Namun, Khalifah hanyalah satu sisi rakyat Aceh. Koran Nieuw Tilburgsche Courant melaporkan pada tahun 1899 bahwa Negeri Islam Al-Khilafah memberikan pendidikan kepada putra-putra Sultan, untuk mendukung perlawanan mereka melawan Belanda:</p>
<p>Selama beberapa hari terakhir seorang koresponden di Constantinopel melaporkan lagi bahwa tujuh anak bangsawan sudah tiba di sana dan telah diperkenalkan kepada menteri pendidikan, karena mereka akan mengambil pendidikan tinggi. Kaum Muslim dari Jawa telah mengirimkan kepada Sultan (Khalifah) surat ucapan terima kasih karena mengambil anak-anak mereka untuk bisa pergi ke sekolah-sekolah di Negeri (Islam) Sultan itu. Sebagai konsekuensinya, sudah empat belas pemuda dari Indonesia yang dikuasai Indonesia telah menerima pendidikan Islam yang ketat, yang sepenuhnya dibiayai oleh Sultan Constantinopel. Setelah mereka kembali ke tanah air mereka, setelah menimba ajaran Islam akan menjadi pejuang yang alami bagi Quran, untuk melawan ‘anjing-anjing Kristen’ yang memerintah negara mereka.</p>
<p>Khalifah juga mengirimkan perwakilannya ke Indonesia untuk mendukung kaum Muslim. Koran Het Nieuws van den Dag, misalnya, melaporkan tentang seorang konsul dari Khalifah di Batavia bahwa dia mendukung gerakan pan-Islam: “Di Indonesia hanya ada satu konsul, yakni di Batavia, dan dia telah menunjukkan antusiasme yang besar bagi pan-Islamisme. Oleh karena itu, pemerintah memintanya untuk diganti.”</p>
<p>Koran yang sama menginformasikan pembacanya pada tahun 1912 bahwa Khalifah mengirimkan misi rahasia ke Indonesia untuk mendukung kaum Muslim Indonesia: “Konsul Belanda di Konstantinopel telah memperingatkan pemerintah bahwa utusan rahasia Muhammedan telah dikirim dari Turki ke Indonesia yang dikuasai Belanda, dengan tugas memotivasi orang-orang Islam (untuk memberontak).”</p>
<p>Kerjasama juga terjadi sebaliknya. Tatkala Khalifah mengambil keputusan untuk membangun jalur kereta api Hejaaz, Koran Het Nieuws van den Dag mengatakan pada tahun 1905:</p>
<p>Raja Boni telah memberikan 200 Poundsterling untuk mendukung pembangunan jalur kereta api Hejaaz ke tempat-tempat suci agama Islam. Pada saat yang sama, utusan itu menyerahkan kepada (Khalifah) surat penguasa Boni, di mana ia meminta dukungan Khalifah bagi dirinya sendiri dan sekutunya, atas kesulitan mereka dengan para penguasa Belanda.</p>
<p>Pan-Islamisme di provinsi Timur kami: Raja Boni telah memberikan 200 Poundsterling untuk mendukung pembangunan jalur kereta api Hejaaz ke tempat-tempat suci agama Islam</p>
<p>“Pan-Islamisme di provinsi Timur kami: Raja Boni telah memberikan 200 Poundsterling untuk mendukung pembangunan jalur kereta api Hejaaz ke tempat-tempat suci agama Islam“. Ini adalah artikel di Koran Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, tanggal 17 Juli 1905.</p>
<p>Karena hubungan erat antara kaum Muslim Indonesia dan Negara Islam Al-Khilafah, para analis di Belanda mulai khawatir ketika Inggris dan Prancis (antara lain) mulai melakukan kejahatan terhadap kaum Muslim Negara Islam: “Aku takut bahwa kaum Mohammedans kami akan merasakan ketidakadilan yang sedang dilakukan sekarang. Pemberontakan dan ketidakpuasan akan meningkat, baik di Belanda maupun Indonesia.”<br />
[Idris De Vriest , aktfis dakwah Belanda ]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/760/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=760&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/10/21/hubungan-perjuangan-melawan-penjajah-belanda-di-indonesia-dengan-khilafah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blok Mahakam untuk Rakyat</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/09/14/blok-mahakam-untuk-rakyat/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/09/14/blok-mahakam-untuk-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 00:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Eksplorasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Pertambangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[oleh Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies, IRESS Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam ditandatangani oleh pemerintah dengan Total pertama kali pada tanggal 31 maret 1967, untuk jangka waktu 30 tahun, dan telah berakhir pada 31 Maret 1997. Namun sebelum Maret 1967, KKS telah diperpanjang untuk masa kontrak 20 tahun, sehingga kontrak Blok Mahakam baru akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=757&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies, IRESS Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam ditandatangani oleh pemerintah dengan Total pertama kali pada tanggal 31 maret 1967, untuk jangka waktu 30 tahun, dan telah berakhir pada 31 Maret 1997. Namun sebelum Maret 1967, KKS telah diperpanjang untuk masa kontrak 20 tahun, sehingga kontrak Blok Mahakam baru akan berakhir tanggal 31 Maret 2017. Sesuai ayat 1 Pasal 28 PP No.35/2004, kontraktor dapat mengajukan kembali permohonan perpanjangan kontrak untuk masa waktu 20 tahun berikutnya. Sejalan dengan itu, ayat 4 dan 8 PP Pasal 28 No. 35/2004 pemerintah (Menteri ESDM) yang dapat pula menolak atau menyetujui permohonan tersebut. Sesuai ayat 5 Pasal 28 PP No.35/2004, kontraktor dapat menyampaikan permohonan perpanjangan kontrak 10 tahun sebelum kontrak berakhir. Pada bulan Juni 2007, EVP Total, Christophe de Margerie, telah mengajukan perpanjangan kedua kontrak Blok Mahakam kepada Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro. Pada saat itu Purnomo menyatakan terlalu dini untuk membahas perpanjangan kontrak. Selain itu, Purnomo merespon permintaan Total dengan menyampaikan keinginan pemerintah untuk meningkatkan pola bagi hasil dari kesepakatan sebelumnya, yakni 70 (pemerintah) : 30 (kontraktor), dan menyertakan saham pemerintah pada Blok Mahakam. Untuk itu pemerintah memberi kesempatan kepada Pertamina atau perusahaan daerah memiliki participating interest (PI) di Blok Mahakam. Pada prinsipnya pemerintah belum memberikan jawaban spesifik, namun menyatakan siap memperpanjang kontrak sepanjang blok tersebut dikelola bersama dengan pihak Indonesia. <span id="more-757"></span> Sesuai ayat 9 Pasal 28 PP No.35/2004, Pertamina dapat pula mengajukan permohonan kepada pemerintah (Menteri ESDM) untuk mengelola Wilayah Kerja yang habis masa kontraknya. Sedangkan ayat 10 Pasal 28 PP No.35/2004 menyatakan bahwa Menteri ESDM dapat menyetujui permohonan Pertamina tersebut sepanjang saham Pertamina 100% masih dimiliki oleh negara dan hal-hal lain yang berkaitan dengan KKS yang bersangkutan. Berdasarkan ketentuan tersebut, Pertamina-pun telah menyatakan minat untuk mengelola Blok Mahakam. Bahkan tahun 2010 yang lalu Pertamina telah mengungkapkan minat untuk membeli 15% saham Blok Mahakam melalui mekanisme business to business. Hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan baik atas permohonan Total, maupun atas permintaan Pertamina. Dirjen Migas, Evita Legowo mengatakan (23/3/2011) karena waktunya masih lama, keputusan belum diambil. “Masih lama, paling lambat kita putuskan 2015. Sekarang kan baru 2011,” ungkap Dirjen Migas. Sebagai anak bangsa, kita sangat berkepentingan agar sejak 2017 Blok Mahakam dikelola oleh Pertamina. Namun hal ini tergantung kepada sikap pemerintah, yang karena berbagai kepentingan, dapat saja memperpanjang kontrak blok tersebut kepada asing. Karena itu, kita perlu mengadvokasi masalah Blok Mahakam ini secara serius dan kontinu. Potensi Blok Mahakam Saat ini saham Blok Mahakam dipegang 50% oleh Total EP Indonesie (Prancis) dan 50% oleh Inpex Corp. (Jepang). Tidak 1% pun dimiliki Pertamina! Berdasarkan kajian berbagai sumber, termasuk BP Migas, Blok Mahakam diperkirakan masih menyimpan cadangan gas sekitar 14 triliun cubic feets (tcf), lebih besar dari cadangan gas Tangguh yang hanya 8 tcf. Produksi gas dari Blok Mahakam mencapai 2,6 bcf /tahun dengan pangsa pasar terbesar ke Jepang. Sejak 1967 hingga 2009, total produksi gas dan minyak dari blok Mahakam masing-masing telah mencapai 13,7 triliun kaki kubik (tcf) dan 1.065,5 juta barel. Sumur telah dibor sepanjang aktivitas eksplorasi/eksploitasi mencapai 1280 buah. Sekitar USS 21 miliar telah diinvestasikan di Mahakam. Hingga akhir 2008, blok ini telah menghasilkan USS 99 miliar penerimaan kotor. Dengan cadangan gas sebesar 14 tcf dan asumsi harga rata-rata minyak selama masa eksploitasi adalah 90 dolar AS per barel, 1 barrel oil equivalent, boe = 5.487 cf, dan kurs US$/Rp = 8500, maka potensi pendapatan kotor Blok Mahakam adalah = 14.1012 x 1/5.487 x 90 = US$ 229. 63 miliar, atau sekitar Rp 1951,88 triliun. Potensi pendapatan yang sangat tinggi ini pasti mengundang minat kontraktor manapun untuk menguasai. Karena itu pula Total sangat berkepentingan memperoleh perpanjangan kontak. Apalagi, tambang Mahakam berada di laut dangkal sehingga memudahkan kegiatan eksploitasi. Move Total Dalam 2 tahun terakhir Total telah melakukan berbagai upaya guna perpanjangan kontrak berupa penyebaran informasi tentang prestasi/keberhasilan selama ini, pernyataan rencana eksplorasi baru, investasi untuk eksploitasi, kontrak penjualan gas domestik dan pendekatan kepada pejabat pemerintah. Selain itu, pemerintah dan/atau perusahaan Prancis juga memberikan beasiswa untuk program S1, S2 dan S3 di Prancis. Pada kuliah umum tanggal 1 Juli 2011 di Universitas Indonesia, Perdana Menteri Perancis, Francois Fillon, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi bangsa Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah, tetapi justru banyak dimanfaatkan untuk menjalankan industri dan bisnis negara lain. Fillon menganjurkan agar ke depan ekonomi Indoensia dikembangkan atas basis teknologi tinggi, sekaligus digunakan untuk mengentaskan kemiskinan. Fillon menjanjikan Prancis akan mendukung proyek-proyek infrastrukur dan teknologi tinggi di Indonesia, bekerjasama dengan otoritas publik dan mitra industri Eropa. Sikap Kita (?) Segala upaya Total/Prancis tersebut merupakan hal yang wajar secara binis. Namun, sebagai bangsa kita tidak boleh terpengaruh. Kita harus berpegang teguh kepada konstitusi dan memaksimalkan kekayaan negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Karena itu, terlepas dari janji-janji muluk dari Total dan PM Prancis di atas, tidak ada alternatif lain bahwa sejak 2017 Blok Mahakam harus dikuasai negara/Pertamina. Komitmen investasi, eksplorasi baru dan bantuan kerjasama bukanlah hal-hal istimewa yang hanya dapat dilakukan oleh Total atau Prancis. Kita pun harus waspada terhadap program “gula-gula” beasiswa yang nilainya tak seberapa dibanding potensi Mahakam, atau program CSR yang merupakan program korporat yang dapat pula dilakukan oleh BUMN kita sendiri. Keprihatinan atas kemiskinan dan komitmen Fillon untuk mendukung pembangunan ekonomi kita, patut dihargai dan sambut baik. Namun pada saat yang bersamaan, kita pun harus tetap waspada karena dibalik komitmen tersebut dapat tersimpan maksud untuk memperoleh perpanjangan kontrak Mahakam. Kita sangat khawatir kontraktor juga memberi dukungan finansial dan politik kepada oknum pengambil keputusan. Kita khawatir adanya intervensi oknum kontraktor agar pemerintah memperlambat pengambilan keputusan, sehingga terbuka kesempatan untuk melakukan lobi tingkat tinggi dan ditetapkannya kebijakan kolutif yang merugikan negara. Tidak tertutup kemungkinan bahwa pihak asing pun dapat menancam pembatalan kerja sama di berbagai sektor lain dalam rangka memperoleh perpanjangan kontrak. Tuntutan Mengingat besarnya potensi Mahakam di satu sisi dan kuatnya keinginan asing untuk memperoleh perpanjangan kontrak mengguna(halal)-kan berbagai cara di sisi lain, maka sudah seharusnya bangsa Indonesia bersikap tegas dalam kasus Mahakam ini. Kita menuntut para pemimpin untuk menjalankan konstitusi secara konsisten guna mewujudkan kemadirian dan kemakmuran bangsa. Praktek KKN, perburuan rente dan penyerahan kekayaan alam demi dukungan politik dan kekuasaan harus dihentikan. Karena itu kita menuntut hal-hal sbb: Meminta pemerintah segera memutuskan masalah Mahakam tahun 2011 ini juga, demi kepentingan strategis negara dan kepastian investasi; Mebebaskan pengambilan keputusan dari kepentingan-kepentingan untuk memperoleh dukungan politik asing, meraih kekuasaan, memenangkan Pemilu 2014, menjaga target lifting, komitmen kerjasama ekonomi maupun beasiswa; Membebaskan pengambilan keputusan dari perburuan rente oknum-oknum pejabat, pemimpin partai atau penguasa tertentu seperti terjadi pada tambang Freeport, Newmont atau Blok Cepu; Menetapkan Pertamina sebagai operator Blok Mahakam sejak 2017, dan memberi wewenang kepada Pertamina mengundang (farm-out) kontraktor lain memiliki saham di Blok Mahakam melalui tender, demi maksimalisasi pemasukan modal; Memberi kesempatan kepada Total memiliki saham Blok Mahakam setelah 2017 tanpa melalui tender, sepanjang Pertamina diberi kesempatan memiliki saham Mahakam, secara business to business, sejak 2011 atau paling lambat tahun 2012; Memberi kesempatan kepada daerah terkait memiliki saham Blok Mahakam melalui kerjasama dengan BUMN di bawah kordinasi pemerintah pusat; Meminta pemerintah mengeluarkan keputusan final tentang Mahakam dalam sebuah PP atau Perpres, setelah dikonsultasikan dan mendapat persetujuan DPR. Penutup Setiap memperingati hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei, kita sering meratapi dominasi asing atas kekayaan alam kita, sekaligus pembacaan ikrar, berupa tekad kita untuk melakukan perbaikan. Namun setelah hari-hari peringatan berlalu, kehidupan kembali berjalan normal. BUMN kita tetap kerdil dan mayoritas masayarakat tetap hidup jauh dari sejahtera. Hal ini perlu dikoreksi secara sistematis, bukan lagi hanya dalam bentuk pidato atau ikrar bersama. Salah satu yang mendesak dikoreksi dan diputuskan adalah kontrak Blok Mahakam. Sejalan dengan hal di atas, kita menuntut Presiden SBY mewariskan kebijakan Blok Mahakam yang visioner, konstitusional, bermartabat dan pro-rakyat. Bukan mewariskan ironi seperti pada KK Freeport, KK Inco atau Blok Cepu. Oleh sebab itu, jika pemerintahan SBY dan DPR berniat melakukan koreksi, membesarkan Pertamina sebagai national oil company, mengutamakan kepentingan bangsa dan konsisten antara ucapan dengan perbuatan, maka sejak 2017 Blok Mahakam harus dikelola oleh Pertamina dan harus didukung untuk memiliki saham sejak tahun 2011 ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/757/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=757&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/09/14/blok-mahakam-untuk-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesatuan Awal dan Akhir Ramadhan Membutuhkan Khilafah</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/29/kesatuan-awal-dan-akhir-ramadhan-membutuhkan-khilafah/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/29/kesatuan-awal-dan-akhir-ramadhan-membutuhkan-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 16:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Awal]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar:Alhamdulillah, tahun ini mayoritas kaum Muslim di seluruh dunia—kecuali hanya segelintir orang—mengawali Ramadhan serentak pada hari dan tanggal yang sama. Kita berharap tahun ini kaum Muslim juga mengakhiri Ramadhan dan merayakan Idul Fitri pada hari dan tanggal yang sama. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pada tahun-tahun yang akan datang, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sering muncul perbedaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=755&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Pengantar:Alhamdulillah, tahun ini mayoritas kaum Muslim di seluruh dunia—kecuali hanya segelintir orang—mengawali Ramadhan serentak pada hari dan tanggal yang sama. Kita berharap tahun ini kaum Muslim juga mengakhiri Ramadhan dan merayakan Idul Fitri pada hari dan tanggal yang sama. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pada tahun-tahun yang akan datang, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sering muncul perbedaan di tengah-tengah kaum Muslim mengenai penentuan awal dan akhir Ramadhan. Mengapa perbedaan itu kerap terjadi? Apa faktor penyebabnya? Adakah ini murni semata-mata alasan fiqhiyah yang ditoleransi? Ataukah ada alasan lain? Mungkinkah perbedaan ini disatukan? Jika mungkin, bagaimana caranya? Itulah beberapa pertanyaan yang diajukan Redaksi kepada Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) KH Hafidz Abdurrahman, MA. Berikut petikan wawancaranya.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Kadang terjadi perbedaan di tengah kaum Muslim tentang penetapan awal dan akhir Ramadhan. Mengapa bisa terjadi perbedaan itu?<span id="more-755"></span></em></strong></p>
<p>Perbedaan dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan ini bisa terjadi karena tiga faktor: faktor astronomi, fikih dan faktor politik. Dari ketiga faktor ini, faktor politiklah sebenarnya yang paling dominan. Sebagai contoh, ketika pemerintah Yaman mengumumkan hilal tanggal 7/12/1999 sehingga 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 8/12/1999, pemerintah Arab Saudi tidak mau mengikuti mereka sehingga menetapkan 1 Ramadhan di Arab Saudi jatuh pada tanggal 9/12/1999. Padahal dari segi jarak, Yaman dan Saudi adalah dua wilayah yang berdekatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Sebagian bersandar pada perhitungan atau hisab baik hisab astronomis ataupun perhitungan dengan teori lainnya. Apa yang menjadi argumentasi mereka? </em></strong></p>
<p>Mereka yang berpatokan pada hisab (perhitungan bulan/matahari) bersandar pada sabda Nabi saw. yang menyatakan: Fain ghumma ‘alaykum faqduru lahu (Jika mendung menutupi pandangan kalian maka hitunglah bilangan bulan tersebut) (HR Muslim, an-Nasa’i dan Ibn Majjah). Ibn al-’Arabi menyatakan, bahwa dalam memahami maksud faqduru lahu (hitunglah bilangan bulan tersebut) ada dua pandangan. Pertama: melakukan perhitungan terhadap bulan/matahari. Kedua: menghitung jumlah hari (menggenapkan hitungan hari).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Bagaimana yang lain bersandar pada rukyat, apa yang menjadi argumentasi mereka?</em></strong></p>
<p>Argumentasi yang bersandar pada rukyat adalah hadis Nabi saw.: Shumu li ru’yatihi wa afthiru li ru’yatihi (Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berhari rayalah kalian karena melihat hilal) (HR Muttafaq ‘Alaih). Bagi mereka, konotasi faqduru lahu (hitunglah bilangan bulan tersebut) juga jelas, bukan melakukan perhitungan bulan/matahari, tetapi menghitung jumlah hari untuk mengenapkan hari bulan tersebut. Sebab, dalam riwayat lain, Nabi saw. Menyatakan: fa akmilu ‘iddata Sya’bana tsalatsina yawm[an] (maka genapkanlah jumlah hari Sya’ban menjadi 30 hari) (HR Bukhari).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Lalu menurut Kiai, mana yang paling kuat? </em></strong></p>
<p>Dari kedua argumentasi tersebut, yang paling kuat jelas berpuasa dan berhariraya dengan rukyat. Mengapa? Pertama: karena dengan jelas Nabi saw. memerintahkan kita agar berpuasa dan berhari raya dengan merukyat hilal, sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis riwayat al-Bukhari, Muslim dan lain-lain. Kedua: dalam riwayat Muslim yang lain, Nabi saw. menegaskan, bahwa satu bulan itu berjumlah 29 hari. Kemudian baginda melarang kita berpuasa dan berhari raya hingga melihat hilal Ramadhan/Syawal. Hadis yang kedua ini disertai takhshish bi al-ghayah, yaitu hatta tarawhu (hingga kalian melihat hilal). Dengan kata lain, larangan berpuasa dan berhari raya tersebut bersifat umum, berlaku untuk siapapun hingga mereka melihat hilal Ramadhan dan Syawal. Ketiga: jika tarkib (frasa) faqduru lahu (hitunglah bilangan hari) tersebut dianggap mujmal, karena ambigu, antara perintah menghitung dan perintah menyempurnakan jumlah hari, maka adanya riwayat lain yang menyatakan fa akmilu ‘iddata Sya’bana tsalatsina yawm[an] (genapkanlah jumlah hari Sya’ban menjadi 30 hari), telah mengugurkan ke-mujmal-an tersebut. Dengan demikian, konotasi “perintah menghitung” atau hisab tersebut sudah hilang, karena sudah dijelaskan dengan dalil lain. Dalam kaidah ushul dinyatakan, jika ada konotasi yang mujmal dan mubayyan, maka mubayyan-lah yang harus digunakan, sedangkan yang mujmal harus ditinggalkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Secara syar’i, apakah boleh ada perbedaan awal dan akhir Ramadhan di tengah kaum Muslim?</em></strong></p>
<p>Perbedaan seperti ini sebenarnya telah terjadi sejak zaman Nabi saw. Namun, perbedaan ketika itu lebih disebabkan karena faktor keterbatasan sarana komunikasi sehingga hasil rukyat di satu wilayah tidak bisa sampai kepada penduduk di wilayah lain. Padahal belum tentu kedua wilayah yang berbeda tersebut sama-sama bisa melakukan rukyat. Karena itu, Ibn Abbas, sebagaimana dalam riwayat Kuraib, membenarkan adanya perbedaan tersebut. Riwayat yang sama kemudian digunakan oleh Imam as-Syafii untuk membenarkan perbedaan awal dan akhir Ramadhan, karena perbedaan mathla’.</p>
<p>Namun, argumentasi multi-mathla’ ini, selain dalilnya lemah, karena menggunakan pendapat Ibn Abbas, juga tidak relevan dengan fakta saat ini karena keterbatasan sarana informasi dan komunikasi tidak lagi terjadi. Saat ini, jika ada penduduk di satu wilayah berhasil merukyat hilal, maka pada jam yang sama informasi tersebut bisa sampai kepada penduduk di wilayah lain. Karena itu, jika pada zaman seperti ini masih terjadi perbedaan, sebenarnya bukan karena tidak ada informasi hasil rukyat yang sampai kepada mereka, tetapi lebih disebabkan oleh faktor politik. Jika masalahnya adalah masalah politik, maka solusinya harus solusi politik, yang bisa menghentikan perbedaan fikih, astronomi hingga politik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Apa yang menyebabkan kesatuan awal dan akhir Ramadhan itu sulit diwujudkan saat ini? Apakah karena kendala teknis, politis, ekonomi, perbedaan mazhab atau yang lainnya?</em></strong></p>
<p>Secara teknis sebenarnya tidak ada kendala. Perbedaan mazhab juga bisa di-tarjih sehingga pendapat yang dipandang lemah dengan mudah bisa ditinggalkan. Namun masalahnya, sekali lagi, bukan itu, melainkan masalah politis, termasuk kepentingan ekonomi di balik perpecahan tersebut, yaitu penjajahan terhadap Dunia Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Bisakah kendala-kendala itu ke depan dihilangkan?</em></strong></p>
<p>Jelas bisa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Kalau begitu, bisakah ke depan seluruh kaum Muslim mengawali dan mengakhri Ramadhan secara bersamaan?</em></strong></p>
<p>Bisa. Karena secara teknis, itu mungkin. Apalagi dengan teknologi satelit, internet dan sebagainya. Tinggal, apakah ada political will yang menyatukan itu, ataukah tidak? Di situlah relevansi Khilafah, yang akan menghilangkan seluruh perbedaan baik fikih, astronomi maupun politik. Saya membayangkan, kalau ada Khilafah, maka menjelang awal Ramadhan, Khalifah dengan sangat serius mempersiapkan upaya pemantauan hilal, sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah saw. Khalifah akan mengerahkan ulama, pakar astronomi di berbagai kawasan negeri Khilafah mulai dari Indonesia hingga Spanyol. Teknologi pun dipersiapkan untuk membantu siaran langsung dari berbagai kawasan pemantauan dari seluruh dunia dilakukan, seperti siaran langsung piala dunia. Kemungkinan detik-detik terlihatnya hilal bisa disaksikan oleh kaum Muslim di seluruh dunia.</p>
<p>Setelah hilal terlihat, Khalifah segera mengumumkan masuknya 1 Ramadhan; atau bulan Sya’ban digenapkan 30 hari, kalau belum terlihat. Siaran langsung pidato Khalifah dipancarkan secara langsung oleh televisi ataupun radio Departemen Penerangan dari ibukota negara Khilafah yang akan disaksikan dan didengarkan via satelit oleh hampir 1,5 milyar umat Islam di berbagai penjuru dunia. Dengan kecanggihan sains dan teknologi ini tidak ada kendala untuk menyampaikan pesan penting ini dengan cepat dan akurat di seluruh dunia. Pidato Khalifah ini sekaligus merupakan keputusan politik yang akan mengakhiri perbedaan di kalangan umat Islam, sebagaimana kaidah ushul yang menyatakan: Amru al-Imam yarfa’ al-khilaf (Perintah Imam/Khalifah bisa menghilangkan perbedaan). Seluruh rakyat pun satu kata, taat dan patuh pada instruksi sang Khalifah, sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dan Rasul-Nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Jadi, apa yang dibutuhkan umat ke depan?</em></strong></p>
<p>Fakta ini menyadarkan kita, bahwa umat Islam membutuhkan Khilafah. Khilafah adalah institusi tunggal bagi kaum Muslim di seluruh dunia, yang dipimpin oleh seorang khalifah. Khilafahlah satu-satunya institusi yang mempunyai otoritas untuk menyatukan kata umat Islam. Dengan Khilafah, umat Islam di seluruh akan mempunyai satu suara, termasuk dalam menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal. Sebaliknya, tanpa adanya Khilafah, umat Islam saat ini tetap centang-perenang; tidak bisa satu kata dalam menentukan keputusan mereka.</p>
<p>Mengapa harus Khilafah? Karena sudah terbukti bahwa persatuan apapun yang dibentuk oleh umat Islam, termasuk para penguasa mereka, nyatanya tidak bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan yang hakiki. Justru, organisasi-organisasi “persatuan” bentukan mereka ini—seperti OKI, Rabithah al-’Alam al-Islami, atau yang lain—malah meninabobokkan umat Islam dari kewajiban utama mereka, bersatu sebagai satu umat di bawah naungan Khilafah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Tegasnya, apa yang harus kita lakukan ke depan?</em></strong></p>
<p>Tidak diragukan lagi, bahwa yang harus dilakukan oleh umat Islam ke depan adalah berjuang sungguh-sungguh untuk sesegera mungkin mengakhiri permasalahan ini, dengan cara menegakkan Khilafah bersama para pejuang yang ikhlas. Hanya itu satu-satunya agenda yang akan bisa menyelamatkan mereka dari perpecahan, dan perbedaan permanen yang tidak pernah berujung ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/755/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=755&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/29/kesatuan-awal-dan-akhir-ramadhan-membutuhkan-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemauan dan Semangat Perjuangan Pasca Ramadhan</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/29/kemauan-dan-semangat-perjuangan-pasca-ramadhan/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/29/kemauan-dan-semangat-perjuangan-pasca-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 15:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Puasa Ramadhan baru saja meninggalkan kita. Apa yang kita dapatkan dari melaksanakan puasa sebulan penuh itu? Rasa makin bertakwa? Semoga. Memang, meski secara fikih puasa merupakan ibadah yang sepenuhnya fisikal, artinya dilakukan dalam bentuk tidak menkonsumsi makanan dan minuman serta tidak melakukan hal yang membatalkan puasa di siang hari Ramadhan, hasilnya ternyata berupa sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=753&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<div>
<p>Puasa Ramadhan baru saja meninggalkan kita. Apa yang kita dapatkan dari melaksanakan puasa sebulan penuh itu? Rasa makin bertakwa? Semoga.</p>
</div>
<p>Memang, meski secara fikih puasa merupakan ibadah yang sepenuhnya fisikal, artinya dilakukan dalam bentuk tidak menkonsumsi makanan dan minuman serta tidak melakukan hal yang membatalkan puasa di siang hari Ramadhan, hasilnya ternyata berupa sesuatu yang sangat non-fisikal. Allah SWT meminta kita berpuasa agar bertakwa (la’allakum tattaqun). Nabi saw. sendiri menyatakan, “Bukanlah puasa dari sekadar menahan makan dan minum. Puasa yang sesungguhnya adalah menahan dari laghwu dan rafats.” (HR Ibn Khuzaimah).</p>
<p>Itu menunjukkan bahwa ada makna yang lebih dalam dalam puasa dari sekadar menahan lapar dan dahaga. Coba perhatikan, selama puasa kita dilarang makan dan minum serta berhubungan seksual dengan istri atau suami kita. Padahal makanan dan minuman itu halal; suami atau istri pun juga halal. Ternyata, dengan tekad dan kemauan yang besar, kita bisa. Nah, bila untuk menjauhi yang halal saja bisa, mestinya dengan tekad yang sama semua perkara yang haram lebih bisa lagi kita ditinggalkan.<span id="more-753"></span></p>
<p>Ramadhan memang bulan riyadhah (latihan) untuk meningkatkan kemauan kita untuk taat pada aturan Allah SWT. Bila berhasil, kelak pada penghujung bulan Ramadhan kita benar-benar bisa disebut muttaqin (orang yang bertakwa), yakni orang yang mempunyai kemauan yang kuat untuk senantiasa melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Artinya, semestinya di bulan lain setelah Ramadhan, kita menjadi lebih taat pada syariah-Nya.</p>
<p>Namun, mengapa kenyataannya tidak demikian? Kita melihat tetap saja kemaksiatan terjadi di mana-mana. Karena ini negeri yang penduduknya mayoritas Muslim, maka pelaku kejahatan juga kebanyakan Muslim. Dalam kegiatan pelacuran, misalnya, hampir pasti pelacurnya kebanyakan adalah Muslim, germonya Muslim, yang datang juga Muslim. Begitu juga pelaku perjudian, pornografi dan pornoaksi tetap saja kebanyakan adalah Muslim. Koruptor juga kebanyakan Muslim. Bila ada mafia peradilan maka polisi, jaksa, hakim, pengacara dan terdakwa yang terlibat di dalamnya kebanyakan adalah juga Muslim. Bila semua itu sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya, lantas mana pengaruh puasa yang setiap tahun dilaksanakan?</p>
<p>Kita selama ini memang ternyata kurang peduli terhadap esensi ibadah. Shalat rajin, rajin pula maksiyt. Haji ditunaikan, korupsi digalakkan. Bacaan al-Quran dilombakan, tetapi ajarannya dilecehkan. Benarlah kata nabi, “Betapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.” (HR Ahmad).</p>
<p>++++</p>
<p>Dengan kemauan untuk taat yang ditempa selama bulan Ramadhan, sesungguhnya puasa—bila benar-benar dihayati—akan menjadi bekal yang sangat berharga guna membentuk karakter penting dalam diri seorang Muslim. Dari pribadi-pribadi yang taat inilah semangat perjuangan bisa dilecut sehingga bangunan khayru ummah bisa diwujudkan kembali.</p>
<p>Pengamatan menunjukkan bahwa lebih dari yang lain, yakni kemampuan dan kreatifitas, karakter menyumbang unsur terbesar dalam sukses seseorang. Di antara karakter terpenting dari seorang itu adalah adanya kemauan keras dan semangat menggebu-gebu untuk berbuat dan meraih cita-cita.</p>
<p>Tirto Utomo, bos Aqua, berjuang tak kenal menyerah selama bertahun-tahun untuk mengenalkan produk air dalam kemasan. Ketika ia membuat produk itu, banyak pengusaha menertawakan. Bagaimana mungkin “jualan air” bisa laku dan menjadi bisnis besar. Namun, dengan kemauan dan semangat yang kuat, terbukti setelah lima tahun angka penjualan Aqua melesat dan sekarang tak seorang pun di negeri ini yang tak mengenal air minum dalam kemasan itu. Yang luar biasa, orang mau saja membeli Aqua meski harga seliternya hampir sama dengan bensin premium.</p>
<p>Contoh lain, KFC tidak akan pernah menjadi restoran besar andai saja Kolonel Sander tidak memiliki karakter untuk meraih sukses. Semua diawali ketika ia menawarkan resep ayam gorengnya ke restoran. Meski selalu saja ditolak, dengan kemauan dan semangat ia terus menawarkan hingga restoran ke 141. Di situ resepnya diterima. Itu pun dengan percobaan. Andai Sander putus asa di restoran ke 140, niscaya kita tidak akan pernah melihat restoran KFC “jagonya ayam” ada di mana-mana.</p>
<p>Begitu juga dengan Thomas Alpha Edison, sang penemu lampu pijar. Andai ia tidak gigih untuk terus melakukan percobaan, mungkin dunia tidak akan seterang sekarang ini di malam hari. Setelah lebih dari 1000 macam bahan, akhirnya ia mendapatkan material yang cocok untuk lampu pijarnya.</p>
<p>Jelas sekali, banyak sekali peristiwa besar dunia di sepanjang lintasan sejarah yang itu hanya mungkin lahir dari kemauan dan semangat yang besar. Bila Edison, Sander Tirto Utomo dan lain-lain dengan kemauan kuat yang didorong oleh semangat material saja bisa mencetak kemajuan dan sukes besar, apalagi seorang Muslim yang dorongan semangatnya bukan hanya bersifat material melainkan juga non-material (ibadah dan ridha Allah); mestinya lebih besar lagi.</p>
<p>Fakta pada masa lalu menunjukkan hal itu. Islam juga tidak akan pernah meraih kejayaan selama lebih dari 700 tahun yang oleh para sejarahwan disebut sebagai the golden age bila Rasulullah Muhammad dan para sahabat serta para pejuang sesudahnya tidak memiliki tekad dan kemauan serta semangat membaja untuk berjuang menyebarkan risalah Islam. Peran Ramadhan sebagai bulan pembentuk kemauan dan semangat perjuangan secara faktual ternyata memang terbukti. Bahkan banyak peristiwa besar pada masa lalu terjadi dalam bulan Ramadhan. Perang Badar terjadi dalam bulan Ramadhan. Penaklukkan Makkah atau Fathu Makkah juga terjadi pada bulan Ramadhan. Yang sangat monumental, yaitu penaklukkan Andalusia juga terjadi pada bulan Ramadhan. Meski bukan terjadi pada bulan Ramadhan, Konstantinopel. ibukota Romawi Timur, yang ketika itu dianggap sebagai negara yang memiliki kemampuan militer dan pertahanan paling kuat toh akhirnya berhasil juga ditaklukkan pada tahun 1453 setelah upaya tak kenal lelah yang didorong oleh kemauan dan semangat luar bisasa untuk menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia selama lebih dari 700 tahun! Yang istimewa, pada hari penaklukan itu, Panglima Muhammad al-Fatih ternyata juga memerintahkan pasukannya untuk berpuasa!</p>
<p>++++</p>
<p>Nah, selama sebulan Ramadhan lalu umat Islam terus menerus ditempa jiwa dan karakternya untuk menjadi pribadi yang mulia, yakni pribadi yang memiliki kemauan untuk taat, semangat perjuangan serta optimisme untuk meraih keberhasilan. Jadi, sekali lagi, bila dihayati dengan sungguh-sungguh, puasa Ramadhan semestinya akan memberikan efek luarbiasa kepada seorang Muslim dan umat Islam secara keseluruhan, yaitu berupa kemauan untuk meraih kembali derajat khayru ummah yang didorong oleh semangat material dan non-material. Maka dari itu, mestinya setelah bulan Ramadhan, dakwah makin marak dan semangat perjuangan makin menggelora. Seiring dengan itu, kemaksiatan makin meredup. Namun, bila itu tidak terjadi, berarti puasa Ramadhan tidak memberikan efek apa-apa. Yang bersisa cuma rasa lapar dan dahaga saja. Umat tetap saja terpuruk, kalah dan menjadi pecundang di segala bidang. Na’udzubilLah min dzalik. [MIY]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/753/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=753&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/29/kemauan-dan-semangat-perjuangan-pasca-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penguasa Terlaknat</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/28/penguasa-terlaknat/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/28/penguasa-terlaknat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 10:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[Terlaknat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=751</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muslim telah menuturkan riwayat dari Auf bin Malik, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Sebaik-baik pemimpin kalian ialah mereka yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian; mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah mereka yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian; kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=751&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Muslim telah menuturkan riwayat dari Auf bin Malik, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “<em>Sebaik-baik pemimpin kalian ialah mereka yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian; mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah mereka yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian; kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.</em>” (HR Muslim).</p>
<p>Bagaimana dengan pemimpin umat Islam sekarang? Tanpa ragu kita mengatakan hampir sebagian besar pemimpin negeri Islam sekarang ini masuk dalam kategori seburuk-buruk pemimpin. Sebagian besar pemimpin negeri Islam justru membenci dan melaknat rakyatnya sendiri. Sebaliknya, rakyatnya pun demikian. Mengapa rakyat membenci dan melaknat pemimpin mereka sendiri? <span id="more-751"></span><strong></strong></p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong><em>:</em> sebagian besar pemimpin negeri Islam telah melalaikan hak-hak utama rakyat yang menjadi tanggung jawab pemimpin. Lihatlah, sebagian besar negeri Islam, meskipun kaya-raya, rakyatnya miskin. Mereka tidak mendapat makanan, pakaian dan tempat tinggal yang layak. Padahal semua itu merupakakan kebutuhan pokok manusia. Pendidikan pun sebagian besar mahal dan tidak berkualitas. Di sisi lain tidak sedikit rakyat yang terlantar menahan sakit keras hingga ajal menjemput karena biaya kesehatan yang mahal.</p>
<p>Alih-alih memperhatikan rakyat, para penguasa itu beserta keluarga dan kroni-kroni pendukung kekuasaannya justru memperkaya diri. Mereka tanpa malu, di depan rakyat yang menderita, mempertontonkan kekayaaan hasil kejahatan mereka; merampas kekayaan alam negara dan merampas hak rakyat dengan cara korupsi, manipulasi dan kolusi.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>: para penguasa zalim di negeri Islam telah menjadi penguasa pemalak rakyat (<em>jibayah</em>) dan perampok kekayaan negara. Mereka membuat kebijakan kapitalistik yang memperberat beban rakyat yang sudah berat. Mereka megutip berbagai pajak dari rakyat. Mereka mengurangi dan mencabut apa yang mereka klaim sebagai subsidi terhadap rakyat (meskipun hal itu sebenarnya merupakan hak rakyat). Mereka melepaskan diri dari tanggung jawab untuk mengurus rakyat, membiarkan rakyat mengurus diri mereka sendiri. Ironisnya, semua ini mereka lakukan dengan cara menipu.</p>
<p>Di Indonesia hal yang nyata tampak dari UU UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Kebijakan yang memalak rakyat atas nama jaminan sosial. Hizbut Tahrir Indonesia dalam pernyataan persnya dengan tegas mengkritik UU yang menipu rakyat ini. Hizbut Tahrir Indonesia menilai, UU ini secara fundamental telah mengubah kewajiban negara dalam memberikan jaminan sosial menjadi kewajiban rakyat serta mengubah jaminan sosial menjadi asuransi sosial.</p>
<p>UU ini juga telah memposisikan hak sosial rakyat menjadi komoditas bisnis. Bahkan dengan sengaja UU ini akan menciptakan eksploitasi atas rakyat sendiri demi keuntungan pengelola asuransi. Ini tentu sangat berbahaya karena berarti negara telah mempertaruhkan nasib jutaan rakyatnya kepada kuasa pasar yang rakus.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>: para pemimpin diktator ini telah memberikan jalan yang seluas-luasnya bagi asing untuk merampok kekayaan alam negeri Islam. Penguasa lalim itu lebih memilih tunduk pada kebijakan ekonomi dan politik negara imperialis lewat organ-organ penjajahan mereka seperti IMF dan Bank Dunia. Kekayaan alam negeri Islam dirampok atas nama pasar bebas, kebebasan berinvestasi, privatisasi, hutang luar negeri untuk membangun dan istilah-istilah muluk lainnya.</p>
<p>Ironisnya, semua itu dilegalkan oleh undang-undang negara. Padahal kekayaan alam negeri Islam, kalaulah digunakan untuk kepentingan rakyat, tentu lebih dari cukup. Namun, semua itu memang tidak akan pernah cukup bagi bagi negara-negara rakus yang didukung oleh pemimpin negeri Islam yang serakah.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>: Sebagian besar pemimpin negeri-negeri Islam adalah diktator yang represif. Kekuasaan mereka, mereka gunakan secara keji dan brutal untuk menindas rakyat, membungkam aspirasi rakyat. Penguasa ini menangkap, menyiksa, membunuh, mengadili secara lalim siapapun dari rakyatnya yang dianggap mengancam dan berlawanan dengan kepentingan politiknya.</p>
<p>Para pemimpin diktator dan refresif ini bersikap keji, karena mereka telah menjadi kaki tangan dan boneka negara-negara imperialis. Tuan-tuan mereka ini telah memberikan tugas khusus kepada mereka: membungkam aspirasi rakyat dan perjuangan rakyat untuk menegakkan syariah Islam dan Khilafah. Sebab, penegakan syariah Islam mengancam kepentingan penjajahan Barat di negeri negeri Islam.</p>
<p>Para penguasa lalim ini pun memberikan label jahat kepada rakyatnya sendiri. Tujuannya, apalagi kalau bukan membenarkan pembunuhan terhadap rakyatnya. Umat Islam yang memperjuangkan syariah Islam dan Khilafah dituduh radikal, teroris, garis keras, ekstremis, militan mengancam negara dan lain-lain. Kaum Muslim Palestina, Afganistan, Pakistan dan Irak, yang berjuang membebaskan negeri Islam dari penjajah kafir Amerika dan sekutunya dicap teroris.</p>
<p>Pemerintah boneka Pakistan dan Afganistan, atas nama perang melawan militan dan teroris, membiarkan pesawat-pesawat tempur Amerika dan sekutunya untuk membombardir rakyatnya sendiri.</p>
<p>Di Irak, penguasa boneka, untuk membela kepentingan Amerika, atas nama membangun negara demokrasi, memberikan jalan kepada tentara-tentara asing untuk dengan seenaknya membunuh hampir satu juta rakyat Irak. Tanah kaum Muslim juga diberikan oleh penguasa boneka Saudi dan Turki untuk menjadi pangkalan militer negara-negara imperialis. Dari sana pesawat Amerika dan tentara-tentaranya membunuh umat Islam.</p>
<p>Menghadapi para penguasa lalim ini tentu umat Islam tidak boleh diam. Penguasa lalim ini harus diberikan pilihan jelas: menerapkan syariah Islam sehingga mereka dicintai dan didoakan oleh rakyat atau pilihan diturunkan. Namun, perubahan yang harus dilakukan umat Islam tidak boleh berhenti sekadar mengganti rezim (penguasa) yang lalim ini. Perubahan sekaligus harus menyentuh sistem yang lalim yang memberikan legitimasi kepada mereka. Caranya adalah dengan mengganti sistem Kapitalisme jahiliah dengan sistem Islam di bawah naungan Khilafah <em>‘ala Minhaj an-Nubuwwah</em>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/751/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=751&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/08/28/penguasa-terlaknat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syariat Islam Menghilangkan Money Politic</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/07/15/syariat-islam-menghilangkan-money-politic/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/07/15/syariat-islam-menghilangkan-money-politic/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 23:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Money]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Praktik politik uang (money politic) berkembang dan marak dalam sistem politik oportunistis. Sistem politik yang jauh dari pondasi agama, alias sekuler. Sistem politik yang lahir dari cara pandang benefit (asas manfaat), di mana untung dan rugi merupakan satu-satunya standar dalam berpolitik. Untuk meraih benefit (keuntungan), segala cara pun dihalalkan, asal tujuan tercapai. Dalam landscape politik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=746&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="money politics" src="http://s3.amazonaws.com/production.mediajoint.prx.org/public/piece_images/31081/moneypolitics_square.jpg" alt="" width="300" height="291" />Praktik politik uang (<em>money politic</em>) berkembang dan marak dalam sistem politik oportunistis. Sistem politik yang jauh dari pondasi agama, alias sekuler. Sistem politik yang lahir dari cara pandang <em>benefit </em>(asas manfaat), di mana untung dan rugi merupakan satu-satunya standar dalam berpolitik. Untuk meraih <em>benefit</em> (keuntungan), segala cara pun dihalalkan, asal tujuan tercapai.</p>
<p>Dalam <em>landscape </em>politik seperti itu, para politikus tidak pernah berpikir bagaimana mengurus urusan umat. Karena itu, mereka tidak pernah hadir di tengah-tengah umat, ketika mereka dibutuhkan. Mereka pun jauh dari umat. Mereka baru mendekat, atau tepatnya mendekati umat, ketika mereka membutuhkan umat untuk kepentingan politik mereka. Karenanya, aceptabilitas (penerimaan) mereka di tengah-tengah umat pun rendah. Demikian juga elektabilitas (keterpilihan) mereka.</p>
<p>Namun, alih-alih mereka memerhatikan dan mengurus kepentingan umat dengan tulus, yang dengan begitu aceptabilitas dan elektabilitas mereka bisa naik, justru mereka lebih memilih jalan pintas. Pada saat seperti itu, mereka pun menyogok umat dan siapapun yang bisa disogok dengan uang najis para politikus oportunistis itu. Umat yang hidup dalam kultur politik yang korup dan kesulitan ekonomi pun tidak jarang yang akhirnya ikut menikmati uang najis itu. Karenanya, terjadilah patgulipat, alias simbiosis mutualisme.<span id="more-746"></span></p>
<p><em>Landscape</em> dan kultur politik seperti inilah yang berkembang dalam sistem politik kapitalis. Selama pondasi, standar dan cara pandang politiknya masih dibangun berdasarkan sekularisme dan asas manfaat, selama itu pula <em>landscape</em> dan kultur politik seperti ini akan terus hidup dan tumbuh subur. Untuk menghentikan praktik politik seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya sekadar reformasi, tetapi perubahan mendasar. Akidah sekuralisme, yang menjadi pondasi politik oportunistis harus dibuang, diganti dengan Islam. Demikian pula, standar dan cara pandang <em>benefit</em>, harus dibuang jauh-jauh, diganti dengan halal-haram. Praktik menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan juga harus dihilangkan, diganti dengan keterikatan pada hukum syariah. Inilah perubahan mendasar yang dibutuhkan dan harus dilakukan.</p>
<p>Pertanyaannya kemudian, apa jaminannya jika Islam diterapkan, <em>landscape</em> dan kultur politik yang korup, termasuk politik uang (<em>money politic</em>) bisa dihilangkan? Jawabannya, pertama, jaminan itu ada pada akidah Islam yang menjadi pondasi kehidupan, termasuk sistem politik. Akidah Islam menjadikan setiap pemeluknya mempunyai ketakwaan kepada Allah dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga muncul <em>self control</em> (control pribadi) di dalam diri mereka. Dengan ketakwaan yang sama, masyarakat juga memiliki <em>social control</em>, sehingga kewajiban amar makruf dan nahi munkar bisa berjalan dengan baik dan efektif di tengah-tengah masyarakat. Dengan akidah Islam pula, tidak ada satu pun hukum yang dijalankan oleh negara, kecuali hukum Islam. Negara pun tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum terhadap seluruh rakyat. Karena itu, dengan ketiga faktor ini, yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan negara yang konsisten menegakkan hukum Islam, maka satu-satunya kultur yang tumbuh dan berkembang adalah kultur yang baik dan sehat.<br />
Ketika Abu Hurairah diutus oleh Nabi SAW selaku kepala negara untuk mengambil <em>jizyah </em>dan <em>kharaj </em>dari warga Yahudi, mereka pun berusaha menyuap utusan Nabi tersebut dengan mengumpulkan perhiasan istri-istri dan anak-anak mereka. Mereka mengatakan, “Kami telah mengumpulkan perhiasan ini dari istri-istri dan anak-anak perempuan kami untuk Anda, agar Anda bisa mengurangi jumlah pungutan yang Anda ambil dari kami.” Dengan tegas, Abu Hurairah pun menolak, seraya berkata, “Celakah kalian wahai bangsa Yahudi. Karena tindakan kalian, Allah telah melaknat kalian melalui lisan Nabi Dawud.” Ketika mendengar jawaban Abu Hurairah itu, mereka menyatakan, “Andai saja para pejabat negara seperti Anda, niscaya langit dan bumi ini akan tetap tegak selamanya.” Abu Hurairah bisa seperti itu karena ketakwaan pribadinya, sehingga <em>self control</em>-nya begitu kuat, dan tidak mempan disuap.</p>
<p>Ketika Khalifah Mu’awiyah melaknat Imam ‘Ali di mimbar-mimbar masjid, Asma’ binti Abu Bakar, mendatanginya dan menasihatinya agar tidak melakukan tindakan tidak etis itu. Bukan hanya Asma’, jamaah pun meninggalkannya agar tidak mendengarkannya melaknat ‘Ali (al-Ya’qubi, <em>Tarikh al-Ya’qubi, </em>155). Ketika Khalifah Ja’far bin al-Manshur berangkat haji dari Baghdad ke tanah suci dengan menyertakan rombongan, maka seorang ulama berdiri menasihatinya seraya mempertanyakan dana yang digunakan sang  khalifah untuk memberangkatkan mereka. Ulama itu adalah Sufyan as-Tsauri (Ibn Qutaibah ad-Dainuri, <em>al-Imamah wa as-Siyasah, </em>Juz II/172). Seorang raja ulama sekelas Izzuddin bin Abdussalam, ketika melihat kesalahan penguasa dalam kebijakan politik mereka, tidak segan-segan untuk membeberkan dan mengoreksi kesalahan tersebut di mimbar-mimbar khutbah. Ketika ditanya oleh muridnya, apakah ia tidak khawatir dengan tindakannya? Dengan tegas ia menyatakan, “Ketika Allah telah aku hadirkan dalam diriku, maka penguasa itu di mataku, ibarat seekor kucing.” (Fauzi Sinnuqarth, Taqarrub Ila-Llah,  hal. 161) Sekali lagi, ketakwaanlah yang membentuk <em>social control </em>dalam diri Asma’, Sufyan as-Tsauri dan Izzuddin Abdussalam.</p>
<p>Ini hanya sekelumit contoh, bahwa Islam merupakan jaminan tumbuh dan berkembangnya <em>landscape </em>dan kultur politik yang bersih di tengah-tengah masyarakat. Selain ketiga faktor di atas, Islam juga mempunyai mekanisme yang jelas sehingga praktik-praktik politik yang kotor dan korup itu bisa dibersihkan.</p>
<p>Islam, misalnya, dengan tegas mengharamkan praktik suap, penyuap (<em>ar-rasyi</em>), penerima suap (<em>al-murtasyi</em>) dan perantara/broker (<em>ar-ra’is bainahuma</em>). Bukan hanya suap yang diharamkan, tetapi hadiah yang diberikan kepada penguasa juga diharamkan. Selain mengharamkan praktik suap dan hadiah, Islam juga menutup celah tumbuh dan berkembangnya praktik kotor seperti ini. Karena umumnya praktik suap dan hadiah ini terkait dengan kepentingan (kemaslahatan) penyuap yang hendak dipenuhi, sementara aspek ini terkait dengan urusan administrasi dan birokrasi, maka Islam pun membangun administrasi dan birokrasinya dengan tiga prinsip dasar: (1) birokasi yang sederhana (<em>basathah fi an-nidzam</em>); (2) cepat proses dan penyelesaiannya (<em>sur’ah fi injaz</em>); (3) ditangani oleh orang cakap dan bertakwa (‘Abd al-Qadim Zallum, <em>Nidzam al-Hukm fi al-Islam</em>, hal. 211-213).</p>
<p>Selain ketiga ciri di atas, birokrasi dan administrasi negara juga tidak bersifat sentralistik, tetapi desentralistik. Di tiap kota kecil atau besar ada biro administrasi, yang memungkinkan penduduk setempat untuk menyelesaikan urusan administrasi cukup di tempatnya, tidak perlu harus merujuk ke pusat. Manajemennya pun berkembang mengikuti perkembangan sarana dan prasarana, atau teknologi mutakhir. Tidak hanya itu, biro-biro ini juga dikepalai oleh ahli di bidangnya, serta memiliki sifat amanah, ikhlas, bertakwa kepada Allah dan cakap (Muhammad Husain ‘Abdullah, <em>Dirasat fi al-Fikr al-Islam, </em>hal. 86).</p>
<p>Dengan sistem seperti itu, celah dan peluang terjadinya praktik suap dan korupsi bisa ditutup rapat-rapat. Jika seluruh celah dan peluang tersebut tidak ditutup, tetapi masih nekat melakukan korupsi, maka hukum akan ditegakkan dengan tegas, tanpa pandang bulu. Islam pun menetapkan <em>ta’zir</em>, sebagai bentuk sanksi yang diberlakukan kepada mereka, di mana kadar dan beratnya akan ditetapkan oleh hakim.</p>
<p>Dengan semuanya itu, maka masyarakat pun bersih dari <em>landscape</em> dan kultur politik yang korup dan kotor, yang bukan saja membahayakan pelakunya, tetapi juga sendi-sendiri kehidupan masyarakat, bisa dibersihkan sebersih-bersihnya. Namun, semuanya itu hanya bisa diwujudkan dalam sebuah negara yang bernama <em>Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah</em>. Itulah negara yang diidam-idamkan oleh setiap orang Mukmin. <em>Wallahu a’lam</em>.</p>
<p>Source : <a title="money politics" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/06/05/syariat-islam-menghilangkan-money-politic/" target="_blank">Hafidz Abdurrahman</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/746/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=746&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/07/15/syariat-islam-menghilangkan-money-politic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s3.amazonaws.com/production.mediajoint.prx.org/public/piece_images/31081/moneypolitics_square.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">money politics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara The Sydney Morning Herald, The Age dan Bom Utan Kayu</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/03/17/antara-the-sydney-morning-herald-the-age-dan-bom-utan-kayu/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/03/17/antara-the-sydney-morning-herald-the-age-dan-bom-utan-kayu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 05:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Kayu]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Utan]]></category>
		<category><![CDATA[Wikileaks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta menjadi kalang kabut. Marah dan kecewa. Sampai-sampai Ibu Ani menitikkan air mata. Semuanya itu gara-gara pemberitaan dua Koran Australia The Sydney Morning Herald dan The Age, yang membuat head line dengan tuduhan bahwa Presiden SBY, melakukan “abused of power”. Sebutan Presiden SBY melakukan “abused of power” itu membuat Jakarta mendidih. Betapa tidak. Kunjungan Wakil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=738&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta menjadi kalang kabut. Marah dan kecewa. Sampai-sampai Ibu Ani  menitikkan air mata. Semuanya itu gara-gara pemberitaan dua Koran  Australia The Sydney Morning Herald dan The Age, yang membuat head line  dengan tuduhan bahwa Presiden SBY, melakukan “abused of power”. Sebutan  Presiden SBY melakukan “abused of power” itu membuat Jakarta mendidih.</p>
<p><a href="http://hepyes.files.wordpress.com/2011/03/abused.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-741" title="abused" src="http://hepyes.files.wordpress.com/2011/03/abused.jpg?w=300&#038;h=150" alt="" width="300" height="150" /></a>Betapa tidak. Kunjungan Wakil Presiden Boediono ke Australia disuguhi  dengan suguhan yang sangat menyakitkan tenggorokkan. Di mana Presiden  SBY dituduh dengan melakukan “abused of power”, yaitu melakukan  internvensi terhadap jaksa dan hakim, isterinya memperkaya diri, dan  mantan Wapres Yusuf Kalla, juga dituduh menggunakan uang jutaan dolar  untuk mendapatkan dukungan dari partai Golkar, yang kemudian Golkar  menjadi alat pemerintah selama periode 2004-2009.</p>
<p>Tetapi, sesungguhnya dari mana sumber berita yang digunakan oleh dua  Koran Australia itu? Sumbernya dari Wikileaks, dan Wikileaks mendapatkan  bocoran dari kawat diplomatik kedutaan Amerika di Jakarta. Inilah yang  menjadi persoalan.<span id="more-738"></span></p>
<p>Mengapa isi kawat Wikileaks itu harus dibocorkan oleh The Syddney  Morning Herald dan The Age, dan menjadi sebuah ‘head line’? Keruan saja   beritu itu menjadi masalah besar, dan selama ini tidak ada media di  Jakarta, yang pernah menyentuh sampai ke pusat kekuasaan. Apalagi,  Presiden dikonotasikan dengan korupsi dan penyalah gunaan kekuasaan.</p>
<p>Pemberitaan dua media Australia itu membuat krisis politik, khususnya  hubungan antara Jakarta-Washington, bahkan Presiden Barack Obama yang  dijadwalkan akan berbicara melalui telpon dengan Presiden SBY pun,  akhirnya dibatalkan. Tak kalah penting lagi, seorang pejabat Deplu AS di  Washington, berkaitan dengna peristiwa itu mengundurkan diri. Presiden  Obama yang akan berbicara dengan Presiden SBY, berkaitan dengan  konferensi East Asia Summits akhirnya dibatalkan. Inilah insiden  diplomatik antara Jakarta-Washington, yang akan mempengaruhi hubungan  dua negara.</p>
<p>Adakah pembocoran yang dilakukan Wikileaks terhadap isi kawat  diplomatik itu, karena memang terjadi perubahan sikap Washintong  terhadap Presiden SBY? Adakah pemerintahan SBY sudah dianggap tidak lagi  dapat membawa misi kepentingan AS? Sehingga,harus dibocorkan kawat  diplomatik yang sangat sensitip itu? Pembocoran isi kawat diplomatik  oleh Wikileaks itu, sejatinya dapat memicu krisis politik, dan akan  semakin memorosotkan kredibelitas pemerintahan dan pribadi SBY, yang  belakangan ini terus merosot dukungannya.</p>
<p>Situasi politik di Jakarta belakangan ini memang semakin tidak  nyaman. Hiruk  pikuk dengan reshuffle yang merupakan ‘the battle field’  antara kekuatan politik yang ada dalam koalisi sangat berhawa panas.  Meskipun, sampai sekarang Presiden tidak berani mengambil tindakan  reshuffle untuk melakukan perubahan yang dituntut Partai Demokrat.</p>
<p>Indonesia memang tidak terlalu penting bagi AS, dilihat dari segi  ukuran ekonominya,yang masih dibawah prediksi sebagai kekuatan ekonomi   ‘middle’, yang akan dapat menjadi mitra strategis ekonomi AS. Mungkin AS  juga tidak  melihat posisi penting Indonesia dalam mengatasi krisis  regional yang ada sekarang ini, khususnya dengan kepemimpinan Presiden  SBY. Washington secara dini seakan memberikan ‘warning’, kemungkinan  pergantian kekuasaan yang akan dapat memberikan kenyamanan bagi  Washintong, khususnya di Asean ini.</p>
<p>Di tengah-tengah meledaknya kasus Koran The Sydney Morning Herald  Tribune dan The Age, yang mencerca Presiden SBY, tiba-tiba meledak  &#8220;paket bom&#8221;  di Utan kayu, di kantor Radio 68 H, yang merupakan tempat  “Mas Gun” (Gunawan Muhamad) dan dedengkot JIL (Jaringan Islam Leberal),  Ulil Abshor yang sekarang menjadi nakhoda (ketua) di Partai Demokrat.  Kemudian Kapolda DKI Jakarta, Irjen Pol  Sutarman, mengatakan perang  melawan teroris belum berakhir.</p>
<p>Kemudian hingar bingar tentang berita yang memojokkan Presiden SBY  dari The Sydney Morning Herald dan The Age terkubur, orang sibuk lagi  memikirkan ancaman teroris. Wallahu’alam</p>
<p>source: http://www.eramuslim.com/editorial/antara-the-sydney-morining-herald-tha-age-dan-bom-utan-kayu.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/738/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/738/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/738/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/738/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/738/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/738/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/738/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/738/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/738/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/738/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/738/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/738/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/738/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/738/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=738&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/03/17/antara-the-sydney-morning-herald-the-age-dan-bom-utan-kayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hepyes.files.wordpress.com/2011/03/abused.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">abused</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekayasa Ahmadiyah Cari Dukungan Musuh Islam</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/25/rekayasa-ahmadiyah-cari-dukungan-musuh-islam/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/25/rekayasa-ahmadiyah-cari-dukungan-musuh-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 15:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[AKKBB]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede* Ujian bagi Ummat, mau jadi munafiq (musuh Islam), mengaku Islam namun membela Ahmadiyah pemalsu Islam, atau pilih tetap mu’min dengan setia membela Islam *** Pucuk pimpinan dan para petinggi Ahmadiyah jelas bukan orang yang innocence atau lugu. Perhatikan saja elite-elite Ahmadiyah saat tampil di depan publik, terkesan cerdas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=731&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede*</p>
<p><img class="alignleft" title="bajingan" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/baru/ahmadi.jpg" alt="" width="400" height="275" />Ujian bagi Ummat, mau jadi munafiq (musuh Islam), mengaku Islam namun membela Ahmadiyah pemalsu Islam, atau pilih tetap mu’min dengan setia membela Islam</p>
<p>***</p>
<p>Pucuk pimpinan dan para petinggi Ahmadiyah jelas bukan orang yang innocence atau lugu. Perhatikan saja elite-elite Ahmadiyah saat tampil di depan publik, terkesan cerdas. Namun demikian, kecerdasan belum tentu sejalan dengan keimanan dan belum tentu memperoleh hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kecerdasan itu bila berada di jalan kesesatan, cenderung menjadi licik. Salah satu wujud licik adalah berbohong. Nah, dalam hal ini orang-orang Ahmadiyah memang jagonya, sebagaimana elite-elite aliran dan paham sesat lainnya seperti LDII, Syi’ah dan sebagainya.</p>
<p>Kebohongan yang dipublikasikan petinggi Ahmadiyah sangat tinggi kedustaannya, yaitu berkenaan dengan syahadat. Di depan publik mereka mengaku dan mengucapkan dua kalimat syahadat persis sama dengan dua kalimat syahadat yang biasa diucapkan umat Islam: Asyhadu An laa ilaaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadarasulullah.</p>
<p>أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ</p>
<p>Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang disembah dengan haq) kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.</p>
<p>Namun, sesungguhnya Muhammad yang mereka maksud dalam dua kalimat syahadat tadi, adalah Mirza Ghulam Ahmad. Dalam sebuah buku berjudul Memperbaiki Kesalahan yang ditulis oleh H.S. Yahya Pontoh dan diterbitkan oleh Jemaah Ahmadiyah Bandung (1993), dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Muhammad pada syahadat mereka bukanlah Muhammad bin Abdullah yang lahir di Makkah Al-Mukarramah, tetapi “Ahmad” alias Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India, yang merupakan nabi para penganut Ahmadiyah Qadiyan.</p>
<p>Sekali lagi, Nama MUHAMMAD dalam syahadat tersebut menurut para pengikut/tokoh Ahmadiyah adalah Nabi/Rasul mereka, yaitu Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India, sebagaimana tercantum dalam bukuMemperbaiki Kesalahan,karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialih bahasakan oleh H.S. Yahya Pontoh, dan diterbitkan oleh Jemaah Ahmadiyah cabang Bandung, tahun 1993, pada halaman 5 tertulis:</p>
<p>مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ</p>
<p>“Dalam wahyu ini Allah SWT menyebutku Muhammad dan Rasul_”(KitabTadzkirahhalaman 97).<span id="more-731"></span></p>
<p>Itulah dusta dan liciknya Ahmadiyah: ayat yang jelas-jelas mengenai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun diputar balikkan menjadiAllah SWT menyebutku(maksudnya Mirza Ghulam Ahmad sebagai)Muhammad dan Rasul.</p>
<p>Apa yang disebut wahyu dalam kitab Ahmadiyah yakni Tafzkirah lalu lafal Muhammad diselewengkan maksudnya menjadi Mirza Ghulam Ahmad itu sejatinya adalah ayat Al-Qur’an. Inilah ayat yang dibajak Ahmadiyah, kemudian dipalsukan maknanya, lalu digunakan untuk menjelaskan bahwa syahadat Ahmadiyah sama dengan syahadat Islam namun maknanya beda:</p>
<p>مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ [الفتح/29]</p>
<p>Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS Al-Fath/ 48: 29).</p>
<p>Lafal Muhammad di situ tidak dapat dibajak-bajak apalagi dipalsu menjadi Mirza Ghulam Ahmad, karena berkaitan pula dengan pujian terhadap sahabat-sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya ditunjukkan dengan pujian Allah terhadap mereka:</p>
<p>لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا [الفتح/18]</p>
<p>Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon[1399], maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)[1400]. (QS Al-Fath/48: 18)[1399]. Lihat no. [1396]. [1396].</p>
<p>Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad s.a.w. beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan &#8216;umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan.</p>
<p>Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai&#8217;ah (janji setia) kepada beliau.</p>
<p>Merekapun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut Bai&#8217;atur Ridwan.</p>
<p>Bai&#8217;atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan Shulhul Hudaibiyah.</p>
<p>[1400]. Yang dimaksud dengan kemenangan yang dekat ialah kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar.</p>
<p>Jelaslah dari dua ayat (QS Al-Fath 29 dan Al-Fath: 18) itu lafal Muhammad hanyalah khusus untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni bin Abdullah lahir di Makkah yang kemudian para sahabatnya berbai’at di bawah pohon, lalu mengadakan perjanjian Hudaibiyah dengan kafirin Quraisy.</p>
<p>Ketika ada yang disebut wahyu dari Allah mengklaim ayat itu lalu makna Muhammad adalah Mirza Ghulam Ahmad itu jelas dusta. Namun dusta itu justru untuk mendustai pula, yakni bunyi syahadatnya sama dengan syahadat Islam namun maknanya beda. Ini dusta atas nama Allah membuahkan dusta atas nama syahadat. Betapa beraninya mereka dalam berdusta.</p>
<p>Demikian di antara bukti tingginya sikap licik dan dusta Ahmadiyah.</p>
<p>***<br />
Pasca penyerangan markas Ahmadiyah di Parung, Bogor, Juni 2005, Abdul Basith (Amir Nasional Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia), ketika diwawancarai Metro TV selalu menyebut nama Mirza Ghulam Ahmad dengan tambahan Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagaimana umat Islam menyebut Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini menjadi salah satu bukti, bahwa pengikut Ahmadiyah menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.</p>
<p>Namun, mereka menyembunyikan akidah sesatnya melalui mekanisme pertahanan diri taqiyyah sebagaimana juga berlaku di kalangan LDII, Syi’ah (termasuk Ahlul Bait) dan sebagainya.</p>
<p>Meski menyebut Mirza Ghulam Ahmad lengkap dengan sebutan Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun Abdul Basith dalam rangka taqiyyah kala itu menyebut Mirza Ghulam Ahmad “hanya” sebagai mursyid. Menurut salah seorang aktivis Ahmadiyah Lahore, gara-gara ucapannya itu Abdul Basith sempat dimarahi oleh pimpinan pusatnya di London: “Mirza Ghulam Ahmad itu nabi!” Begitu mereka memarahi Abdul Basith Amir Nasional Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia.</p>
<p>Di TVONE (edisi 18 Februari 2011), ketika berada dalam satu forum dengan Amin Djamaluddin dari LPPI dan Ali Mustafa Ya&#8217;qub (mantan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI), salah satu jurubicara Ahmadiyah berusaha meyakinkan khalayak bahwa Ghulam pada nama tengah Mirza Ghulam Ahmad berarti budak. Maksudnya, Mirza Ghulam Ahmad itu budaknya si Ahmad, dan Ahmad yang dimaksud adalah Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini juga sesat.</p>
<p>Dengan kekuatan akal liciknya, mereka berusaha meyakinkan bahwa Mirza Ghulam Ahmad “hanya” budak Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan Muhammad itu sendiri, dengan cara-cara yang berlebihan, “bahasa pasaran” sekarang lebay (berlebihan, dilebih-lebihkan), bahkan sesat menyesatkan. Karena, tidak ada bukti sejarah bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu budak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Budak adalah orang kafir yang berperang melawan Muslimin lalu tertawan, maka jadi budak, dan boleh memerdekakan diri dengan cara menebus.</p>
<p>Merekayasa Simpati</p>
<p>Upaya-upaya bohong di atas adalah bagian dari cara kelompok Ahmadiyah merekayasa simpati, tentunya dalam rangka memperoleh dukungan. Begitu juga ketika berhadapan dengan para wakil rakyat (anggota DPR RI) yang terhormat, mereka berusaha menarik simpati khalayak dengan mengklaim bahwa WR Supratman (1903-1938) pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah pengikut Ahmadiyah. Rasanya, pengakuan sepihak kalangan Ahmadiyah itu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak keluarga besar WR Supratman. Benarkah demikian?</p>
<p>Lagi pula, tidak disebutkan secara jelas, apakah WR Supratman pernah menjadi bagian dari komunitas Ahmadiyah Qadian atau Ahmadiyah Lahore? Yang jelas, bagi Ahmadiyah Qadian (JAI, Jemaat Ahmadiyah Indonesia), siapa saja yang tidak mengakui kenabian Mirza Ghulam Ahmad adalah kafir. Termasuk Ahmadiyah Lahore (GAI, Gerakan Ahmadiyah Indonesia), yang “hanya” menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai mujaddid (pembaharu) juga dinyatakan kafir. Padahal sama-sama memalsu Islam pula. (Lihat artikel Hartono Ahmad Jaiz, Ahmadiyah Qodyan dan Ahmadiyah Lahore sama-sama Pemalsu Islam). Kalau toh benar WR Supratman pengikut Ahmadiyah, tidak ada pengaruhnya dengan fakta kesesatan Ahmadiyah (Qadian maupun Lahore).</p>
<p>Pada tahun 1926, Haji Rasul yang merupakan ayahanda Buya HAMKA dari Sumatera Barat berangkat ke Yogyakarta, mendatangi tokoh-tokoh Muhammadiyah saat itu untuk memberi pencerahan soal kesesatan Ahmadiyah Qadiyan dan Lahore. Karena, saat itu salah satu aktivis Muhammadiyah, Raden Ngabehi Hadji Minhadjurrahman Djojosoegito, terinfeksi Ahmadiyah Lahore. Upaya Haji Rasul ternyata mampu menyadarkan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Kemudian di tahun 1929, pada Muktamar Muhammadiyah 18 di Solo, dikeluarkan pernyataan: orang yang percaya akan Nabi sesudah Muhammad adalah kafir. Maka, Raden Ngabehi Hadji Minhadjurrahman Djojosoegito pun tercerabut dari Muhamadiyah. Sebagai catatan tambahan, Raden Ngabehi Hadji Minhadjurrahman Djojosoegito merupakan saudara sepupu Hasyim Asy’ari (1871-1947) salah seorang pendiri NU (Nahdlatul Ulama).</p>
<p>Jadi, sudah sejak awal kehadirannya di Indonesia, Ahmadiyah (Qadian dan Lahore) sudah ditolak umat Islam, bukan baru kemaren sore, ketika Fatwa MUI tentang kesesatan Ahmadiyah dirilis ke hadapan publik pada Juni 1980 (Rajab 1400 H), dalam Musyawarah Nasional II MUI di Jakarta.</p>
<p>Menurut catatan Setara Institute, aksi kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah terjadi hampir setiap tahun. Misalnya pada tahun 2007 terjadi 15 kasus, pada tahun 2008 sebanyak 238 kasus, pada 2009 ada 33 kasus. Kalau data itu benar, penyebabnya bukan Fatwa MUI yang sudah dirilis sejak 1980. Abdul Basith sendiri mengakui, sejak Fatwa 1980 itu diterbitkan, tidak ada aksi kekerasan terhadap Ahmadiyah. Begitu juga di masa pra kemerdekaan, 1933, ketika Ahmadiyah “berdialog” dengan kalangan Persis, tidak menghasilkan kekerasan.</p>
<p>Abdul Basith dan laron-laron AKKBB menuding Fatwa MUI 2005 menjadi pemicu tindak kekerasan terhadap Ahmadiyah, setidaknya sejak 2007 sebagaimana disebutkan di atas. Data tersebut jelas tidak akurat. Karena, kekerasan terhadap Ahmadiyah sudah berlangsung sejak tahun 2000 di masa Presiden Abdurrahman Wahid, dan Ketua MPR dijabat Amien Rais. Pemicunya, ucapan Tahir Ahmad yang sesumbar akan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengikut Ahmadiyah terbesar di dunia.</p>
<p>Sesumbar itu diucapkan Tahir Ahmad (Khalifah Ke-4 Ahmadiyah) ketika ia dihadirkan ke Jakarta oleh Dawam Rahardjo. Pantas saja Tahir Ahmad mangkak (berbangga) karena ia diperlakukan bagai tamu negara oleh Dawam Rahardjo: dibawa menghadap Presiden Abdurahman Wahid dan Ketua MPR RI Amien Rais yang hingga kini masih belum bertobat dari membela Ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan itu.</p>
<p>Dalam bilangan hari, kekerasan terhadap pemukiman Ahmadiyah terjadi. Namun tidak diberitakan secara intensif oleh media massa, dan tidak banyak menuai komentar dari para pendukungnya, karena laron-laron itu belum mengorganisasikan diri ke dalam wadah cair bernama AKKBB. Mungkin karena dananya belum turun dari London. Jangan juga heran bila AKKBB dirilis ke publik sekitar Juni 2008, mungkin untuk mengenang satu windu kehadiran Tahir Ahmad.</p>
<p>Kenapa dikaitkan dengan dana?</p>
<p>Ya, karena penulis pernah bertanya langsung di kompleks Ahmadiyah di Parung Bogor kepada petugas waktu Tahir Ahmad datang ke kompleks itu. Pertanyaan yang kami ajukan: Dari mana dananya, Dawam Rahardjo kok datang ke London untuk mengundang Tahir Ahmad ke Indonesia?</p>
<p>Dijawab, dari Ahmadiyah.</p>
<p>Ahmadiyah dananya dari mana?</p>
<p>Dari jemaat Ahmadiyah. Tiap anggota ditarik dana seperenambelas (dari penghasilannya) perbulan.</p>
<p>Pembaca yang kami hormati, dalam kasus semacam ini, kadang orang non Islam pun kurang mampu untuk memahami tingkah polah di antara tokoh-tokoh yang mengaku Islam namun membela yang memalsu Islam dan yang sesat-sesat. Sampai-sampai ketika Dawam Rahardjo jadi pembicara di depan para aktivis gereja di Balai Sarbini di Semanggi Jakarta beberapa tahun lalu, ada yang bertanya setelah selesainya pemaparan Dawam.</p>
<p>Pertanyaannya: Lantas, kalau begitu, apa yang telah Pak Dawam lakukan?<br />
Dawam Rahardjo kurang lebihnya menjawab, bahwa dirinya dalam keadaan sakit-sakit panas-panas mendemo Menteri Agama untuk membela Lia Eden dan Ahmadiyah.</p>
<p>Jadi, membela kesesatan yang amat sangat sesat itu justru dibangga-banggakan… Sementara itu orang yang dipameri pun belum tentu senang dengan apa yang dipamerkan itu. Murka Allah Ta’ala sudah jelas, sedang kecintaan manusia yang mau dikais-kaisnya belum tentu didapat. Betapa ruginya.</p>
<p>***<br />
Kasus Cikeusik</p>
<p>Dalam konteks ini, kasus Cikeusik, Pandeglang, pada 6 Februari 2011 lalu, diduga merupakan rekayasa Ahmadiyah untuk menarik simpati masyarakat luas, bahkan dunia internasional. Suparman tokoh Ahmadiyah Cikeusik tidak menolak ketika aparat keamanan mengevakuasi dirinya sekeluarga untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>Namun Deden Sujana, yang mengaku sebagai kepala kemananan nasional Ahmadiyah, dengan dalih menjaga aset Ahmadiyah di Cikeusik, pasca dievakuasinya Suparman, justru menolak tawaran aparat untuk meninggalkan lokasi meski sudah disampaikan adanya kemungkinan penyerbuan dari warga masyarakat yang jumlahnya tidak sedikit. Deden ketika itu seperti menantang mengatakan: “Lepasin saja. Biar saja kita bentrok, biar seru. Kan asyik Pak. Masa kita diginiin diem saja Pak. Biar banjir darah di sini.”</p>
<p>Akhirnya bentrokan terjadi. Pemicunya, karena pihak Ahmadiyah memulainya. Deden meninju bagian muka salah seorang pentolan penyerang berpita biru. Kemudian diiringi dengan lemparan batu dan benda-benda lainnya. Sebelumnya, ajakan Suparta untuk berdialog dibalas dengan sabetan clurit, sehingga Suparta harus dirawat di rumah sakit dengan sejumlah jahitan.</p>
<p>Kekerasan yang dilakukan pihak Ahmadiyah terhadap Suparta membuahkan kekerasan yang lebih keras lagi. Ujang, adik Suparta tidak tinggal diam kakaknya jadi korban kekerasan Ahmadiyah. Ia dan sejumlah temannya melakukan aksi balasan. Maka, terjadilah kasus 6 Februari 2011, dengan menghasilkan tiga korban nyawa melayang dari pihak Ahmadiyah.</p>
<p>Boleh jadi, bagi Ahmadiyah, pengorbanan tiga nyawa anggota mereka sangat sebanding dengan hasil yang diraihnya yaitu simpati masyarakat luas hingga manca negara. Apalagi, pihak Ahmadiyah sudah mempersiapkan diri dengan sistem pendokumentasian video yang cukup terlatih. Apalagi ada dukungan dari Andreas Harsono dari HRW (Human Right Watch) yang mengunggah (upload) file digital kasus kekerasan itu ke media publik You Tube, terutama bagian-bagian yang menguntungkan Ahmadiyah.</p>
<p>Dalam tempo singkat, umat Islam jadi tertuduh. Sementara itu, Ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan ini –atas rekayasa licik tersebut&#8211; berada dalam posisi yang patut dikasihani, karena telah menjadi korban kekerasan Islam garis keras. Maka, laron-laron AKKBB pun beterbangan menyampaikan opini yang ngawur dan tendensius.</p>
<p>Bila boleh berandai-andai, seandainya Suparta tidak dibacok oleh pihak Ahmadiyah, boleh jadi kekerasan tidak timbul sebegitu. Tapi, kemungkinan pengorbanan itu sudah diperkirakan pihak Ahmadiyah. Bagi mereka, itu merupakan bentuk kongkrit “jihad” membela agamanya, keyakinannya terhadap nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad sang pendusta. Mereka merasa mati syahid. Padahal, tidak ada mati syahid dalam membela kesesatan, dalam membela nabi palsu.</p>
<p>Kasus Cikeusik rupanya telah dijadikan semacam inspiring moment bagi sebagian kalangan. Misalnya, kalangan syi’ah. Kasus penyerangan Pesantren Yapi, Pasuruan, Jawa Timur salah satu wujud kongkritnya. Menurut Munir Shohih Sekretaris Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja), ketika sekitar seratus jamaah Aswaja usai menghadiri undangan maulud Nabi di Singosari, mereka melintas di depan Pesantren Yapi. Tiba-tiba iring-iringan jama’ah Aswaja ini dilempari batu yang berasal dari dalam Pesantren Yapi. Maka terjadilah aksi balasan.</p>
<p>Aksi balasan ini menjadi kian berwujud anarkis ketika satpam pada Pesantren Yapi justru membuka pintu gerbang sambil menantang: “Ayo masuk kalau berani.” Maka, para jamaah Aswaja ini pun terprovokasi, dan masuk menyerbu kawasan pesantren Yapi yang selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan berpaham syi’ah. (Baca artikel Syi’ah memusuhi Islam di nahimunkar.com. ternyata syi’ah itu lebih kejam terhadap Islam dibanding orang kafir sekalipun).</p>
<p>Sikap satpam pesantren Yapi yang membuka pintu gerbang dan “mempersilakan” jamaah Aswaja masuk, seolah-olah membuka peluang selebar-lebarnya untuk terjadinya aksi balasan yang tidak sekedar adu mulut. Dan kenyatannya, itulah yang terjadi. Maka, simpati pun mengalir, meski tidak sederas simpati yang mengalir kepada pihak Ahmadiyah pasca kasus Cikeusik. Yang jelas, umat Islam kembali jadi tertuduh. Sekelompok organisasi dikambinghitamkan bahkan diancam untuk dibubarkan.</p>
<p>Pola serupa juga terjadi pada kasus 1 Juni 2008, ketika iring-iringan massa AKKBB merubah rute yang telah disepakati dengan aparat kepolisian. Karena merubah rute, maka iring-iringan massa AKKBB ini berpapasan dengan iring-iringan massa Laskar Islam yang salah satu pimpinannya Munarman. Ketika itu massa AKKBB juga ingin menempati kawasan Monas yang sejak awal sudah disepakati digunakan oleh massa Laskar Islam. Terjadilah bentrokan, Ketika bentrokan terjadi, Saidiman (korlap AKKBB) mengeluarkan sumpah serapah berupa: “Dasar binatang-binatang. Islam anjing, orang Islam anjing…”</p>
<p>Kekerasan verbal yang diproduksi Saidiman menghasilkan balasan berupa kekerasan fisik. Dan tentu saja yang menarik perhatian media massa adalah meliput dan memblow-up kekerasan fisik yang dilakukan massa Laskar Islam. Penyebab utamanya sama sekali tidak menarik untuk diungkap atau sekedar disinggung. Begitulah watak media nasional kita yang minus pertimbangan moral di dalam menentukan angle berita.</p>
<p>Dalam tempo singkat, umat Islam jadi tertuduh. Pendukung kesesatan berada dalam posisi yang teraniaya dan patut didukung. Manipulasi opini seperti ini ibarat api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa menghasilkan kebakaran.</p>
<p>Merekayasa simpati dalam rangka meraih dukungan yang luas, juga menjadi semacam modus operandi bagi seseorang yang berhajat menduduki kursi number one di Indonesia. Ketika musim pemilu sudah kian dekat, ia memposisikan diri sebagai sosok yang teraniaya, terdzalimi secara politis. Pancingannya berhasil ketika salah seorang tokoh partai membalas sikapnya dengan ejekan “seperti anak kecil”. Maka, simpati pun mengalir. Hasilnya, ia mendapat dukungan suara terbanyak di antara kandidat pemimpin nasional kala itu. Hingga kini.</p>
<p>Rupa-rupanya, begitulah cara Ahmadiyah, Syi’ah dan para pendukung kesesatan (AKKBB) meraih dukungan. Yaitu, dengan cara merekayasa simpati, menjadikan diri sendiri sebagai korban kedzaliman yang teraniaya sembari menempatkan orang lain pada posisi yang beringas dan tidak toleran, sehingga layak dibubarkan atau dienyahkan. Namun, AllahTa’ala ora sare (tidak tidur). Becik ketitik, olo ketoro. (Perbuatan baik akan tampak, dan perbuatan jelek akan tampak pula).</p>
<p>Kalau di dunia ini mereka masih bisa tertawa-tawa dengan rekayasa yang mereka lakukan untuk mengusung dan membela kesesatan, maka rekayasa itu siksanya kelak tidak akan menimpa kecuali pada pembuat dan pelakunya.</p>
<p>وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ [فاطر/43]</p>
<p>Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. (QS Fathir/ 35: 43).</p>
<p>فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا [الفتح/10]</p>
<p>“…maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (QS Al-Fath/ 48: 10).</p>
<p>Dalam hal mengingkari janji, syahadat saja oleh Ahmadiyah diingkari dan dipalsu, maka balasan siksa tentu akan menimpa mereka di akherat kelak. Demikian pula para pendukungnya, dan siapa saja yang dhalim, tentu kejahatannya itu akan menimpa mereka sendiri siksanya.</p>
<p>يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [يونس/23]</p>
<p>Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS Yunus/ 10: 23).</p>
<p>Kalau toh mereka mendapatkan sedikit kesenangan duniawi dengan tipuan-tipuan ataupun dukungan terhadp kesesatan-kesesatan, maka itu hanyalah keni’matan duniawi yang sedikit. Sedang di akherat kelak akan menerima balasan apa yang mereka perbuat yang menyakitkan Ummat Islam, memalsu, menyesatkan, mengusungnya ataupun mendukungnya.</p>
<p>Jabatan ataupun harta yang diperoleh di dunia ini tidak seberapa dibanding siksa yang akan mereka derita kelak. Demikian pula simpati semu yang mereka raih dengan aneka rekayasa sekarang ini tidak seberapa dibanding siksa yang amat kerasnya di akherat kelak. Maka hendaknya mereka sadar, bertaubat, dan meninggalkan semua dusta dan kepalsuan yang memusuhi dan menghalangi Islam itu, sebelum waktu untuk bartaubat habis ketika sakaratul maut nyawa telah di tenggorokan, dan siksa yang sangat dahsyat pun sudah di depan mata.</p>
<p>Kerugian besar<br />
Rekayasa Ahmadiyah mencari simpati itu hanyalah menambah kerugian besar.</p>
<p>1. Mengukuhkan dan melestarikan penyembahan terhadap Mirza Ghulam Ahmad. Karena syahadat yang mereka palsu maknanya itu diambil dari kitab Ahmadiyah, Tadzkirah. Sedang Tadzkirah itu memuat apa yang mereka sebut wahyu dari Allah namun isinya menuhankan Mirza Ghulam Ahmad. Yaitu Mirza Ghulam Ahmad mengaku bahwa Allah itu berasal dari Mirza Ghulam Ahmad</p>
<p>اَنْتَ مِنِّىْ وَاَناَ مِنْكَ</p>
<p>Kamu berasal dari-Ku dan Aku darimu.(Tadzkirah, halaman 436).</p>
<p>2. Pengakuan bahwa Tuhan itu dari diri Mirza Ghulam Ahmad adalah seperti pengakuan Fir’aun yang mengaku dirinya Tuhan yang Maha Tinggi. Dan itu mengakibatkan adzab di dunia maupun di akherat:</p>
<p>هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى (15)<br />
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى (16) اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (17) فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى (18) وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى (19) فَأَرَاهُ الْآَيَةَ الْكُبْرَى (20) فَكَذَّبَ وَعَصَى (21) ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى (22) فَحَشَرَ فَنَادَى (23) فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى (24) فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآَخِرَةِ وَالْأُولَى (25) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَى [النازعات/15-26]</p>
<p>15. Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.<br />
16. Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;<br />
17. &#8220;Pergilah kamu kepada Fir&#8217;aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,<br />
18. dan katakanlah (kepada Fir&#8217;aun): &#8220;Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan).&#8221;<br />
19. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?&#8221;<br />
20. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.<br />
21. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai.<br />
22. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).<br />
23. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya<br />
24. (Seraya) berkata:&#8221;Akulah tuhanmu yang paling tinggi.&#8221;<br />
25. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.<br />
26. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). (QS An-Nazi’at/79: 15-26).</p>
<p>3. Adzab di akherat mengepung pemimpin yang mengaku dirinya Tuhan dan pengikutnya.</p>
<p>3. وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (45) النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (46) وَإِذْ يَتَحَاجُّونَ فِي النَّارِ فَيَقُولُ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًا مِنَ النَّارِ (47) قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُلٌّ فِيهَا إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَكَمَ بَيْنَ الْعِبَادِ [غافر/45-48]</p>
<p>“…dan Fir&#8217;aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.<br />
46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang[1324], dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): &#8220;Masukkanlah Fir&#8217;aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.&#8221;<br />
[1324]. Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.<br />
47. Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: &#8220;Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?&#8221;<br />
48. Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: &#8220;Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).&#8221; (QS Mu’min/ Ghafir/ 40:45-48).</p>
<p>Kerugian besar bagi pendukung dan pembela Ahmadiyah<br />
1. Para pendukung dan pembela Ahmadiyah sangat rugi besar, karena berarti mereka sadar atau tidak sejatinya sama dengan mengiklankan diri bahwa diri mereka adalah sangat sesat sebagaimana Ahmadiyah yang mereka dukung.</p>
<p>Ketika mereka (pentolan-pentolan NU, LSM, Liberal, sepilis –sekuleris, pluralis agama dan liberalis, sebagian pejabat-pejabat, AKKBB dan kaum munafiqin) tadinya saat belum mendukung Ahmadiyah, mereka masih belum tampak secara jelas kesesatannya. Namun begitu mereka membela Ahmadiyah, maka jelaslah kesesatan mereka. Hingga orang awam pun (bila teguh Islamnya) maka faham betul bahwa ternyata mereka sesat.</p>
<p>2. Upah yang mereka terima di dunia ini, atau kedudukan yang mereka pertahankan, sama sekali tidak sebanding dengan dahsyatnya ancaman neraka kelak di Akherat. Karena sebagai pendukung kesesatan apalagi nabi palsu seperti Ahmadiyah itu, pendukungnya sangat diancam keras.</p>
<p>Mengenai pembela nabi palsu (terkena juga bagi orang yang membela pengikut nabi palsu, seperti membela Ahmadiyah hakekatnya membela nabi palsu pula), dalam Musnad Al-Humaidi diriwayatkan:</p>
<p>3. &#8211; حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِىُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ ظَبْيَانَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِى حَنِيفَةَ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ قَالَ لِى أَبُو هُرَيْرَةَ : أَتَعْرِفُ رَجَّالاً؟ قُلْتُ : نَعَمْ. قَالَ : فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ :« ضِرْسُهُ فِى النَّارِ أَعْظَمُ مِنْ أُحُدٍ ». فَكَانَ أَسْلَمَ ثُمَّ ارْتَدَّ وَلَحِقَ بِمُسَيْلِمَةَ.)مسند الحميدي &#8211; مكنز &#8211; (3 / 409)(</p>
<p>Dari Imran bin Dhabyan dari seorang dari Bani Hanifah (suku yang ada nabi palsunya, Musailimah Al-Kadzdzab) bahwa ia mendengarnya, dia berkata, Abu Hurairah berkata kepadaku: Kenalkah kamu (seorang bernama) Rajjal? Aku jawab: ya. Dia (Abu Hurairah) berkata: Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Gigi gerahamnya (Ar-Rajjal) di dalam neraka lebih besar daripada Gunung Uhud”. Dia dulunya masuk Islam kemudian murtad dan bergabung dengan Musailimah (Nabi palsu). (Musnad Al-Humaidi).</p>
<p>Para pembela nabi palsu diancam siksa neraka sangat dahsyat. Termasuk para pembela Ahmadiyah pada hakekatnya adalah pembela nabi palsu, karena Ahmadiyah adalah pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad.</p>
<p>Saef bin Umar meriwayatkan dari Thulaihah dari Ikrimah dari Abu Hurairah dia berkata, “Suatu hari aku duduk di sisi Rasulullah bersama sekelompok orang, di tengah kami hadir Ar-Rajjal bin Anfawah. Nabi bersabda,</p>
<p>4. إنفيكم لرجلا ضِرْسُهُ فِى النَّارِ أَعْظَمُ مِنْ أُحُدٍ</p>
<p>“Sesungguhnya di antara kalian ada seseorang yang gigi gerahamnya di neraka lebih besar dari Gunung Uhud.”</p>
<p>Kemudian aku (Abu Hurairah) perhatikan bahwa seluruh yang dulu hadir telah wafat, dan yang tinggal hanya aku dan Ar-Rajjal. Aku sangat takut menjadi orang yang disebutkan oleh Nabi tersebut hingga akhirnya Ar-Rajjal keluar mengikuti Musailimah dan membenarkan kenabiannya. Sesungguhnya fitnah Ar-Rajjal lebih besar daripada fitnah yang ditimbulkan oleh Musailimah.” Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Is-haq dari gurunya, dari Abu Hurairah ra. (Lihat Ibnu Katsir,Al-Bidayah wan-Nihayah, dalam bahasan nabi palsu Musailimah Al-Kadzdzab, atau lihat buku Hartono Ahmad Jaiz,Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat,Pustaka Al-Kautsar, Jakrta, 2007, bab Nabi Palsu Musailimah Al-Kadzdzab).</p>
<p>Bagi yang bukan Ahmadiyah, kasus ini adalah ujian bagi Ummat, mau jadi munafiq alias kufur yang membela Ahmadiyah pemalsu Islam atau tetap mu’min dengan membela Islam. Juga pelajaran bagi Ummat Islam yang teguh bahwa mereka yang mengaku sebagai Muslim, baik jembel maupun tokoh bahkan bersorban atau berjulukan ulama atau kyai atau duduk di ormas yang ada lafal ulama-nya namun belum tentu pengakuannya itu benar sesuai dengan Islam. Bahkan ada yang lebih cinta kepada pemalsu Islam daripada Islam yang dipeluknya. Hingga terhadap pemalsu Islam, mereka keberatan kalau disebut sesat atau dilarang, namun terhadap yang memurnikan Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih justru dianggap berbahaya dan bahkan sesat.</p>
<p>Sikap seperti itu (kepada Ahmadiyah mereka membela dengan aneka cara, termasuk tak rela Ahmadiyah dibubarkan; namun kepada yang menegakkan sunnah atau syari’ah maka mereka memusuhi) pada dasarnya mereka hampir sama dengan Ahmadiyah pemalsu Islam itu sendiri, makanya mereka lebih nyaman bersama pendusta-pendusta agama itu. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Itulah pada dasarnya musuh-musuh Islam namun mengaku Muslim.</p>
<p>Pantas saja, Ahmadiyah yang memalsu Islam itu banyak pembelanya di sini. Lha wong jeroan mereka –hinga lego lilo / tulus ikhlas membela pengikut nabi palsu&#8211; kurang lebihnya seperti itu. Laa haula walaa quwwata illaa billaah. Tiada daya (untuk melaksanakan perintah-perintah Allah) dan tiada kekuatan (untuk menjauhi larangan-Nya) kecuali karena Allah.</p>
<p>*Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede, penulis buku Kuburan-Kuburan Keramat di Nusantara, insya Allah dibedah di IBF Senayan Jakarta, Ruang Anggrek, Kamis 10 Maret 2011 jam 13.00.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/731/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=731&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/25/rekayasa-ahmadiyah-cari-dukungan-musuh-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/baru/ahmadi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bajingan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Pemerintah Terhadap Kritik</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/25/sikap-pemerintah-terhadap-kritik/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/25/sikap-pemerintah-terhadap-kritik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 13:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Penguasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=727</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ade Sugana, Lc.* Kritik terhadap penguasa (muhasabatul hukam) disyariatkan dalam Islam. Ia merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar yang hukumnya fardhu kifayah. Karenanya, di dalam umat harus senantiasa ada orang-orang yang melakukan kewajiban ini, kalaupun tidak bisa dilakukan oleh mereka secara keseluruhan. Hal ini banyak dijelaskan baik dalam al-Quran maupun as-Sunah. Diantaranya firman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=727&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Ade Sugana, Lc.*</p>
<p><img class="alignleft" title="kadafi" src="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=701657984098&amp;id=ae9716d30fb721fa71508882fae5413b&amp;url=http%3a%2f%2fp4.focus.de%2fimg%2fgen%2fT%2fB%2fHBTBsQTP_Pxgen_r_630xA.jpg" alt="" width="160" height="119" />Kritik terhadap penguasa (muhasabatul hukam) disyariatkan dalam Islam. Ia merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar yang hukumnya fardhu kifayah. Karenanya, di dalam umat harus senantiasa ada orang-orang yang melakukan kewajiban ini, kalaupun tidak bisa dilakukan oleh mereka secara keseluruhan. Hal ini banyak dijelaskan baik dalam al-Quran maupun  as-Sunah. Diantaranya firman Allah SWT,</p>
<p>وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا</p>
<p>“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia” (al-baqarah: 143)</p>
<p>Dalam ayat lain Allah SWT, berfirman</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil ” (QS. Al-Maaidah[5]: 8)</p>
<p>Di samping ayat-ayat lain yang banyak sekali jumlahnya terkait kewajiban melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Dua ayat di atas merupakan seruan kepada umat Islam untuk menjadi saksi bagi umat dan bangsa lain. Lalu  bagaimana umat ini menjadi saksi bagi mereka kalau ia belum bisa menjadi saksi dan pemimpin atas dirinya sendiri. Hal ini mengharuskan selalu adanya muhasabah dan kritik bukan hanya diantara individu-individu umat melainkan terhadap penguasa dalam kedudukanya sebagai pemimpin, pemelihara  urusan-urusan mereka, pihak yang bertanggung jawab mewujudkan kesejahtera dan  membimbing meraka hingga mampu menjadi suhada bagi umat dan bangsa lain .<span id="more-727"></span></p>
<p>Selain itu, dalam banyak hadits Rasulullah SAW. juga menjelaskan tentang kewajiban muhasabah ini, diantaranya sabda beliau yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:</p>
<p>سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لَا يَفْعَلُونَ، فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَنْ يَرِدَ عَلَيَّ الْحَوْضَ (رواه أحمد)</p>
<p>“Akan ada para pemimpin yang memimpin kalian dengan perkara-perkara yang tidak mereka laksanakan. Karena itu, siapa saja yang membenarkan kedustaan mereka dan membantu kedzaliman mereka maka ia bukan termasuk golongganku, dan aku juga bukan termasuk golongannnya; telaga haud pun sekali-kali tidak akan bermanfaat bagiku (untuk menolongnya). (HR. Ahmad).</p>
<p>Selain itu pula, Islam telah menganggap orang yang dibunuh karena penentangannya terhadap penguasa sebagai afdhalus syuhada, ini tiada lain karena Islam menjadikan muhasabah sebagai perkara penting bahkan ia merupakan salah satu pilar bagi hilangnya kedzaliman dan tegaknya hukum Allah SWT di muka bumi ini.</p>
<p>Lalu Bagaimana seharusnya sikap penguasa dalam menghadapi kritik atau muhasabah yang dilakukan oleh rakyatnya, perlukah ia berapologi, membela diri atau selalu merasa benar bahkan melakukan pencitraan dan kebohongan? Mari kita lihat karakter para pemimpin muslim di masa lalu, terutama Rasulullah SAW sebagai panutan kita.</p>
<p>Bercermin Pada Rasulallah SAW dan Para Khalifah setelahnya</p>
<p>Pada zaman kehidupan Rasullah SAW, kritik pernah terjadi, dimana budaya muhasabah ini telah dicontohkan dalam kehidupan Rasulullah SAW. Para shahabat sebagai rakyat pernah melakukan muhasabah kepada kebijakan pemerintahan Rasulullah SAW dan para Khulafaur Rasyidin. Rasulullah, pernah dinasihati Hubbab bin Mundzir dalam menentukan posisi pasukan di medan perang Badar. Pada saat ditandatangani perjanjian Hudaibiyah kaum Muslim menampakkan ketidaksetujuan mereka kepada beliau. Sedang seusai perang Hunain, para sahabat Anshar menampakkan rasa kecewa melihat Rasulullah memberikan ghanimah kepada para pemimpin Quraisy yang baru masuk Islam (al-muallafatu qulubuhum), tanpa memberikan satu bagian pun untuk mereka.</p>
<p>Para shahabat mempertanyakan pembagian kain dari Yaman kepada pemerintahan Umar bin Kha-ththab. Beliau juga pernah diprotes oleh seorang wanita yang menentang kebijakan pembatasan mahar.</p>
<p>Bagaimanakah sikap Rasul SAW dan para Khalifah dalam menghadapi muhasabah yang dilakukan oleh para sahabat yang berstatus sebagai rakyat? Rasulullah menerima pendapat Hubbab lantaran beliau melihat adanya ke-ahlian Hubbab dalam strategi pertempuran. Dalam perang Uhud, beliau menyetujuinya pendapat para shahabat yang menghendaki untuk menyongsong pasukan Quraisy di luar kota Madinah meskipun beliau sendiri berpendapat sebaliknya. Pada perjanjian Hudaibiyah beliau tetap bertahan dalam menghadapi protes para shahabat. Sebab, hukum perjanjian tersebut merupakan wahyu yang baru beliau terima.</p>
<p>Tatkala wanita memprotes kebijakan khalifah Umar Ibnu al-Khattab dengan  membaca firman Allah SWT: “Maka janganlah kamu mengambil kembali (mahar) dari padanya barang sedikitpun” (QS. An Nisaa 20), maka Khalifah Umar berkata, “Benarlah wanita itu dan sayalah yang keliru” (lihat Abdul Aziz Al Badri, Peran Ulama dan Penguasa). Dan terhadap pertanyaan tentang pakaian yang dikenakannya, Umar meminta putranya untuk menjelaskan. Ibnu Umar pun menyatakan bahwa pakaian Umar adalah bagian Khalifah ditambah dengan bagiannya yang dihadiahkannya kepada ayahnya.</p>
<p>Dari contoh-contoh diatas kita melihat, bahwa kontrol sosial atau menasehati penguasa merupakan sunnah rasul dan tabi’at para pemimpin Islam. Rakyat, tanpa memandang status sosialnya merasa berkewajiban dan berani mengkritik atau mengoreksi segala kebijakan atau tindakan yang dilakukan pejabat Negara, pada setiap kesempatan terbuka. Sebaliknya, para pejabat Negara tanpa memandang posisi dan jabatannya merasa berkewajiban menerima kritik dan koreksi dari rakyatnya, tanpa ada perasaan tersinggung atau terrendahkan martabatnya, walau kritik dan koreksi dilakukan di depan umum.</p>
<p>Sikap yang tidak perlu</p>
<p>Lalu bagaimana dengan sikap para penguasa saat ini, alih-alih mencoba introspeksi atau bahkan menerima kritikan tersebut, malah mereka berapologi, membela diri,  menutupi kegagalan dengan kebohongan dan manipulasi, bahkan tidak sedikit direspon dengan serangan yang bersifat pribadi terhadap orang-orang yang bersikap kritis terhadapnya, yang jauh dari substansi kritik itu sendiri. Sebaliknya, Pencitraanlah yang sering dikedepankan. Tentu ini gampang dimaklumi, karena menerima kritik dalam pandangannya berarti menerima kegagalan, terima kegagalan berarti popularitas menurun, popularitas menurun 2014 bagaimana… dan seterusnya. Padahal masyarakat ini sudah semakin cerdas, kegagalan pemerintah tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Kesengsaraan demi kesengsaran yang mereka rasakan tidak mungkin bisa diobati oleh kebohongan-kebohongan dalam banyak pidato para penguasa,  apalagi hanya dengan sekedar klaim keberhasilan dalam bentuk angka-angka yang terkadang sarat dengan manipulasi.</p>
<p>Untuk apa pertumbuhan ekonomi 6,1 persen jika rakyat tetap sengsara, hidup sendiri seperti tinggal  di negeri yatim piatu, tidak ada yang mengurus, justru yang mereka rasakan adalah penindasan demi penindasan. Pengusaha kecil dan menengah beralih menjadi pedagang, sebelum mereka menganggur, karena banyaknya hambatan berproduksi. Mereka tidak sanggup lagi bertahan sebagai produsen. Sebab, bertahan menjadi produsen sama saja dengan bunuh diri, bagai mana tidak bahan baku sulit diperoleh, tarif listrik terus naik. Dua hal itu saja sudah cukup untuk membunuh mereka apalagi ditambah barang-barang China yang membanjiri pasar dengan harga lebih murah. Inikah sebuah keberhasilan yang membuat para penguasa ini tuli, dan seperti tidak peduli, yang penting masih bisa beretorika. Perkara ada kesenjangan antara retorika dan fakta, itu soal lain. Dinilai gagal pun bukan persoalan, asalkan tidak dituding berbohong.</p>
<p>Sikap seperti itu bukan jalan keluar, bukan jalan keluar bagi masalah yang dihadapi bangsa ini, bahkan bukan jalan keluar bagi kepentingan anda sendiri. Ingatlah fiman Allah Swt, dalam alquran.</p>
<p>لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوا وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١٨٨﴾</p>
<p>“Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih”. (QS. Ali Imran[3]:188)</p>
<p>Terkait asbabun nuzul ayat ini ada dua riwayat. Pertama terkait ahlul kitab yang ditanya oleh Rasulullah SAW, lalu mereka  mereka menjawab dengan jawaban yang bukan sebenarnya, mereka senang dengan kebohongan itu dan malah meminta dipuji. Riwayat kedua terkait dengan orang munafik yang selalu izin dalam setiap peperangan, duduk-duduk karena jihad dirasakan berat baginya, dan mereka senang dengan hal itu. jika Nabi menghampiri mereka, mereka keluarkan berbagai alasan, tak jarang mereka bersumpah demi tetap dipuji atas apa yang tidak mereka kerjakan.</p>
<p>Tentu tidak ada pertentangan diantara dua riwayat ini, karena pelajaran (al-ibrah) itu diambil dari keumuman lafadz bukan dengan kekhususan sebab, disamping banyak sekali ayat yang turun bukan karena satu sebab. Dalam Ayat ini Allah SWT, melarang kita memiliki sikap munafik dan gemar bermain citra atau berbohong demi menutupi kesalahan dan kegagalan.</p>
<p>Sistem gagal melahirkan penguasa bebal</p>
<p>Sikap penguasa di atas memang cermin sistem yang berlaku sekarang ini. Kapitalisme yang memang sudah cacat sejak lahir telah gagal wujudkan kesejahteraan bagi penganutnya, sehingga tak heran para penguasa selalu dituntun untuk menutupi cacat dan kegagalan itu. Sistem ini tidak memiliki pijakan yang kuat, sehingga setiap kritik yang ditujukan untuk memperbaiki sistem ini, selalu bermuara kepada kegagalan sistem itu sendiri, disadari atupun tidak. Sehingga sistem ini memang tidak perlu dipertahankan. Dan jika mau dipertahankan berarti harus siap, berani dan tanpa malu untuk tidak menerima kritik, dengan semua jurus kebohongan dan manipulasi. Walaupun kritik itu sendiri tetap diperbolehkan, supaya tetap dianggap demokratis. Akan tetapi apalah artinya keberadaan kritik itu, jika harus selalu bertabrakan dengan sikap penguasa yang disetting bebal oleh sistem yang sedang diterapkannya.</p>
<p>Khalifah penguasa sejati</p>
<p>Dengn Islam, sikap para penguasa di atas akan bisa diminimalisir kalau pun tidak bisa dihilangkan seluruhnya. Karena, dalam tradisi politik Islam, khalifah dan para pejabat di bawahnya memiliki kewajiban untuk menjawab semua koreksi dan kritik yang ditujukan kepadanya, dengan menjelaskan pandangan dan argumentasi yang menjadi landasan berbagai perkataan dan aktivitasnya termasuk kebijakan yang diambilnya. Baik dalam hal-hal yang dirasakan umat menyalahi hukum syariah, atau merupakan kebijakan yang kurang tepat, keliru, menimbulkan bahaya atau mengandung unsur kedzaliman terhadap rakyat.</p>
<p>Penjelasan ini bisa langsung disampaikan kepada individu atau kelompok di dalam masyarakat, atau disampaikan kepada wakil-wakil mereka yang ada di majlis umat. Jika majlis umat tidak bisa menerima pandangan khalifah dan membantah argumentasinya maka harus dilihat dulu. Jika hal itu terjadi dalam perkara yang menjadikan pendapat mayoritas bersifat mengikat bagi khalifah, maka pendapat majlis  dalam hal tersebut juga  bersifat mengikat bagi khalifah. Karenanya, Rasulullah SAW, mengikuti pendapat mayoritas sahabat untuk keluar dari madinah dalam perang uhud.  Sebaliknya, jika dalam perkara tersebut suara tersebut tidak bersifat mengikat seperti menyangkut perkara-perkara pemikiran yang memerlukan pengkajian mendalam dan analisis seperti untuk menyingkap kebenaran atau pendapat berbagai keputusan perang dan perkara-perkara yang memerlukan keahlian dan pengetahuan spesifik seperti penyiapan strategi perang atau menyangkut sains dan teknologi, maka dalam perkara-perkara demikian yang diambil adalah pendapat para ahli, sehingga khalifah tidak terikat dengan suara mayoritas. Karenanya, Rasulullah SAW, menerima pendapatnya Hubab Ibn al-Mundzir dalam masalah pemilihan tempat dalam perang badar.</p>
<p>Adapun jika pihak yang melakukan koreksi berselisih dengan penguasa dalam hal hukum syara yang diadopsi khalifah, maka perselisihan itu dikembalikan kepada Qadhi Mazhalim. Dan pendapat Mahkamah Mazhalim dalam hal ini bersifat mengikat, karena ialah yng memilki wewenang dalam kondisi ini. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya)”. (QS. An-Nisaa[4]:59).</p>
<p>Ayat ini di dalamnya berisi seruan kepada kaum Muslim, jika mereka berselisih dengan ulil amri dalam suatu perkara maka hendaknya mengembalikan perkara tersebut kepada Allah dan Rasulnya. Mengembalikan keputusan hukum kepada keduanya berarti menyerahkannya kepada mahkamah mazhalim. Karena, Rasululullah SAW, tidak mengambil pendapat para sahabat dalam hal keputusannya untuk melaksanakan perjanjian dengan kafir quraisy, karena itu merupakan wahyu yang diturunkan kepadanya.</p>
<p>Dari semua contoh di atas kita bisa lebih memahami bahwa khalifah bukanlah sosok yang anti kritik. Dialah pemimpin yang sejati, dan seperti itulah seharusnya para pemimpin negeri ini menyikapi setiap kritik yang ditujukan kepadanya.</p>
<p>*<a title="just klick" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/02/24/sikap-pemerintah-terhadap-kritik/" target="_blank">Lajnah Tsaqafiyyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia </a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/727/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=727&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/25/sikap-pemerintah-terhadap-kritik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=701657984098&#38;id=ae9716d30fb721fa71508882fae5413b&#38;url=http%3a%2f%2fp4.focus.de%2fimg%2fgen%2fT%2fB%2fHBTBsQTP_Pxgen_r_630xA.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kadafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Problem Ahmadiyah</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/17/problem-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/17/problem-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 03:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Daging]]></category>
		<category><![CDATA[Duri]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak percaya bahwa Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi dan belum percaya pula bahwa ia seorang mujaddid [pembaharu]”, tulis Ir. Soekarno dalam bukunya, Di Bawah Bendera Revolusi, jilid 1, cetakan ke-2, Gunung Agung Jakarta, 1963, hlm. 345. Mantan Presiden RI pertama itu bukan pertama dan bukan pula satu-satunya yang berpendapat demikian. Jauh sebelumnya, filsuf dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=720&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><img class="alignleft" title="anti ahmadiyah" src="http://hepyes.files.wordpress.com/2011/02/gerakan20anti20ahmadiyah.jpg?w=355&#038;h=235" alt="" width="355" height="235" />Saya tidak percaya bahwa  Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi dan belum percaya pula bahwa ia seorang  mujaddid [pembaharu]”, tulis Ir. Soekarno dalam bukunya, <em>Di Bawah</em><em> Bendera</em><em> Revolusi</em>, jilid 1, cetakan ke-2, Gunung Agung Jakarta, 1963, hlm. 345. Mantan <strong>Presiden RI</strong><strong> </strong>pertama  itu bukan pertama dan bukan pula satu-satunya yang berpendapat  demikian. Jauh sebelumnya, filsuf dan pujangga terkenal Sir Muhammad  Iqbal ketika ditanya oleh Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India waktu  itu, perihal Ahmadiyah dengan tegas menjawab bahwa wahyu kenabian sudah  final dan siapapun yang mengaku dirinya nabi penerima wahyu setelah  Muhammad saw adalah pengkhianat kepada  Islam: “No revelation the denial  of which entails heresy is possible  after Muhammad. He who claims such  a revelation is a traitor to Islam” (<em>Islam and Ahmadism</em>, cetakanDa‘wah Academy Islamabad, 1990hlm. 8).</p>
<p><span id="more-720"></span></p>
<p>Iqbal  menangkap banyak kemiripan antara gerakanAhmadiyah di India dengan  Babiyah di Persia (Iran), yang pendirinya juga mengklaim dapat wahyu  sebagai nabi. Menurut Iqbal, tokoh-tokoh kedua aliran sesat ini  merupakan alat politik ‘belahbambu’ kolonialis Inggris -yang waktu itu  masih bercokol di India- dan wayang imperialis Russia –yang sempat  menjajah Asia Tengah dan sebagian Persia. Akidah mereka adalah  ‘kepasrahan pada penguasa’ (<em>political servility</em>), jelas Iqbal (hlm. 13).</p>
<p>Jika  pemerintah Russia mengijinkan Babiyah membuka markas mereka di  Ishqabad, Turkmenistan, maka pemerintah Inggris merestui Ahmadiyah  mendirikan pusat misi mereka di Woking, wilayah tenggara England. Bag  iIqbal, doktrin-doktrin Ahmadiyah hanya akan mengembalikan orang kepada  kebodohan. Inti dari Ahmadisme atau Qadianisme –demikian Iqbal lebih  suka menyebutnya- adalah rekayasa mencipta sebuah umat baru bagi nabi  India (sebagai tandingan nabi Arabia): <em>“to carve out, from the Ummat of the Arabian Prophet, a new ummat for the Indian prophet.”</em>(hlm. 2).</p>
<p>Seorang  ulama India yang paling disegani pada zamannya, Syed Abul Hasan Ali  an-Nadwi telah meneliti secara intensif dan objektif riwayat hidup Mirza  Ghulam Ahmad, bagaimana MGA berubah dari seorang santri sederhana  menjadi pembela agama (1880) lalumengklaim dirinya imam mahdi alias <em>masihmaw‘ud</em> (1891) dan akhirnya mengaku jadi nabi (1901). Kesimpulannya, gerakan  Ahmadiyah ini hanya menambah beban pekerjaan-rumah umat Islam,  memecah-belah mereka, dan membikin masalah umat kian rumit (Lihat: <em>Qadianism: A Critical Study</em>, cetakan Lucknow 1980, hlm. 155).</p>
<p>Ajaran  sesat Ahmadiyah dibawa masuk ke Indonesia sekitar tahun 1925 oleh  beberapa pemuda asal Sumatera yang pernah dididik di Qadian, India  selama beberapa tahun.Demi menyebarkan pahamnya, misionaris Ahmadiyah  telah menerbitkan majalah “Sinar Islam” (<em>sic!</em>), Studi Islam dan  Fathi Islam. Keresahan yang ditimbulkan oleh gerakan penyesatan umat  ini sempat menyeret mereka beberapa kali ke dalam debat terbuka pada  1933 di Bandung (Lihat: Fawzy S. Thaha, <em>AhmadiyahdalamPersoalan</em>,  cetakan Singapura, 1982). Meski telah dinyatakan sesat dan kafir  (murtad) oleh tokoh-tokoh Islam pada Muktamar ke-5 Nahdlatul Ulama (NU)  tahun 1930 di Pekalongan dan musyawarah Ulama Sumatera Timur tahun 1935  serta oleh Lajnah Radd as-Syubuhat Madrasah Indonesia Islamiyah Mekkah  yang dipimpin oleh Syekh Janan Muhammad Tayyib asal Minangkabau, kasus  Ahmadiyah kembali mencuat pada 1974 setelah parlemen Pakistan dengan  tegas menyatakan penganut Ahmadiyah bukan orang Islam (<em>not Muslim</em>) di mata hokum dan undang-undang negara.</p>
<p>Padatahun  1980 MajelisUlama Indonesia (MUI) yang waktu itu dipimpin Buya Hamka  telah pun menetapkan bahwa aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat  lagi menyesatkan, dan orang Islam yang menganutnya adalah murtad alias  keluar dari Islam (No.05/Kep/Munas/II/MUI/1980). Ketetapan tersebut  ditegaskan kembali pada bulan Juli 2005 dalam fatwa resmi MUI yang  ditandatangani oleh <strong>Prof. Dr. H. Umar Shihab</strong><strong> </strong>dan <strong>Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin.</strong><strong> </strong>Kemudian  DirjenBimas Islam Departemen Agama melalui surat edarannya tahun 1984  telah menyeru seluruh umat Islam agar mewaspadai gerakan Ahmadiyah.</p>
<p>Terakhir,  16 April 2008 lalu Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengawas Aliran  Kepercayaan Masyarakat) menyatakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)  sebagai kelompok sesat dan oleh karenanya merekomendasikan perlunya  diberi peringatan keras lewat suatu keputusan bersama Menteri Agama,  JaksaAgung, dan Menteri Dalam Negeri (sesuai dengan UU No 1/PNPS/1965)  agar Ahmadiyah menghentikan segala aktivitasnya. Menurut Kepala Badan  Litbang dan Diklat Depag, Atho Mudzhar, yang juga Ketua Tim Pemantau,  selama tiga bulan Bakorpakem memantau 55 komunitas Ahmadiyah di 33  kabupaten. Sebanyak 35 anggota tim pemantau bertemu 277 warga Ahmadiyah.  Ternyata, ajaran Ahmadiyah masih menyimpang. Di seluruh cabang, Mirza  Ghulam Ahmad (MGA) tetap dipercayai sebagai nabi setelah Nabi Muhammad  saw. Selain itu, penganut Ahmadiyah meyakini kitab <em>Tadzkirah</em><em> </em>sebagai kumpulan wahyu kepada MGA.</p>
<p>Para  penganut dan penyokong Ahmadiyah kerap berkelit dengan tiga dalih  mengelirukan. Pertama, dalih bahwa orang Ahmadiyah itu sama dengan orang  Islam karena syahadat mereka sama. Padahal, yang esensial bukanlah  kesamaan, akan tetapi perbedaan. Orang  Ahmadiyah itu berbeda dengan  orang Islam bukan karena syahadat atau  cara ibadahnya, tetapi karena  akidahnya yang meyakini kenabian Mirza  Ghulam Ahmad. Sebagaimana  disimpulkan olehYohanan Friedman, peneliti dari Hebrew University of  Jerusalem: “The core of Ahmadi[yah] thought is its prophetology” (Lihat <em>Prophecy Continous: Aspects of Ahmadi Religious Thought and Its Medieval Background</em>, terbitan University of California Press Berkeley 1989, hlm. 131 dan 181). Dengan begitu, Ahmadiyah <strong>tidak sama</strong> dengan Muhammadiyah,  Nahdlatul Ulama atau Persatuan Islam yang  tokoh-tokohnya sejak KH Ahmad  Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, dan A. Hassan  tidak satupun pernah mengaku  dirinya nabi.</p>
<p>Kedua, dalih bahwa  sebagai warga negara  penganut Ahmadiyah dijamin kebebasannya oleh  konstitusi, dan melarang  Ahmadiyah sama dengan melanggar hak asasi  manusia (HAM) dan  Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia 1945. Di  sini terselip  kealpaan dan ketidakmengertian. Alpa dan tidak paham  bahwa dalam ‘menikmati’  kebebasannya setiap warganegara wajib tunduk  kepada batasan  undang-undang demi terjaminnya penghormatan atas hak dan  kebebasan orang  lain dan demi memenuhi tuntutan keadilan sesuai  pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, ketertiban umum dalam  suatu masyarakat demokratis.</p>
<p>Artinya, penyalahgunaan kebebasan (<em>abuse of freedom</em>)  ataupun tindakan merusak tata susila, agama, dan lain sebagainya walau  atas nama HAM sekalipun tidak bisa  dibenarkan. Apa yang diperbuat MGA  dengan Ahmadiyahnya ibarat membangun  rumah baru di dalam rumah orang  lain. Yang dipersoalkan bukanlah hak  dan kebebasannya mendirikan rumah,  akan tetapi lokasi (di dalam rumah  orang lain) dan konsekuensinya  (merusak rumah yang sedia ada). Dengan  mengakui Mirza Gulam Ahmad  sebagai nabi, warga Ahmadiyah telah melakukan  penodaan, penghinaan dan  perusakan terhadap agama Islam, dimana tidak  ada nabi dan rasul lagi  pasca wafatnya Muhammad Rasulullah saw.</p>
<p>Lebih  dari itu,  propaganda Ahmadiyah terbukti menimbulkan keresahan dan  perpecahan  tidak hanya di dunia Islam, seperti temuan Dr Tony P.Chi  dalam  disertasinya tentang misi mereka di Amerika (1973), hlm. 134-5: <em>“</em><em>Ahmadiyya preaching and propagation have instigated unrest and dissension in the Muslim World.”</em> Oleh karena itu, solusinya ialah melarang Ahmadiyah atau  mengeluarkannya dari ‘rumah  Islam’. Hanya dengan jalan itu Ahmadisme  dengan nabinya (MGA) bisa  bebas dan menjadi agama baru seperti halnya  ajaran Mormon di Utah,  Amerika.</p>
<p>Ketiga,  dalih bahwa  kaum Muslim harus mengedepankan kasih sayang daripada  kekerasan dalam  menyikapi Ahmadiyah. Saran ini lebih tepat disampaikan  kepada  Pemerintah Amerika dan Israel agar menunjukkan kasih-sayang dan   menghentikan kekerasan <em>(violence)</em>terhadap kaum Muslim di Irak dan Palestina. “Abu Bakr as-Shiddiq ra adalah orang yang paling penyayang di kalangan umatku (<em>arhamu ummati</em>),”   sabda Rasulullah saw. Namun manakala muncul sekelompok orang yang   durhaka kepada Allah dan Rasulullah, beliau tidak segan-segan bertindak   atas mereka. ”Muhammad utusan Allah dan orang-orang beriman bersamanya   bersikap tegas terhadap orang kafir tetapi berkasih-sayang kepada   sesama,” firman Allah dalam al-Qur’an (48:29).</p>
<p>Perkara  Ahmadiyah bukan soal kebebasan beragama. Islam menjamin kebebasan setiap  individu untuk memeluk –bukan merusak- agama apapun, sesuai dengan  firman Allah: ‘Tidak ada paksaan dalam urusan agama’ (<em>al-Baqarah</em> 256) serta ‘Bagimu agamamu dan bagiku agamaku’ (<em>al-Kāfirūn</em> 6). Ayat-ayat ini ditujukan kepada agama lain di luar Islam, bukan   terhadap agama dalam agama. Oleh karena itu, Rasulullah saw sebagai   kepala negara bersikap tegas kepada para nabi palsu semacam Musaylamah   dan Tulayhah: bertobat atau diperangi (Lihat: Imam al-Mawardi, <em>al-Hawi al-Kabir</em>, 13:109)<strong>.</strong><em>Nah</em>,   Mirza Ghulam Ahmad dan pengikutnya telah durhaka kepada Allah dan   RasulNya serta melukai Umat Islam. Jika statusnya Muslim, maka sudah   semestinya tunduk pada ketetapan hukum Islam yang berlaku.</p>
<p>Namun  jika  statusnya non-Muslim, maka terpulang kepada negara apakah akan  mengakui  dan melindungi keberadaannya sebagai sebuah agama baru –selain  Hindu,  Buddha, Islam, Katholik dan Protestan– ataukah sebaliknya.</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://www.insistnet.com/" target="_blank">http://www.insistnet.com/</a></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hepyes.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hepyes.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hepyes.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hepyes.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/720/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&amp;blog=975202&amp;post=720&amp;subd=hepyes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2011/02/17/problem-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hepyes.files.wordpress.com/2011/02/gerakan20anti20ahmadiyah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anti ahmadiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
