<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>:.: HEPYES :.: &#187; Agama</title>
	<atom:link href="http://hepyes.wordpress.com/tag/agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hepyes.wordpress.com</link>
	<description>Bring Back My Life&#039;s</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Dec 2009 13:40:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hepyes.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/45448418869fa6e6958410d31de61bf3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>:.: HEPYES :.: &#187; Agama</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hepyes.wordpress.com/osd.xml" title=":.: HEPYES :.:" />
		<item>
		<title>Agama dan Krisis Palestina</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2009/02/08/agama-dan-krisis-palestina-2/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2009/02/08/agama-dan-krisis-palestina-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 03:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[
 
Ketika ada orang mempersepsi krisis Palestina bukan masalah agama (hanya masalah kemanusiaan), sebenarnya persepsi tadi menggantung pada kerangka pikir yang berdasarkan pandangan hidup yang dibentuk Yahudi yaitu sekulerisme dan nasionalisme. Memisahkan agama dalam hal ini Islam dalam memahami krisis Palestina itulah cara pandang agama mereka. Sebab itu kita cuma punya satu pilihan dalam memahami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=307&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/10/peta-palestina.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4512" title="peta-palestina" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/10/peta-palestina.jpg" alt="" width="200" /></a><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ketika ada orang mempersepsi krisis Palestina bukan masalah agama (hanya masalah kemanusiaan), sebenarnya persepsi tadi menggantung pada kerangka pikir yang berdasarkan pandangan hidup yang dibentuk Yahudi yaitu sekulerisme dan nasionalisme. Memisahkan agama dalam hal ini Islam dalam memahami krisis Palestina itulah cara pandang agama mereka. Sebab itu kita cuma punya satu pilihan dalam memahami krisis Palestina,yaitu menggunakan pandangan hidup dan kerangka pikir kita sendiri yaitu Islam.<span id="more-307"></span> </span></em></p>
<p>Sebagai sistim nilai yang diyakini setiap pemeluknya, agama telah membentuk pandangan hidup seseorang yang menjadi dasar, bingkai dan lingkungan bagi akalnya selama menjalani kehidupan. Terlepas dari benar atau salah pandangan hidup itu, ia akan membentuk kerangka berpikir ketika akal berinteraksi dengan realitas untuk membentuk realitas baru sesuai pandangan hidupnya tadi. Inilah yang disebut kerangka berpikir.<!--more--></p>
<p>Pengakuan akan adanya Tuhan dan persepsi manusia tentang-Nya ada dalam semua agama. Ini dasar pembentukan pandangan hidup seseorang. Manusia tidak mampu menjangkau Tuhan dengan akal, perasaan dan panca inderanya. Sehingga ketergantungan manusia terhadap informasi tentang Tuhan sangat besar guna diimaninya. Kesalahan informasi berakibat fatal karena membuat manusia salah mengimani-Nya.</p>
<p>Dan otomatis pandangan hidup dan kerangka berpikir yang akan dia digunakan dalam memahami dan membuat realitas jadi salah. Untuk itulah harus dipastikan bahwa informasi yang diterima tentang Tuhan harus berasal dari Tuhan sendiri. Karena Dialah yang mengetahui Dirinya. Juga harus dipastikan manusia yang membawa informasi dari Tuhan memang utusan yang diangkat oleh Tuhan sendiri. Informasi- informasi itu terhimpun dalam sebuah kitab.</p>
<p>Talmud merupakan kitab suci kelompok Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Seluruh tindak-tanduk Zionis-Israel mengacu pada ayat-ayat Talmudisme. Kita perlu mengetahui apa yang diyakini Yahudi Israel sehingga mereka begitu gigih menguasai Palestina sampai menggunakan cara-cara yang sadis menurut akal manusia. Yahudi Israel tidak merasa bersalah karena dalam pikiran mereka Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi (Talmud IV/8/4a).</p>
<p>Bagi Yahudi Israel, penyerangan kepada Muslim Palestina bukan masalah dan mereka tidak terikat dengan aturan apapun. Mengapa? Karena dalam Talmud disebutkan, “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a).</p>
<p>Dari sejarah Yahudi di Palestina, pada tahun 1170 orang Yahudi di daerah itu berjumlah 1140 jiwa. Sampai tahun 1267 di al-Quds (Yerusalem) hanya dijumpai dua kepala keluarga Yahudi. Namun pada tahun 1845 di seluruh Palestina telah bermukim 12.000 Yahudi sedangkan penduduk Palestina sendiri saat itu 350.000 orang. Pada tahun 1882 warga Yahudi yang tinggal di sana menjadi 25.000 jiwa sementara penduduk muslim 500.000 jiwa.</p>
<p>Pada tahun inilah titik tolak bangsa Yahudi untuk membuat negara Israel. Master plan dan road mapnya tertuang dalam buku der Judenstaad ( The Jewish State). Untuk mewujudkan negaranya pemimpin Zionis saat itu (1902) Theodore Hertzl melobi Menlu Rusia Plahve dan Tsar Nicholas II. Hertzl meminta surat pengantar Plahve yang ditujukan kepada Khalifah Sultan Abdul Hamid II. <span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Surat itu berisi permintaan izin mendirikan tempat penampungan bagi orang-orang Yahudi di Palestina. Surat itu ditolak mentah-mentah oleh Sultan Abdul Hamid II dengan perkataan tegas,”Bagaimana mungkin aku menyerahkan sebagian tanah-tanah itu, karena daerah itu bukan milikku. Tanah itu adalah milik kaum muslim. Tanah itu diperoleh dan dipertahankan oleh mereka dengan cucuran keringan, darah dan air mata ribuan prajurit. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Selama aku masih hidup jangan harap kalian bisa menguasai tanah Palestina!”.</span></p>
<p>Ketegasan Sultan Abdul Hamid II tidak membuat Hertzl putus asa. Dia menawarkan uang tunai tiga juta pounsterling emas ditambah bonus pelunasan utang luar negeri dengan syarat orang-orang Yahudi diizinkan tinggal di Palestina. Tawaran itu juga ditolak keras Sultan Abdul Hamid II. Hal ini membuat Zionis mencari jalan lain. Mereka meminta bantuan Inggris yang pada saat itu menjadi negara super power dan menguasai kawasan Palestina dan sekitarnya. Pertemuan antara Hertzl dan Balfour (Menlu Inggris) pada tahun 1906 membuahkan deklarasi Balfour yang isinya komitmen Inggris untuk mendirikan negara Israel beserta strategi-strateginya. Sejak itu sampai proklamasi pendirian negara Israel berbondong-bondong Yahudi dari  Eropa migrasi ke Palestina, jumlah warga Yahudi meningkat menjadi 30 persen dari penduduk Palestina.</p>
<p>Kegigihan Yahudi merebut tanah Palestina dilandasi keyakinan mereka “Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya,” (Babba Bathra 54b). “Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya,” (Talmud IV/3/54b).</p>
<p>Maka sejak tahun 1947 tercatat 23 kali peristiwa pembantaian umat Islam yang dilakukan tangan-tangan Yahudi Israel. Selanjutnya mulai tahun 1967, 18.147 rumah warga Palestina dihancurkan. Sejak tahun 1992, lebih dari 65 resolusi DK PBB dikeluarkan untuk menghentikan tindakan brutal Israel. Namun, tak satu pun yang dilaksanakan PBB. Melanggar aturan seolah menjadi watak dasar bangsa Israel ini, sebagaimana mereka terbiasa melanggar perintah-perintah Tuhan mereka. Serangan yang dimulai akhir tahun 2008 ini dimulai pada hari Sabat yang disucikan orang-orang Yahudi. Pada hari itu, mereka seharusnya berdiam di rumah. Namun, yang terjadi mereka justru melanggarnya.</p>
<p>Yahudi Israel memahami realitas Palestina dengan agamanya dan ingin membentuk realitas di sana menurut agamanya. Ketika ada orang mempersepsi krisis Palestina bukan masalah agama (hanya masalah kemanusiaan), sebenarnya persepsi tadi menggantung pada kerangka pikir yang berdasarkan pandangan hidup yang dibentuk Yahudi yaitu sekulerisme dan nasionalisme. Memisahkan agama dalam hal ini Islam dalam memahami krisis Palestina itulah cara pandang agama mereka. Sebab itu kita cuma punya satu pilihan dalam memahami krisis Palestina,yaitu menggunakan pandangan hidup dan kerangka pikir kita sendiri yaitu Islam.</p>
<p>Untuk itu para penguasa kiranya melakukan hal-hal berikut: Pertama, menyerukan jihad dan membuka pintu-pintu perbatasannya dengan Palestina, seraya menggerakkan semaksimal kekuatan tentara yang mereka miliki. Inilah yang wajib mereka lakukan dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT: Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama, maka kalian wajib menolong mereka. (QS al-Anfal [8]: 72).</p>
<p>Kedua, negara Israel harus dihapus sebagaimana Rasulullah saw. mengusir orang-orang Yahudi dari semenanjung Arab. Sebab, akar persoalannya adalah berdirinya negara Israel di tanah kaum Muslim. Tanah Palestina adalah hak dan milik umat Islam yang diperoleh dengan tetesan darah dan airmata serta mengorbankan banyak nyawa.<strong> </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=307&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2009/02/08/agama-dan-krisis-palestina-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/10/peta-palestina.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta-palestina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agama dan Krisis Palestina</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2009/01/24/agama-dan-krisis-palestina/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2009/01/24/agama-dan-krisis-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 09:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Agresi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[
 Oleh: Ayik Heriansyah Humas HTI Babel
 
Ketika ada orang mempersepsi krisis Palestina bukan masalah agama (hanya masalah kemanusiaan), sebenarnya persepsi tadi menggantung pada kerangka pikir yang berdasarkan pandangan hidup yang dibentuk Yahudi yaitu sekulerisme dan nasionalisme. Memisahkan agama dalam hal ini Islam dalam memahami krisis Palestina itulah cara pandang agama mereka. Sebab itu kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=298&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2></h2>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Oleh: Ayik Heriansyah Humas HTI Babel</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/10/peta-palestina.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4512" title="peta-palestina" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/10/peta-palestina.jpg" alt="" width="200" /></a><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ketika ada orang mempersepsi krisis Palestina bukan masalah agama (hanya masalah kemanusiaan), sebenarnya persepsi tadi menggantung pada kerangka pikir yang berdasarkan pandangan hidup yang dibentuk Yahudi yaitu sekulerisme dan nasionalisme. Memisahkan agama dalam hal ini Islam dalam memahami krisis Palestina itulah cara pandang agama mereka. Sebab itu kita cuma punya satu pilihan dalam memahami krisis Palestina,yaitu menggunakan pandangan hidup dan kerangka pikir kita sendiri yaitu Islam. </span></em></p>
<p>Sebagai sistim nilai yang diyakini setiap pemeluknya, agama telah membentuk pandangan hidup seseorang yang menjadi dasar, bingkai dan lingkungan bagi akalnya selama menjalani kehidupan. Terlepas dari benar atau salah pandangan hidup itu, ia akan membentuk kerangka berpikir ketika akal berinteraksi dengan realitas untuk membentuk realitas baru sesuai pandangan hidupnya tadi. Inilah yang disebut kerangka berpikir.<span id="more-298"></span></p>
<p>Pengakuan akan adanya Tuhan dan persepsi manusia tentang-Nya ada dalam semua agama. Ini dasar pembentukan pandangan hidup seseorang. Manusia tidak mampu menjangkau Tuhan dengan akal, perasaan dan panca inderanya. Sehingga ketergantungan manusia terhadap informasi tentang Tuhan sangat besar guna diimaninya. Kesalahan informasi berakibat fatal karena membuat manusia salah mengimani-Nya.</p>
<p>Dan otomatis pandangan hidup dan kerangka berpikir yang akan dia digunakan dalam memahami dan membuat realitas jadi salah. Untuk itulah harus dipastikan bahwa informasi yang diterima tentang Tuhan harus berasal dari Tuhan sendiri. Karena Dialah yang mengetahui Dirinya. Juga harus dipastikan manusia yang membawa informasi dari Tuhan memang utusan yang diangkat oleh Tuhan sendiri. Informasi- informasi itu terhimpun dalam sebuah kitab.</p>
<p>Talmud merupakan kitab suci kelompok Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Seluruh tindak-tanduk Zionis-Israel mengacu pada ayat-ayat Talmudisme. Kita perlu mengetahui apa yang diyakini Yahudi Israel sehingga mereka begitu gigih menguasai Palestina sampai menggunakan cara-cara yang sadis menurut akal manusia. Yahudi Israel tidak merasa bersalah karena dalam pikiran mereka Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi (Talmud IV/8/4a).</p>
<p>Bagi Yahudi Israel, penyerangan kepada Muslim Palestina bukan masalah dan mereka tidak terikat dengan aturan apapun. Mengapa? Karena dalam Talmud disebutkan, “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a).</p>
<p>Dari sejarah Yahudi di Palestina, pada tahun 1170 orang Yahudi di daerah itu berjumlah 1140 jiwa. Sampai tahun 1267 di al-Quds (Yerusalem) hanya dijumpai dua kepala keluarga Yahudi. Namun pada tahun 1845 di seluruh Palestina telah bermukim 12.000 Yahudi sedangkan penduduk Palestina sendiri saat itu 350.000 orang. Pada tahun 1882 warga Yahudi yang tinggal di sana menjadi 25.000 jiwa sementara penduduk muslim 500.000 jiwa.</p>
<p>Pada tahun inilah titik tolak bangsa Yahudi untuk membuat negara Israel. Master plan dan road mapnya tertuang dalam buku der Judenstaad ( The Jewish State). Untuk mewujudkan negaranya pemimpin Zionis saat itu (1902) Theodore Hertzl melobi Menlu Rusia Plahve dan Tsar Nicholas II. Hertzl meminta surat pengantar Plahve yang ditujukan kepada Khalifah Sultan Abdul Hamid II. <span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Surat itu berisi permintaan izin mendirikan tempat penampungan bagi orang-orang Yahudi di Palestina. Surat itu ditolak mentah-mentah oleh Sultan Abdul Hamid II dengan perkataan tegas,”Bagaimana mungkin aku menyerahkan sebagian tanah-tanah itu, karena daerah itu bukan milikku. Tanah itu adalah milik kaum muslim. Tanah itu diperoleh dan dipertahankan oleh mereka dengan cucuran keringan, darah dan air mata ribuan prajurit. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Selama aku masih hidup jangan harap kalian bisa menguasai tanah Palestina!”.</span></p>
<p>Ketegasan Sultan Abdul Hamid II tidak membuat Hertzl putus asa. Dia menawarkan uang tunai tiga juta pounsterling emas ditambah bonus pelunasan utang luar negeri dengan syarat orang-orang Yahudi diizinkan tinggal di Palestina. Tawaran itu juga ditolak keras Sultan Abdul Hamid II. Hal ini membuat Zionis mencari jalan lain. Mereka meminta bantuan Inggris yang pada saat itu menjadi negara super power dan menguasai kawasan Palestina dan sekitarnya. Pertemuan antara Hertzl dan Balfour (Menlu Inggris) pada tahun 1906 membuahkan deklarasi Balfour yang isinya komitmen Inggris untuk mendirikan negara Israel beserta strategi-strateginya. Sejak itu sampai proklamasi pendirian negara Israel berbondong-bondong Yahudi dari  Eropa migrasi ke Palestina, jumlah warga Yahudi meningkat menjadi 30 persen dari penduduk Palestina.</p>
<p>Kegigihan Yahudi merebut tanah Palestina dilandasi keyakinan mereka “Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya,” (Babba Bathra 54b). “Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya,” (Talmud IV/3/54b).</p>
<p>Maka sejak tahun 1947 tercatat 23 kali peristiwa pembantaian umat Islam yang dilakukan tangan-tangan Yahudi Israel. Selanjutnya mulai tahun 1967, 18.147 rumah warga Palestina dihancurkan. Sejak tahun 1992, lebih dari 65 resolusi DK PBB dikeluarkan untuk menghentikan tindakan brutal Israel. Namun, tak satu pun yang dilaksanakan PBB. Melanggar aturan seolah menjadi watak dasar bangsa Israel ini, sebagaimana mereka terbiasa melanggar perintah-perintah Tuhan mereka. Serangan yang dimulai akhir tahun 2008 ini dimulai pada hari Sabat yang disucikan orang-orang Yahudi. Pada hari itu, mereka seharusnya berdiam di rumah. Namun, yang terjadi mereka justru melanggarnya.</p>
<p>Yahudi Israel memahami realitas Palestina dengan agamanya dan ingin membentuk realitas di sana menurut agamanya. Ketika ada orang mempersepsi krisis Palestina bukan masalah agama (hanya masalah kemanusiaan), sebenarnya persepsi tadi menggantung pada kerangka pikir yang berdasarkan pandangan hidup yang dibentuk Yahudi yaitu sekulerisme dan nasionalisme. Memisahkan agama dalam hal ini Islam dalam memahami krisis Palestina itulah cara pandang agama mereka. Sebab itu kita cuma punya satu pilihan dalam memahami krisis Palestina,yaitu menggunakan pandangan hidup dan kerangka pikir kita sendiri yaitu Islam.</p>
<p>Untuk itu para penguasa kiranya melakukan hal-hal berikut: Pertama, menyerukan jihad dan membuka pintu-pintu perbatasannya dengan Palestina, seraya menggerakkan semaksimal kekuatan tentara yang mereka miliki. Inilah yang wajib mereka lakukan dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT: Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama, maka kalian wajib menolong mereka. (QS al-Anfal [8]: 72).</p>
<p>Kedua, negara Israel harus dihapus sebagaimana Rasulullah saw. mengusir orang-orang Yahudi dari semenanjung Arab. Sebab, akar persoalannya adalah berdirinya negara Israel di tanah kaum Muslim. Tanah Palestina adalah hak dan milik umat Islam yang diperoleh dengan tetesan darah dan airmata serta mengorbankan banyak nyawa.<strong> </strong></p>
<p><strong>(<em>Dimuat Bagka Pos, Edisi Jum’at 09 Januari<span> </span>2009</em>) </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=298&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2009/01/24/agama-dan-krisis-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/10/peta-palestina.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta-palestina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agama Tidak Sekedar Intervensi</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/13/agama-tidak-sekedar-intervensi/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/13/agama-tidak-sekedar-intervensi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 00:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Intervensi]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Sekuler]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Negara tidak pula mencampuri urusan keyakinan warganya, negara tidak boleh intervensi dalam masalah keyakinan. Argumentasi seperti ini sering terdengar dari kelompok sekuler-liberal  yang membela keberadaan Ahmadiyah. Lebih jauh, sering dikatakan , kalau agama campur tangan , negara berarti memihak pada kelompok tertentu, padahal negara harus diatas semua golongan.

Berbagai pernyataan diatas pada dasarnya muncul dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=32&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Negara tidak pula mencampuri urusan keyakinan warganya, negara tidak boleh intervensi dalam masalah keyakinan. Argumentasi seperti ini sering terdengar dari kelompok sekuler-liberal  yang membela keberadaan Ahmadiyah. Lebih jauh, sering dikatakan , kalau agama campur tangan , negara berarti memihak pada kelompok tertentu, padahal negara harus diatas semua golongan.<br />
<span id="more-32"></span><br />
Berbagai pernyataan diatas pada dasarnya muncul dari cara pandang sekulerisme. Ide yang menjadi dasar dari sistem kapitalisme ini pada intinya menolak agama dijadikan dasar negara. Agama dalam pandangan sekulerisme , hanya sekedar mengatur urusan-urusan individual, moralitas, dan ritual. Agama dilarang untuk mencampuri urasan politik, ekonomi, pendidikan dan bidang sosial lainnya.</p>
<p>Karena agama merupakan urusan pribadi, maka negara tidak boleh mencampuri keyakinan seseorang. Seseorang atas dasar kebebasan berkeyakinan tidak boleh dilarang untuk mengimana suatu agama , keluar dari agama itu, bahkan tidak boleh beragama sekalipun. Negara pun dikatakan tidak boleh menghakimi keyakinan rakyatnya.</p>
<p>Pandangan sekulerisme diatas jelas ditolak oleh Islam dan sekaligus berbahaya. Sebab, akan mengkerdilkan agama Islam hanya sebagai urusan individual, ritual dan moralitas. Sebaliknya, dalam aspek yang lain seperti ekonomi, politik, sosial, pendidikan Islam kemudian tidak dipakai sama sekali. Aspek yang dikenal sebagai aspek mu’amalah (yang mengatur kehidupan manusia dengan manusia yang lain) ini kemudian diatur oleh aturan diluar Islam, yakni kapitalisme-liberal. Pandang sekulerisme akan menjadi dasar liberalisasi segala aspek kehidupan.</p>
<p>Padahal Kapitalisme-liberal ini yang menjadi pangkal dari bencana manusia. Dalam aspek ekonomi, Kapitalisme-liberal dengan karakter materialisme nya yang rakus telah menimbulkan penjajahan  negara-negara maju dunia ketiga . Kapitalisme telah menimbulkan kesenjangan antara utara-selatan, kemiskinan yang meluas  , dan perampokan kekayaan alam negara dunia ketiga.</p>
<p>Sejarah buruk kolonialisme merupakan fakta yang tak terbantahkan dari bahaya kapitalisme ini . Negara-negara Barat menjajah negara lain, merampok kekayaan alamnya dengan cara memerangi penduduk setempat yang melakukan perlawanan. Indonesia adalah negara yang mengalami sejarah panjang kolonialisme yang mengerikan itu. Kedatangan Belanda, Portugal, Inggris di bumi Nusantara telah menumpahkan darah jutaan penduduk. Dengan sistem tanam paksa,  rakyat Indonesia  dipaksa untuk menanam komiditi yang dibutuhkan oleh negara penjajah, setelah itu menjualnya dengan sangat murah bahkan terkadang tanpa dibayar.</p>
<p>Rakyat miskinpun diperas tenaganya dalam kerja paksa, membangun infrastruktur untuk kepentingan penjajahan seperti jalan raya, rel kereta api, gedung-gedung dan lain-lain. Merekapun menjadi buruh-buruh murah di perkebunan-perkebunan yang kehidupan yang penuh derita.</p>
<p>Meskipun mengklaim sudah merdeka, penjajahan ekonomi ini sebenarnya masih berlangsung. Kalau dulu dengan militer, sekarang negara-negara Kapitalisme liberal menjajah dan merampok kekayaan alam kita atas nama investasi asing, pasar bebas, privatisasi dan mekanisme ekonomi kapitalisme lainnya. Kapitalisme ini juga membuat jebakan dan jeratan ekonomi seperti hutang luar negeri dan rezim mata uang dolar.</p>
<p>Kebijakan kapitalisme-liberal ini menyebabkan penderitaan masyarakat. Atas nama privatasi pendidikan dan kesehatan menjadi mahal dan semakin tidak bisa dijangkau. Orang miskin seakan tidak boleh sakit dan tidak boleh pintar. Sehat dan pintar hanya untuk orang kaya yang memiliki modal yang kuat.  Pengurangan subsidi yang  menjadi ciri dari kebijakan liberal ini pun telah menyebabkan BBM menjadi mahal  karena mengikuti harga internasional. Dampaknya pun luar biasa, biaya hidup menjadi tinggi, harga-harga melambung tinggi, para pekerja terancam PHK, kemiskinan pun meningkat.</p>
<p>Kebijakan kapitalisme-liberal ini pun secara sistematis menjadi sarana  merampok kekayaan alam kita. Tambang minyak dan gas Indonesia menurut pakar ekonomi Econit 80 % nya dikuasai asing. Emas, perak, batu bara juga sama. Padahal kalau kalau semua itu dikelola langsung oleh pemerintah dengan baik, profesional, jujur, transparan, akan memberikan pendapatan yang luar biasa kepada negara. Dana ini pun bisa digunakan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan masyarakat. Pendidikan dan kesehatan gratis juga bukan mimpi.</p>
<p>Kebijakan kapitalisme-liberal ini juga telah menimbulkan kehancuran sosial yang tak terperikan. Liberalisme telah meningkatkan kriminalitas karena  kesulitan ekonomi. Kekerasan dalam rumah tangga juga meningkat karena tingkat stress yang tinggi. Liberalisme berdampak pada gaya hidup yang penuh dengan kemaksiatan. Kebebasan seksual, pornograpi, lesbianisme , homoseksual, pelacuran pun berkembang. Semua ini terjadi karena Kapitalisme-Liberal yang meminggirkan peran Islam dalam aspek ekonomi dan sosial. Inilah bahaya dari pandangan sekulerisme.</p>
<p>Dalam pandangan Islam, agama bukan saja boleh melakukan intervensi terhadap urusan negara. Lebih jauh dari itu, Islam harus menjadi dasar negara. Karena itu, negara harus menjadi Al Qur’an dan Sunnah sebagai sumber hukum. Berdasarkan hal ini, syariah Islam harus mengatur segala aspek kehidupan. Bukan hanya masalah individual, moral, atau ritual. Tapi juga aspek ekonomi, politik, sosial, dan budaya.</p>
<p>Negara dalam pandangan Islam wajib campur tangan dalam masalah aqidah. Bukan dalam pengertian memaksa warga non muslim untuk memeluk agama Islam. Sebab, Islam dengan gamblang mengatakan tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam. Bukan pula dalam pengertian yang non muslim tidak boleh beribadah, sebab Islam membolehkan non muslim beribadah menurut agamanya masing-masing.  Campur tangan dalam pengertian, Negara harus menjaga aqidah Islam untuk tetap eksis dan kuat menjadi individu muslim dan negara.</p>
<p>Dalam konteks ini negara harus bersikap tegas dari segala hal yang mengancam aqidah Islam. Rosulullah Saw dengan tegas memberikan sanksi hukuman mati bagi orang yang murtad, sebagaimana sabdanya : “Man baddala dinahu fa qatuluhu” (Barang siapa yang mengganti agamanya (murtad dari Islam) maka bunuhlah”.  Abu Bakar ra saat menjadi Kholifah juga memerangi Musailamah al Kadzdzab yang mengaku Nabi. Kenapa negara hirau dalam masalah aqidah ini ? Sebab aqidah adalah dasar  dan fondasi setiap muslim dan negara. Kalau fondasi ini lemah, makan ketaqwaan individu akan lemah. Negara juga akan lemah.</p>
<p>Pandangan sekuler jelas berbahaya. Dengan alasan kebebasan beragama, seorang muslim dengan seenaknya murtad (keluar dari Islam). Sikap negara yang diam dalam masalah ini, jelas menjadikan aqidah menjadi persoalan remeh. Padahal aqidah inilah yang menjadi dasar dari kuatnya negara. Dengan alasan kebebasan berkeyakinan, orang dibiarkan membuat keyakinan yang aneh-aneh, mengaku Nabi, mengaku jibril, sholat dua bahasa , ibadah haji tidak perlu ke Makkah. Bukan tidak mungkin dengan alasan kebebasan berkeyakinan, sah-sah saja orang sholat sambil telanjang dan kiblatnya ke Monas (Na’udzubillah mindzalik)</p>
<p>Bahwa negara harus menjaga hal yang mendasar ditengah masyarakat yang menjadi asas, sebenarnya wajar saja. Negara-negara Kapitalis juga akan sekuat tenaga menjaga ideologi Kapitalis tetap eksis.Bedanya, kalau negara Islam akan sekuat tenaga mempertahankan aqidah Islam sebagai dasar negara. Negara Kapitalisme akan sekuat tenaga mempertahankan sekulerisme sebagai dasar negara.  Tidak heran kalau Bush berulang-ulang menyatakan bahwa nilai-nilai kapitalisme seperti demokrasi, HAM, pluralisme adalah harga mati untuk kepentingan Amerika Serikat.</p>
<p>Negara Kapitalis  tidak menginginkan ada kelompok yang ingin menumbangkan ideologi Kapitalisme. Tidak heran kalau Perancis melarang pemakain kerudung, di beberapa tempat di Eropa membangun masjid dilarang. Di Australia, pendirian sekolah Islam ditolak. Sebab mereka melihat hal ini akan mengancam ideologi kapitalisme. Jadi adalah keliru, kalau negara Kapitalism dikatakan tidak mengintervensi atau menghukum ideologi yang merupakan keyakinan yang dianggap mengancam negara. Dalam konteks menjaga negara inilah kepada Islam menjaga aqidah umat.</p>
<p>Selanjutnya, berdasarkan aqidah Islam ini negara mengatur masyarakat dengan menerapkan syariah Islam. Syariah Islam akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok tiap individu masyarakat sandang, pangan dan papan. Syariah Islam juga mengatur bahwa pendidikan dan kesehatan harus gratis untuk warga negara. Dan perlu dicatat hal ini bukan hanya berlaku bagi umat Islam atau juga warga negara daulah Islam yang non muslim.</p>
<p>Syariah Islam juga akan menjamin keamanan siapapun rakyatnya baik muslim atau non muslim. Non muslim yang disebut sebagai Ahlul Dzimmah wajib dijaga oleh negara, sampai-sampai Rosulullah saw mengatakan siapa yang menyakiti Ahlul Dzimmah berarti menyakitiku.</p>
<p>Syariah Islam juga akan menjadikan kekayaan alam yang merupakan milik umum (milkiyah ‘amah) seperti minyak, emas, batu bara, timah, menjadi milik rakyat yang tidak boleh diserahkan kepada individu atau perusahan asing. Negara akan mengelolanya dengan baik dan hasilnya diserahkan untuk kepentingan masyarakat.</p>
<p>Walhasil, kami menegaskan sekali lagi. Menjadikan Islam sebagai asas negara dan syariah Islam sebagai aturan yang mengatur masyarakat  akan memberikan kebaikan bagi semua pihak termasuk Indonesia, muslim maupun non muslim. Islam akan memberikan kebaikan bagi semua kelompok.</p>
<p>Sebaliknya, sekulerisme yang menjadi dasar liberalisasi dalam segala aspeklah yang telah menghancurkan negeri-negeri Islam termasuk Indonesia. Jadi umat Islam harus bersatu melawan siapapun yang ingin mengeksiskan negara sekuler yang menyebarluaskan ideologi kapitalisme. Sebaliknya, umat Islam harus bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan negara yang berdasarkan Islam. Sebab hanya dengan itulah aqidah umat terjaga, masyarakat sejahtera, keamanan terjamin, kesatuan negara kokoh.(Farid Wadjdi)<br />
Source : www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hepyes.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hepyes.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=32&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/13/agama-tidak-sekedar-intervensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>