<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>:.: HEPYES :.: &#187; Monas</title>
	<atom:link href="http://hepyes.wordpress.com/tag/monas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hepyes.wordpress.com</link>
	<description>Bring Back My Life&#039;s</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Dec 2009 13:40:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hepyes.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/45448418869fa6e6958410d31de61bf3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>:.: HEPYES :.: &#187; Monas</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hepyes.wordpress.com/osd.xml" title=":.: HEPYES :.:" />
		<item>
		<title>Rahasia di Balik Insiden Monas</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2008/07/10/rahasia-di-balik-insiden-monas/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2008/07/10/rahasia-di-balik-insiden-monas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 02:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Insiden]]></category>
		<category><![CDATA[Monas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Insiden Monas sebenarnya insiden biasa. Biasa karena bentrokan antara kelompok massa Komando Laskar Islam vs kelompok massa AKKBB dapat dikategorikan sebagai bentrokan yang di negeri ini dapat dikatakan sudah sangat biasa. Sebut saja bentrok antar kelompok pendukung cagub Malut selama berbulan-bulan yang terus berlangsung hingga tulisan ini dibuat, bentrok antara pedagang kaki lima dan orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=74&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Insiden Monas sebenarnya insiden biasa. Biasa karena bentrokan antara kelompok massa Komando Laskar Islam vs kelompok massa AKKBB dapat dikategorikan sebagai bentrokan yang di negeri ini dapat dikatakan sudah sangat biasa. Sebut saja bentrok antar kelompok pendukung cagub Malut selama berbulan-bulan yang terus berlangsung hingga tulisan ini dibuat, bentrok antara pedagang kaki lima dan orang-orang yang punya rumah di pinggir jalan dengan petugas satpol PP. Ditinjau dari segi seru-tidaknya, tentu Insiden Monas jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan perang batu antar kelompok mahasiswa di Makassar, perang antara polisi dan demonstran BBM di Unas, apalagi jika dibandingkan dengan huru-hara puluhan ribu massa parpol pendukung calon Bupati Tuban yang sampai merusak dan membakar pendopo Kabupaten, perkantoran, dan pom bensin.<br />
<span id="more-74"></span><br />
Namun, sangat disayangkan, respon Pemerintah sangat berlebihan terhadap insiden tersebut. Bayangkan, insiden kecil yang sebenarnya cukup direspon oleh Kapolsek Gambir atau paling banter Kapolres Jakarta Pusat, ternyata direspon langsung oleh Presiden dengan mengadakan konferensi pers seperti dulu Presiden merespon poligami Aa Gym, lalu dilanjutkan dengan rapat polkam. Dengan penuh emosi Presiden mengatakan, “Negara Tidak Boleh Kalah!” Itu disiarkan oleh media secara luas, bahkan kata-kata tersebut dengan gambar foto konferensi pers Presiden begitu besar dipasang sebagai headline di harian Kompas. Akibatnya geger! Apalagi didukung oleh blow up media yang sangat luas atas kasus tersebut. Hujatan serta seruan pembubaran FPI pun terus datang bertubi-tubi.</p>
<p>Bedug pembunuhan karakter terhadap FPI, Habib Rizieq dan Munarman dipukul bertalu-talu. Koran Tempo dan sejumlah media lainnya pada hari Selasa (3/6) memuat berita foto “Munarman Mencekik Anggota AKKBB” yang diperoleh dari konferensi pers di Wahid Institute hari sebelumnya. Ternyata pada hari itu juga Munarman beserta anak muda yang “dicekik” di foto tersebut, Ucok Nasrullah, anggota Laskar yang dicegah oleh Munarman agar tidak melakukan tindakan anarkis, membantah berita fitnah tersebut. Sekalipun Tempo keesokan harinya meminta maaf atas pemuatan berita foto yang keliru tersebut, pembunuhan karakter Munarman telah terjadi dan terus berlangsung. Demikian juga bergeraknya massa di daerah-daerah atas komando seorang petinggi partai dari Jakarta telah mem-pressure FPI sedemikian rupa hingga memaksa sejumlah pengurus FPI daerah membubarkan FPI di daerahnya. Klimaksnya adalah penangkapan sekitar 60-an Laskar Pembela Islam di Petamburan dan ditahannya Habib Rizieq di Polda Metrojaya.</p>
<p>Gelombang seruan pembubaran FPI semakin dahsyat, jauh melebihi seruan-seruan yang mereka lakukan pada tahun 2006 lalu. Seorang petinggi partai di Jakarta yang pada tanggal 3/6 meminta dukungan kepada kawan-kawan untuk aksi di 30 kota untuk pembubaran FPI, pada tanggal 4/6 mengirimkan sms sebagai berikut: “Gerakan kita untuk mempressure Pemerintah agar ambil langkah hukum terhadap FPI berhasil dengan ditangkapnya Rizieq cs. Di beberapa daerah FPI telah minta maaf ke Gus Dur dan secara sukarela bubarkan diri. Terimakasih atas dukungan dan doanya selama ini.YW.”</p>
<p>Banyak analisis tentang mengapa blow up besar-besaran atas Insiden Monas dan gerakan pembunuhan karakter FPI, Habib Rizieq, dan Munarman begitu kuat. Ada yang mengatakan, ini untuk menutup acara mega curi start kampanye yang mengerahkan lebih dari 100 ribu orang di Monas pagi harinya. Ada yang mengatakan untuk mengalihkan isu BBM; pada saat itu Hizbut Tahrir dan elemen lain demo besar-besaran di depan Istana Negara. Ada juga yang mengatakan untuk menghentikan upaya pihak-pihak yang ingin mengusung Habib Rizieq sebagai calon pemimpin baru di negeri ini. Ada juga yang mengatakan untuk menghabisi Munarman yang berani mengusir diplomat AS dalam konferensi pers menyoal Namru di kantor MER-C beberapa waktu lalu. Ada yang mengatakan bahwa lagi banyak order untuk memojokkan Islam dan para pejuang Islam dalam kerangka war on terorism menggantikan order masalah-masalah HAM. Ada juga yang mengatakan, ada gosip tentang adanya pembicaraan di Cikeas yang mempersoalkan brosur Lima Tuntutan Umat kepada SBY-JK (Lumat SBY-JK) yang dikeluarkan oleh FUI. Yang mana yang benar? Wallahua’lam!</p>
<p>Namun, pelan-pelan arus berbalik. Pemojokan terhadap FPI dan Laskar Islam membuat geram para pimpinan umat Islam. Dalam pertemuan Forum Ukhuwah Islamiyah di MUI pada tanggal 7 dan 12 Juni 2008, para pimpinan ormas Islam sepakat berkesimpulan bahwa biang keladi dari Insiden Monas adalah AKKBB. Kesimpulan para pimpinan MUI dan ormas-ormas Islam tersebut dikonfirmasi oleh pernyataan Kapolri di depan Komisi 8 DPR yang mengatakan bahwa Insiden Monas terjadi akibat AKKBB tak menepati janji. AKKBB sendiri yang cari masalah (MetroTV, 12/6).</p>
<p>Memang, pengumuman besar-besaran di berbagai koran tentang Apel Akbar AKKBB di Monas membuat geram umat Islam. Belakangan kita tahu bahwa Apel Akbar AKKBB tidak mendapatkan izin dari penguasa Monas sehingga dalam pemberitahuan kepada kepolisian mereka tidak masuk Monas. Pihak kepolisian juga tidak memberikan surat tanda terima pemberitahuan kepada AKKBB yang hal itu tentu bermasalah secara hukum.</p>
<p>Memang, AKKBB dan keterlibatan Kedubes AS dalam Insiden Monas dan insiden-insiden lanjutannya di berbagai daerah patut diusut. Sebab, pola benturan antara kaum fundamentalis (bisa diwakili oleh FPI) dan kaum tradisionalis (diwakili warga NU) adalah termasuk dalam desain Rand Corporation, konsultan Pentagon. Campur tangan AS berkaitan dengan Insiden Monas sangat jelas. Indikasinya bisa kita lihat:</p>
<p>a. Kuasa Usaha AS John A. Hefern yang datang membesuk para korban dari kalangan AKKBB sehingga menimbulkan tanda tanya publik, apa hubungan antara orang-orang yang dijenguk tadi dengan Kedubes AS?</p>
<p>b. Kedubes AS menggelar jumpa pers mengecam insiden tersebut dan membuat desakan kepada Pemerintah Indonesia terkait kasus tersebut.</p>
<p>c. Tokoh AKKBB, yakni Adnan Buyung Nasution dengan lembaganya YLBHI, menurut The New York Times 20 Mei 1998 telah menerima dari USAID dana bantuan sebesar 26 Juta dolar AS sejak tahun 1995-1997 yang mengakibatkan terjadinya gelombang reformasi yang ternyata membuat negara ini amburadul di bawah eksploitasi kaum kapitalis liberal. (lihat Unrest In Indonesia; The opposition U.S. Has Spent $26 Million Since ’95 on SUharto Opponents by Tim Weiner). Terkait dengan hal itu, Maruli Tobing (dalam Harian Kompas, 9 Pebruari 2001) juga menulis: “…Antara tahun 1995-1997, sedikitnya 26 juta dolar AS bantuan CIA melalui lembaga penyelubungnya kepada LSM-LSM anti-Soeharto. Walaupun demikian, tidak ada pula salahnya mencurigai CIA ikut dalam peritiswa 13-15 Mei 1998 di Jakarta…”</p>
<p>Alhamdulillah, upaya-upaya adu domba kaum imperialis dan antek-anteknya bisa ditangkal. Di berbagai daerah sudah mulai ada kesepahaman dan islah antara warga NU dan FPI. Ini tentu tidak bisa dipisahkan dari sikap bijak KH Hasyim Muzadi dan PBNU yang mengeluarkan seruan agar badan-badan otonom NU jangan digunakan untuk menuntut pembubaran FPI dan agar warga NU jangan mau diumpankan untuk berkonflik dengan FPI.</p>
<p>Rahasia yang paling dalam dari Insiden Monas adalah terjadinya konsolidasi umat yang begitu cepat. Selain kesatuan sikap dan pandangan dari para pimpinan MUI dan ormas-ormas Islam di Jakarta, juga terdapat hal yang sama pada diri para habaib, pimpinan ponpes dan majelis-majelis taklim se-Jabotabek. Hal itu diwujudkan dalam “Aksi Damai Bubarkan Ahmadiyah”, Senin, 9 Juni 2008.</p>
<p>Lebih dari 200 ribu massa tumpah-ruah di depan Istana dan sekitarnya. Setelah 15 ulama dan habaib serta pimpinan ormas masuk ke dalam Istana, massa yang sangat besar itu lalu bergerak bagai air bah melewati Jalan Thamrin dan Sudirman menuju Polda Metrojaya. Di Polda, Habib Rizieq dikeluarkan dari tahanan dan ditampilkan kepada para jamaah dan berorasi. Kata-kata penting dalam orasi beliau adalah: Hari ini adalah hari penyatuan (yawm at-tawhid), hari raya (yawm al-id), dan hari pembeda (yawm al-furqan). Habib Rizieq meminta para demonstran untuk bubar dengan tertib. Sekitar pukul 15 WIB para demonstran berangsur-angsur meninggalkan jalan Sudirman.</p>
<p>Sebelum para demonstran sampai ke rumah masing-masing, di Depag, Menag, Mendagri, dan Jaksa Agung mengadakan konferensi pers penandatanganan SKB tentang Ahmadiyah sekitar pukul 15.30 WIB.</p>
<p>Malam harinya, sekitar pukul 19.50 Panglima Komando Laskar Islam tiba-tiba muncul di Polda Metro Jaya dengan mengendarai taksi. Alhamdulillah, Panglima yang selama sekitar seminggu konon diburu oleh 15 tim dan sudah diisukan tewas di Bandung itu muncul dalam keadaan sehat wal afiat. Munarman pun memenuhi janjinya akan datang bila Ahmadiyah dilarang. Alhamdulillah, penerbitan SKB tentu satu langkah maju dari Pemerintah dalam menjaga akidah umat Islam. Namun, tentu perjuangan belum selesai, mengingat SKB belum menyentuh substansi Ahmadiyah, yakni Nabi Palsu dan Tadzkirah yang mengacak-acak Al-Quran. Menurut UU PNPS No 1/1965, pasal 2 ayat 2, organisasi Ahmadiyah harus dibubarkan dengan Keputusan Presiden.</p>
<p>Untuk itu, konsolidasi umat harus terus digelindingkan dan gerakan “AMAT” (Aksi Damai Bubarkan Ahmadiyah) harus dilanjutkan. Allahu akbar!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hepyes.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hepyes.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=74&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2008/07/10/rahasia-di-balik-insiden-monas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Insiden Monas dan Pecah Belah Ala RAND Corporation</title>
		<link>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/25/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/</link>
		<comments>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/25/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 17:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hepyes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Corporation]]></category>
		<category><![CDATA[Insiden]]></category>
		<category><![CDATA[Monas]]></category>
		<category><![CDATA[RAND]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hepyes.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[(Civil Democratic Islam, Parters, Resources, and Strategies; By Cheryl Benard)
Upaya politik adu domba di negeri ini mulai nampak. Terutama setelah terjadinya insiden Monas. Pembagian umat Islam menjadi radikalis dan kaum moderat menguak di beberapa media. Demikian juga suara kaum liberalis yang mengatasnamakan ham, pluralisme dan kebebasan bak pahlawan. Sedangkan para aktivis Islam dilabeli radikal. Skenario [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=48&subd=hepyes&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>(Civil Democratic Islam, Parters, Resources, and Strategies; By Cheryl Benard)</p>
<p>Upaya politik adu domba di negeri ini mulai nampak. Terutama setelah terjadinya insiden Monas. Pembagian umat Islam menjadi radikalis dan kaum moderat menguak di beberapa media. Demikian juga suara kaum liberalis yang mengatasnamakan ham, pluralisme dan kebebasan bak pahlawan. Sedangkan para aktivis Islam dilabeli radikal. Skenario global asing dalam memecahbelah umat Islam di negeri ini semakin nyata. Tujuannya tiada lain untuk melenyapkan Islam di muka bumi ini. Karena Islam telah menjadi ancaman bagi Amerika, baik secara hostility maupun capabilty-nya. Berikut sebuah analisis politik adu domba ala Rand Corporation. <span id="more-48"></span></p>
<p>Adanya politik adu domba di balik insiden Monas semakin menguat. Pernyataan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. “NU akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,” tegasnya.</p>
<p>Hasyim menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan kelompok NU dalam masalah ini. “Karena relevansinya tidak ada antara NU dan Monas, NU dan FPI. Tapi, kenapa lalu ditulis korban itu adalah orang NU?” ujar Ketua PBNU Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis pada detikcom, Selasa (3/6/2008).</p>
<p>KH Hasyim Muzadi juga mengingatkan pelibatan orang-orang NU yang menjadikan NU sebagai pihak yang juga terlibat dalam bentrok fisik itu. “Ini tidak boleh terjadi dan harus dicegah. Bentrok fisik sangat merugikan. Kita ingin menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas masalah itu,” tegasnya.</p>
<p>Upaya mengadu domba antara NU dan ormas Islam lain seperti FPI memang sangat terasa. Tampak dari reaksi warga NU diberbagai daerah yang mendatangi markas FPI. Konflik horizontal pun dikhawatirkan meluas di daerah-daerah.</p>
<p>Tidak hanya itu , perluasan insiden Monas juga tampak dari upaya membangun opini seakan-akan lasyar Islam menyerang kelompok memperingati hari kesaktian Pancasila. Serangan ini dianggap ancaman terhadap Pancasila, ideologi negara, dan pada gilirannya dianggap merupakan ancaman terhadap negara.</p>
<p>Upaya adu domba yang konflik horisontal ini tidak bisa dilepaskan dari grand-strategi negara-negara Imperialis untuk menghancurkan umat Islam dan kekuatan Islam. Untuk itu, negara-negara Imperialis seperti AS memanfaatkan LSM-LSM komprador yang menjadi kaki tangannya untuk memprovokasi konflik.</p>
<p>Campur tangan asing tampak dari kecaman kedubes AS terhadap insiden Monas. Kedubes AS di Indonesia mengeluarkan siaran pers yang mengutuk aksi kekerasan oleh FPI. AS menilai, aksi itu berdampak serius bagi kebebasan beragama dan dapat menimbulkan masalah keamanan. Namun, pernyataan Kedubes AS itu dinilai anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto, sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri. ”Itu tidak etis. Bahasa kasarnya intervensi. Seakan-akan pemerintah kita yang lemah,” katanya.</p>
<p>Grands strategi ini bisa terlihat dengan jelas dari rekomendasi Rand Corporation yang merupakan think-thank neo-conservative AS yang banyak mendukung kebijakan Gedung Putih. Dalam rekomendasi Cheryl Benard dari Rand Corporation yang berjudul CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES secara detil diungkap upaya untuk memecah belah umat Islam.</p>
<p>Strategi: Pecah Belah Kelompok Islam</p>
<p>Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan kecendrungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai Demokrasi.</p>
<p>Pertama: Kelompok Fundamentalis : menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi modern untuk mencapai tujuan mereka.</p>
<p>Kedua: Kelompok Tradisionalis: ingin suatu masyarakat yang konservatif. Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.</p>
<p>Ketiga: Kelompok Modernis : ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan zaman.</p>
<p>Keempat: Kelompok Sekularis : ingin Dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup pribadi.</p>
<p>Strategi Belah Bambu dan Adu Domba</p>
<p>Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu. Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI.</p>
<p>Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya :</p>
<p>Pertama: Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis)<br />
Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang disubsidi.<br />
Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.<br />
Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam.<br />
Memberikan mereka suatu platform publik<br />
Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.<br />
Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang tidak puas.<br />
Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan.<br />
Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.</p>
<p>Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists (Mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis). Langkah-langkah yang dilakukan antara lain :<br />
Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.<br />
Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.<br />
Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan kaum modernis.<br />
Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka<br />
untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis<br />
secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik „Islam pinggiran” yang kabur . Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.<br />
Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis.<br />
Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari Hukum Islam.<br />
Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme</p>
<p>Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists (Mengkonfrontir dan menentang kaum fundamentalis). Langkah-langkahnya antara lain :<br />
Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya.<br />
Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.<br />
Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.<br />
Menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.<br />
Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.<br />
Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.<br />
Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.<br />
Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.</p>
<p>Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:<br />
Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama, mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideologi kiri.<br />
Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat mereka dalam jangka pendek.</p>
<p>Sebuah Catatan</p>
<p>Sudah sangat nyata strategi Rand Corporation ini terjadi di negeri yang mayoritas penduduknya muslim terbesar di dunia ini. Perlu diketahui bahwa Amerika akan menjadikan sesuatu menjadi suatu ancaman dilihat dari dua hal, yakni dari sisi hostility dan capability-nya.</p>
<p>Pertama dari sisi hostilty (permusuhan), Amerika akan menjadikan sebuah ancaman bagi sesuatu yang dianggap memiliki permusuhan. Setelah ideologi sosialisme komunisme tumbang, maka yang menjadi musuh bagi Amerika yang mengemban ideologi kapitalisme itu tiada lain adalah Islam. Mengapa? Karena Islam sebagai sebuah ideologi sangat bersebrangan dengan ideologi kapitalisme. Sebagai contoh, dalam perekonmian: bila kapitalisme memandang bahwa siapa saja berhak dalam berkepmilikan sesuatu termasuk sumber daya alam yang sangat penting bagi kebutuhan masyarakat, maka dalam sistem Islam terdapat konsep tiga kepemilikan barang. Kepemilikan individu, umum dan negara. Sumber daya alam seperti barang tambang tak berhak dimiliki oleh sekelompok orang karena itu milik umat. Dalam sistem kapitalisme, apapun boleh dimiliki.</p>
<p>Kedua, dari sisi capability (kemampuan). Amerika akan menjadikan sesuatu menjadi ancaman bila suatu negeri memiliki kemampuan yang kuat untuk menegakkan ideologinya tersebut. Islam menjadi ancaman serius bagi AS, karena umat Islam saat ini cenderung dalam menegakkan kemampuan tadi melalui tegaknya Khilafah Islamiyyah. Walaupun Islam belum memiliki capability untuk itu, namun saat ini di dunia sedang terjadi sebuah kesadaran global bagi kaum Muslim baik di negeri Arab, Asia bahkan Eropa yang merindukan institusi penyatu ummat itu.</p>
<p>Untuk menangkal ini semua, maka Amerika harus mengeluarkan kebijakan luar negerinya. Diantaranya adalah menghentikan munculnya ancaman-ancaman tersebut. Untuk menghentikan merebaknya ideologi Islam tersebut maka diperlukan orang-orang Islam sendiri yang menyampaikan Islam ala Amerika bukan Islam yang sebenarnya. Ada tiga negara yang tengah dijadikan target dalam menghadang ancaman tersebut, yaitu Turki, negara-negara Eropa dan Indonesia. Mengapa Indonesia menjadi target? Karena di negeri ini paling potensial merebaknya ideologi Islam dan berpendudukan Muslim terbesar di dunia.</p>
<p>[sumber: syabab.com]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hepyes.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hepyes.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hepyes.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hepyes.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hepyes.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hepyes.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hepyes.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hepyes.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hepyes.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hepyes.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hepyes.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hepyes.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hepyes.wordpress.com&blog=975202&post=48&subd=hepyes&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hepyes.wordpress.com/2008/06/25/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>