Apa Tindakan Umat Islam terhadap Ahmadiyah

Saya ingin bertanya bagaimana tindakan umat Islam terhadap salah aliran (ahmadiyah) menurut cara-cara Nabi Besar Muhamad SAW sehingga tidak terjadi kesalahan pamaham (ikannya dapat airnya tetap tenang) artinya persoalan ini selesai tanpa ada masalah lagi terima kasih

Hamba Allah
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga 14 abad kemudian, tidak ada seorang pun yang dari umat Islam ini yang berpandangan ada nabi setelah kenabian Muhammad SAW. Jangankan orang lain, bahkan kalau hari ini ada seorang beriman mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW sekalipun, posisi Nabi Muhammad dalam mimpunya itu sudah bukan lagi sebagai nabi. Karena kenabian Muhammad SAW telah tunai dan sempurna, sejak wafatnya beliau.

Demikian juga dengan Nabi Isa ‘alaihissalam yang insya Allah nanti akan turun ke dunia. Saat bersama umat Islam nanti, beliau tidak lagi berposisi sebagai nabi, melainkan sebagai manusia biasa. Mungkin sebutannya mantan nabi atau pensiunan nabi, atau apa lah.

Lalu agama apa yang dijalankan oleh beliau?

Jawabnya adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW saat beliau menjadi nabi 14 abad yang lampau.

Kalau para mantan nabi saja apabila muncul di zaman sekarang ini, tidak mungkin jadi nabi, apalagi sekedar seorang kaki tangan inteljen Inggris yang bernama Mirza Ghulam Ahmad. Jelas sekali dia meracau ketika mengaku dirinya Nabi. Ahmadiyah kemudian diusir dari Pakistan dan bercokol sekarang ini di negeri asalnya, Inggris.

Maka ide untuk mendirikan agama baru yang bernama Ahmadiyah itu jelas-jelas memang bertujuan untuk merusak agama yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW.

Dan kepentingan agen asing di dalamnya memang tidak bisa dipungkiri lagi. Bodoh atau pura-pura bodoh kalau masih saja ada dari orang muslim pura-pura tidak tahu bahwa Ahmadiyah tidak lain hanyalah agenda asing.

Dan makanlah itu istilah kebebasan beragama dan berkeyakinan. Sebab urusan agama Ahmadiyah bukan sekedar kebebasan dan berkeyakinan, tapi lebih dari itu. urusan Ahmadiyah tidak lebih dari sekedar project tadah hujan, yang intinya bagaimana kita diminta mengerjakan order-order dari para yahudi yang memang kebanyakan duit.

Kalau hari ini umat Islam bentrok secara horizontal, di mana ada sebagian kalangan yang kurang mengerti persoalan, lalu mau-maunya dijadikan pendukung Ahmadiyah, memang itu merupakan salah satu tujuan agen asing.

Bahakn kalau perlu pendukung yang telah buta mata hatinya itu dibenturkan secara fisik kepada seluruh umat Islam. Entah sihir apa yang dipakai, tapi dari sekian banyak teknik yang dilakukan, yang paling jelas berbicara adalah sihir dollar, kucuran dana, bantuan asing atau apa lagi istilahnya.

Berharap ada dialog?

Wah jangan terlalu berharap. Rasanya para agen asing itu memang tidak akan mau berdialog, karena tujuan mereka sama sekali jauh dari mencari kebenaran.

Kebenaran adalah benda asing yang tidak punya tempat di hati mereka. Kalau mau mencari kebenaran, pasti sejak awal mereka tidak masuk ke agama Ahmadiyah.

Tujuan mereka sekedar jadi kacung-kacung kelas teri para pemegang dana yang tak terbatas. Tugas mereka sekedar menari mengikuti tabuhan genderang setan dengan tarian-tarian aneh yang menginjak nurani.

Apapun akan mereka lakukan termasuk kalau harus menancapkan belati karatan di ulu hati umat Islam. Ibarat virus influenza, mereka bergerak memanfaatkan keawaman, kebohodan, dan kabut pekat yang menyelubungi aqidah umat.

Lihatlah siapa sih yang ikut ajaran agama Ahmadiyah tapi mengaku muslim? Rata-rata orang yang tidak punya bekal ilmu agama yang benar. Mohon maaf, bukan ingin menyepelekan, tapi jangan kaget kalau para tokohnya sekedar untuk membaca Quran pun tidak benar bacaannya. Jangan tanya tentang kemampuan berbahasa Arab, mereka lebih tidak peduli lagi.

Bahkan kuliah di Universitas yang mengajarkan ilmu-ilmu keIslaman pun juga tidak. Karena doktirn sesat Ahmadiyah itu tidak layak dijadikan ilmu dan tidak ada tempatnya di kampus dan perguruan tinggi.

Bahkan sekedar jadi buku pun juga tidak layak. Makanya mereka merekam sendiri kaset-kaset dan video sesat produk mereka. Bahkan terpaksa harus mendirikan stasiun TV sendiri. Sebab tidak ada penerbit yang dengan bodoh mau menerbitkan idelogi kufur macam itu. Juga tidak ada stasiun TV yang mau menyiarkan ajaran mereka.

Namun karena ini projek yahudi international yang dananya segede gaban, bikin percetakan atau stasiun TV pun dengan mudah dikerjakan. Walau pun tidak ada yang baca buku terbitan mereka dan tidak ada nonton TV mereka. Siapa yang mau baca kalau isinya sesat? Siapa yang mau nonton kalau isinya cuma doktrin dan cekok pahit?

Dan jangan bicara tentang ulama di dalam Ahmadiyah. Jangankan satu ulama, setengah ulama pun kita tidak menemukan. Jadi ajaran Ahmadiyah ini 100% adalah bikinan zionis yahudi. Tokoh-tokoh Ahmadiyah yang kita lihat di TV kalau pas diwawancarai, jelas bukan ulama. Satu pun syarat tidak ada dalam diri mereka.

Kalau dialukan dialog dan debat, tidak ada satu pun yang mau dan berani menghadapi. Ibarat pepatah, lempar batu sembunyi tangan. Sebab mereka tahu persis bahwa adu argumentasi itu hanya akan menelanjangi borok-borok ajaran agama Ahmadiyah. Dan percuma saja semua itu dilakukan.

Yang paling efektif buat agama Ahmadiyah adalah bergerilya mencari mangsa, yaitu umat Islam yang jauh dari agama. Lewat berbagai doktrin sesat dan bodoh, ada saja korbannya. Mereka memang didukung sepenuhnya oleh pemerintah asing anti Islam, yang masih saja bercokol di negeri ini, lewat tekanan politiknya, lewat dana-dana yang sangat kuat, lewat tekanan ekonomi, dan berbagai fasilitas yang memang telah jauh hari dipersiapkan.

Kebetulan umat Islam sendiri masih tidur pulas dininabobo oleh paham permisifisme, sekuleris dan juga liberalis. Tiga ‘agama baru’ ini pun tidak muncul begitu saja. Kelompok liberalis misalnya, tiba-tiba punya komunitas, punya media dan juga jaringan, tidak lain karena memang dibiayai oleh asing.

Jadi sebenarnya lucu juga, karena keributan gara-gara adanya agama baru Ahmadiyah yang merusak akidah umat Islam ternyata dilakukan oleh antek-antek asing. Antek-antek lalu punya anak buah yang tidak lain masih beragama Islam. Tapi hatinya sudah mengalami kerusakan parah. Setidaknya sudah luntur terpesona oleh dollar. Selain hati, yang mengalami rusak parah adalah mata mereka, karena sudah berubah menjadi hijau melihat dolar.

Jadi untuk menghentikan keributan ini, mudah saja. Intinya bagaimana agar kucuran dolar itu diputus atau dihentikan, setidaknya dibuat tersendat-sendat, pasti agama Ahmadiyah pun selesai riwayatnya. Ibarat mobil kehabisan bensin, tidak mungkin berjalan.

Tapi selama kucuran dolar masih deras mengalir, apa pun bisa mereka beli. Kalau perlu presiden sebuah negara pun bisa dibeli, apalagi dikombinasikan dengan sifat sang presiden yang bernyali kecil, bermental kurcaci dan selalu siap melaksanakan semua permintaan negara superpower.

Dengan dolar yang berlimpah, untuk sekedar membeli kekuatan pers, LSM anti Islam atau berupa dukungan polisi dan kejaksaaan agar berlaku timpang, ah perkara yang mudah.

Agama Ahmadiyah memang akan tumbur subur di negeri yang apa-apa bisa dibeli seperti Indonesia ini. Yang penting ada kucuran dolar dari luar negeri.

Ide Gila

Mungkin ini ide gila. Bagaimana seandainya umat Islam mengumpulkan duit yang banyak, misalnya dari negara penghasil minyak yang duitnya tidak habis dimakan tujuh turunan. Buat apa?

Duit itu bisa digunakan untuk ‘membeli’ suara LSM anti Islam, dari pada suara mereka sumbang karena selalu dipasok dolar oleh asing, mendingan disumpal dengan uang dari umat Islam. Tentu jumlahnya harus lebih besar dari yang bisa ditawarkan oleh agen asing itu.

Termasuk untuk ‘membeli’ keberpihakan pers dan polisi serta aparat penegak hukum lainnya, yang selama ini jelas keberpihakannya kepada agen dan kepentingan asing. Sebab yang bicara kan uang.

Dan tentu saja duit itu bisa juga ditawarkan kepada pemuka Ahmadiyah untuk ganti cerita. Misalnya mereka diminta mengakui kesalahan yang selama ini dilakukan.

Pasti akan berhasil, sebab tujuan para penggerak dan pembela Ahmadiyah di negeri ini memang semata hanya duit dan duit. Dengan duit, mereka rela menggadaikan akidah dan bicara apa saja, termasuk menginjak-injak akidah ahlisunnah wal jamaah.

Wallahu ‘alam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s