AS Memimpin Dunia Menuju Krisis Pangan Dan Energi

Sistem kapitalisme Barat dan berbagai kebijakan pemerintahan konservatif kanan AS yang arogan telah memicu terjadinya krisis harga minyak dan krisis pangan yang melanda dunia. Kedua krisis ini telah menyebabkan dunia diambang krisis kelaparan yang mengancam jutaan rakyat di berbagai Negara, khususnya di negara-negara miskin.

Terkait situasi krisis pangan, Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick dalam pidatonya yang disampaikan dalam forum pertemuan Negara-negara G-8 di Jepang pada (3/7) lalu menyerukan para pemimpin negara-negara industri besar untuk segera melakukan tindakan-tindakan nyata guna menghindarkan jutaan umat manusia mati kelaparan, akibat naiknya harga minyak dunia dan terjadinya krisis pangan. Dalam pidatonya tersebut, Zoelik mengatakan “Bantuan pangan dan kemanusiaan yang dibutuhkan untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan kelaparan di sejumlah Negara-negara mencapai 10 milyar USD”. Robert Zoelich bahkan mengatakan “Dunia dan umat manusia saat ini tengah memasuki fase yang berbahaya ”.

Dalam pidatonya yang dikirimkan kepada Presiden AS, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Rusia dan Sekjen PBB itu, Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick mengakui bahwa “Apa yang terjadi di dunia saat ini sesungguhnya merupakan hasil ulah tangan manusia”.

Statemen Presiden Bank Dunia tersebut di atas mengilustrasikan betapa parahnya krisis yang akan dihadapi umat manusia saat ini. Selain itu, statemen tersebut menekankan perlunya umat islam untuk mengetahui peran sistem kapitalisme yang dikomandoi AS dan Barat dalam menjerumuskan umat manusia kedalam krisis pangan.

Berikut ini beberapa fakta yang menunjukan sejauh mana AS terlibat dalam terjadinya krisis yang menimpa umat manusia dewasa ini:

Pertama; Harga minyak dunia ketika berada pada level 28 – 35 USD per barel, pertumbuhan ekonomi di negara-negara di kawasan EURO, Asia Timur (Jepang, China dan Korsel) berkembang pesat, bahkan negara-negara berkembang dan miskin kondisi perkenomiannya membaik. Namun sejak AS dengan sikap arogansi dan kepongahannya mengeluarkan kebijakan membolehkan sejumlah perusahaan minyak raksasa AS untuk diberi kewenangan menaikan harga minyak dan melakukan spekulan di pasar modal, situasi harga minyak dunia terus melambung. Dengan memanfaatkan kebijakan politis pemerintah AS ini, perusahaan-perusahaan minyak AS meraup keuntungan trilyunan dollar AS, namun di sisi lain jutaan rakyat di negara-negara lemah dan miskin semakin terpuruk dan berkubang dengan kelaparan dan kemiskinan dan didera dengan berbagai macam wabah penyakit. Munculnya kebijakan tersebut sesungguhnya didorong oleh keingingan kubu Presiden George.W. Bush dan kelompok neo-konservatifnya untuk melepaskan ketergantungan suplai minyak dari Timur Tengah dalam jangka waktu 20 tahun ke depan.

Kedua; Agar tidak tergantung dengan suplai minyak Timur Tengah, Pemerintah AS terus mendorong individu-individu dan perusahaan-perusahaan minyak untuk mencari sumber energi alternatif baru yang lebih murah. Agar harga energi alternatif ini lebih murah dari minyak, maka perlu dikondisikan agar harga minyak dunia selalu pada level tertinggi, sehingga diharapkan dengan meningginya harga minyak dunia, pemerintah AS dan Barat akan mendorong maraknya pengeluaran dana bagi riset pengadaan sumber energi alternatif, disamping agar harga energi alternatif tersebut mampu bersaing dengan harga minyak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan harga minyak dunia yang mencapai 144 USD merupakan kesengajaan dari AS dan Barat yang bersekongkol dengan perusahaan-perusahaan minyak dunia untuk tujuan memuluskan rencana mereka mengurangi ketergantungan dari suplai minyak Timur Tengah, selain untuk tujuan mendorong para eksplorasi besar-besaran riset energi alternatif.

AS memandang kawasan Timur Tengah sebagai kawasan yang tidak stabil, sehingga suatu waktu, Timur Tengah akan dapat lepas kendali dari kontrol AS. Jika Timur Tengah lepas diluar kontrol AS, maka dapat mengancam ketersediaan sumber energi di AS. Oleh karena itu, AS sangat mengkhawatirkan jika di kawasan ini, berkuasa suatu rezim baru yang cenderung membangkang kebijakan politiknya. Presiden AS, George.W. Bush dalam suatu pernyataannya mengatakan “Kita wajib menjamin pemenuhan kebutuhan energi kita, karena pabrik, kapal-kapal induk, tank-tank, pesawat-pesawat tempur kita tidak akan bisa bekerja tanpa sumber energi. Ketersediaan sumber-sumber energi juga menjadi kunci bagi keberlangsungan hegemoni dan kesejahteraan rakyat AS”.

Ketiga; tatanan dunia yang dikendalikan sistem kapitalisme, dengan pemimpinnya AS tidak akan memperhatikan kepentingan fakir dan miskin serta golongan masyarakat lemah. Standar penilaian berdasar manfaat dan kepentingan. Kepentingan negara-negara kaya lebih diutamakan dari segala kepentingan negara-negara miskin. Kepentingan orang-orang kaya (investor) dalam satu negara lebih diutamakan dari kepentingan kelompok masyarakat miskin. Akibatnya, kendali tatanan dunia dan masa depan umat manusia hanya dipegang oleh 2 persen dari 4 milyar penduduk dunia saat ini.

Maka dari itu, satu-satunya solusi untuk dapat keluar dari masa depan suram ini adalah umat manusia sudah saatnya mencari sistem alternatif baru untuk menggantikan kapitalisme yang jahat dan biadab. Sebuah sistem dunia yang harus menempatkan manusia sebagai manusia, serta mampu menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat di dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s